
"Apa kau benar mencariku Baekhyeon?"
"Tidak."
"Ya sudah kalau tidak, aku akan pergi. Lebih baik aku membantu bibi memasak dulu. Dah tampan."
"Tunggu!"
"Apa lagi? Kau kan tidak ada perlu denganku, ngapain masih bilang tunggu sih? Atau kau masih mau aku disini karena kau mau main denganku? So sweet," Hana berlagak sok imut didepan Baekhyeon.
"Tidak perlu berlagak sok imut seperti itu! Aku tidak mau bermain denganmu, dan lagi jangan memanggilku tampan!"
"Kenapa? Bukankah kau memang anak manis dan juga tampan?"
"Aku tidak suka, itu membuatku geli."
"Oh, oke kalau begitu aku harus memanggilmu apa?"
"Panggil Baekhyeon saja!"
"Oke. Ada apa mencariku?"
"A, aku tidak mencarimu."
"Kalau gitu kenapa aku tidak boleh pergi?"
"Karena aku mau meminta bantuan kepadamu."
"Wah,, benarkah? Bantuan apa itu? Apa menjadi temanmu atau bermain denganmu?"
"Tidak semuanya."
"Lalu apa Baekhyeon? Kau membuatku semakin frustasi karena teka tekimu."
"Aku tidak bermain teka teki denganmu, aku hanya ingin meminta bantuanmu untuk membuat artis itu bisa berada dirumah beberapa hari."
"Caranya?"
"Ambil hp dia, kemudian berikan padaku!"
"Kau masih kecil, tapi kau pintar sekali memerintah orang yang lebih tua darimu."
Aku bukan orang bodoh Baekhyeon. Aku tidak akan mencuri walau kau memohon kepadaku."
"Aku tidak menyuruhmu mencuri, aku hanya menyuruhmu meminjamnya karena aku sendiri yang akan mengembalikannya."
"Kau bisa meminjamnya sendiri kan? Dan asal kau tau, bukankah menyuruh-nyuruh orang yang lebih tua darimu itu sangatlah tidak sopan? Terlebih lagi itu perbuatan yang sangat tidak pantas, kau masih benar-benar kecil tapi sifatmu benar-benar membuatku kecewa."
"Kau memang tidak mau berteman denganku kan?"
"Seorang teman tidak akan menjerumuskan temannya kedalam lubang hitam, kalau aku menuruti maumu berarti aku memang bodoh, dan juga bukan teman yang baik. Aku memang ingin menjadi temanmu, tapi bukan berarti aku bisa menjadi teman yang buruk. Jujur aku sedikit kecewa karena sifatmu ini. Tapi aku akan coba membantumu dengan cara yang baik, yang bisa aku contohkan kepadamu."
"Cara apa? Bukankah kau sudah kecewa kepadaku."
"Aku akan meminta Ara untuk memberikan waktu buatmu."
"Ternyata kau lebih memilih untuk mengemis dari pada meminjam hpnya?"
"Kau terlalu dewasa untuk pemikiran seperti itu. Dan kau masih terlalu kecil untuk tau artinya mengemis atau meminta tolong."
"Baiklah, apa rencanamu?"
"Hah, aku masih sedikit kesal karena sikapmu. Sekarang aku masih belum ada rencana, tapi aku akan segera memikirkan caranya. Tunggu saja!"
"Kalau kau tidak bisa melakukannya, kau harus menggunakan caraku!"
"Aku tidak akan pernah menyabotase seseorang untuk kepentinganku sendiri Baekhyeon." Hana sedikit kesal dengan Baekhyeon, karena Baekhyeon masih belum bisa memikirkan akibat dari semua pemikirannya. Hana berpikir memang Baekhyeon masih kecil jadi pemikirannya masih polos, tapi kalau dibiarkan maka saat dewasa nanti semua pemikiran buruk itu akan membuatnya menjadi licik yang hanya akan mementingkan keuntungannya sendiri.
Saat Hana pergi ke dapur setelah dari kamar Baekhyeon, kemudian Hana mencoba mencari tau tentang kebiasaan Ara saat Baekhyeon masih bayi.
"Ehm, bibi apa aku boleh tanya sesuatu?''
"Tanya saja Hana."
"Apa kebiasaan Ara saat Baekhyeon masih bayi dulu bibi?"
"Kebiasaan Ara saat Baekhyeon masih bayi?"
"Iya bibi, apa pertanyaanku ada yang salah?"
"Tidak Hana, hanya saja itu sesuatu yang aneh. Kenapa kau tertarik dengan Ara?"
"Tidak bibi, aku hanya sedang bermain dengan Baekhyeon untuk menebak kebiasaan dia dan ibunya saat dulu."
"Apa ya? Mungkin pergi ke taman dekat lampu merah yang waktu kau dan nenek kecelakaan."
"Apa ada hal lain, bibi?"
"Oh iya Hana, aku i gat satu hal. Ara senang sekali saat berolahraga pagi dengan membawa Baekhyeon."
"Benarkah?"
"Iya, hampir setiap pagi Ara selalu mengajak Baekhyeon untuk berolahraga."
"Apa dia tidak kesulitan?"
"Terima kasih bibi. Bibi sudah membantuku. Apa Eonni Ara ada di kamarnya?"
"Iya, pergilah! Moho dimaklumi ya kalau sikapnya sedikit menyebalkan."
"Iya bibi, bibi tenang saja!" Kemudian Hana pergi ke kamar Ara untuk melancarkan rencananya. Entah bisa berjalan lancar atau tidak. Hana sampai di depan pintu kamar Ara, dia mengetuk dengan sangat hati-hati.
Tok tok tok.
"Masuk!"
"Hai, eonni. Apa kau sibuk?"
"Kenapa masih memanggilku eonni sih, geli banget."
"Karena eonni lebih tua dariku kan?"
"H, hei kau memanggilku tua?"
"Maaf eonni, hanya sedikit berbeda umur saja. Apakah benar begitu?"
"Ada apa mencariku?"
"Sebenarnya aku mau mengajak eonni untuk berolahraga ke taman dekat rumah besok pagi. Apakah eonni mau?"
"Aku sibuk."
"Tapi besok kan weekend eonni? Apa eonni tidak punya waktu senggang?"
"Aku ini model terkenal, aku tidak punya waktu untuk main-main."
"Ini kan olahraga eonni bukan main-main."
"Aku bisa olahraga di gym waktu senggang."
"Di gym eonni tidak bisa menghirup udara pagi yang segar kan? Dan lagi saat eonn terkena sinar matahari pagi yang sehat, itu akan membuat wajah eonni semakin sehat dan berkilau."
"Pintar sekali kau membohongiku."
"Aku tidak bohong eonni, sinar matahari pagi memang sangat sehat untuk semua orang kan terutama bayi yang memiliki kulit yang masih sangat lembut."
"Baiklah aku ikut, apa hanya aku dan kau saja?"
"Tidak eonni, aku akan mengajak Baekhyeon dan Dongmin juga."
"Iya bagus, ajak Baekhyeon biar dia tau tentang kesehatan. Dan biar pikirannya lebih hangat kalau terkena matahari pagi."
"Iya eonni, aku keluar dulu."
"Tunggu!"
"Ya?"
"Siapa namamu?"
"Hana." Kemudian Hana keluar dengan sangat gembira, akhirnya rencana awal yang dia susun akan berjalan dengan lancar. Untuk selanjutnya pergi ke kamar Baekhyeon untuk memberi tahunya.
"Baekhyeon, apa kau mau tau berita bagus yang aku bawa?"
"Berita apa?"
"Kenapa gak semangat gitu sih?"
"Cepat ceritakan!"
"Kau memerintah aku lagi?"
"Ahh, tidak. Baiklah, tolong ceritakan kabar yang kau punya!"
"Oke. Jadi begini, tadi aku mengajak ibumu untuk berolahraga pagi besok. Dan dia setuju lho, dia juga menyarankan untuk memgajakmu. Padahal aku memang berniat untuk mengajakmu dan ibumu."
"Aku tidak mau."
"Eh? Kenapa itu kan rencana bagus?"
"Kalau olahraga pagi kan hanya pagi hari dia bisa bersamaku. Kalau siangnya, sorenya? Dia bekerja lagi kan?"
"Hahaha, ini baru rencana awalku Baekhyeon. Tenang saja, kau akan merasa bahagia besok. Percaya padaku!"
"Baiklah, apa paman Dongmin bisa ikut?"
"Aku belum bertanya padanya. Nanti aku akan menelponnya. Aku keluar dulu kalau begitu."
"Iya." Saat Hana keluar dari kamar Baekhyeon. Hp Hana bergetar, tanda ada chat yang masuk. Hana lansung membukanya dan ternyata itu chat dari Dongmin.
'Ini nomorku, Dongmin.'
'Wah, Mr. Cha? Kenapa baru mengirim pesan padaku? Padahal baru tadi bibi mengirimiku nomormu.'
'Iya aku sibuk.'
'Oh ya, besok aku berencana untuk mengajak Ara dan Baekhyeon berolahraga pagi. Apa kamu mau ikut?'
'Baiklah.'