
Setelah selesai acara makan kuenya. Kemudian mereka beristirhat dulu sebelum acara penting selanjutnya dimulai, yaitu foto keluarga. Hana pergi ke taman belakang untuk menemani Bekhyeon dan benbincang dengannya. Karena Hana tau kalau Baekhyeon malu saat Hana mau memeluknya didepan banyak orang.
"Hai Baekhyeon, boleh aku duduk bersamamu?"
"Iya noona," memberikan senyumnya untuk Hana.
"Apa kau tidak kedinginan, ini aku membawakan coklat hangat buatmu."
"Terima kasih noona, kamu memang the best. Hihihi. Aku senang kamu disini."
"Wah Baekhyeon, bari hari ini aku melihat senyummu dan benar-benar melihatmu berbicara sesuai umurmu lho."
"Benarhkan noona, aku sendiri juga senang."
"Wah, kau selama ini hanya berakting ya?"
"Apa itu akting?"
"Benarkah kau tidak tau?"
"Tidak."
"Ya sudahlah, kau juga tidak perlu tau."
"Apa itu seperti yang dilakukan eomma dengan pekerjaannua?"
"Mungkin. Hei Baekhyeon, aku senang sekali kau memanggilku noona."
"Kenapa?"
"Karena dari dulu aku ingin punya adik, dan sekarang baru kesampaian."
Emmuah, tiba-tiba Baekhyeon mencium Hana dan langsung berlari kedalam meninggalkan Hana.
"W, wah Baekhyeon k,kau menciumku? Dasar anak kecil ini. Hehe." Sambil terus memegang pipinya.
"Senang sekalai, ada apa?"
"Eh, Mr. Cha? Ada apa?"
"Kau suka sekali ya ketempat ini?" Duduk disebelah Hana.
"Karena Baekhyeon aku suka tempat ini."
"Kau benar-benar berhasil ya?"
"Ya?"
"Kau berhasil membuat kuenya, sangat enak. Bahkan lebih enak dari yang pertama."
"Aku hanya berusaha saja. Kau tau saat aku membuat hiasannya, tanganku begitu gemetaran sampai aku mau mundur saja dari rencanaku. Tapi entah kenapa, saat aku melihat seluruh dapur aku teringat ibuku dan aku melihat bibi yang swdang memasak. Semangatku kembali muncul dan hiasan itu pun jadi."
"Kau ini aneh ya, bahkan sampai sekarang pun aku masih sangat heran kalau ingat tentang kehadiranmu disini."
"Kau heran? Bahkan aku sendiripun heran."
"Aku tidak mengerti, bagaimana kau bisa bertahan dicuaca sedingin ini hanya dengan piyama dan sweter tipis? Bahkan orang yang tinggal disini dari lahir pun tidak akan mampu menahan udara dingin diluar rumah dan hanya menggunakan pakaian seperti itu."
"Ahh, bagaimana aku menjelaskannya ya? Tapi aku merasa sedikit hangat waktu itu meskipun aku hampir menggigil karena dingin. Entah kenapa aku merasakan kehangatan dihatiku dan aku mampu bertahan."
"Tidak masuk akal. Apa kau memang benar-benar manusia?"
"Hei, pertanyaan macam apa itu?"
"Maaf, tapi semua memang aneh bagiku."
"Sebenarnya, kau terlalu banyak berfikir."
"Ahh, iya mungkin."
"Ahhh, udaranya semakin dingin. Bukankah kau harus masuk? Sebentar lagi akan dimulai foto keluarganya."
"Iya, ayo!"
"Hei, kenapa aku harus ikut? Aku ini orang asing kan? Apa kau lupa?"
"Aku ingat, tapi ayah ibu dan nenek melupakan semua itu."
"Aku kesini karena disuruh nenek untuk memanggilmu juga."
"Kenapa?"
"Ya karena kita mau berfoto lah. Apa lagi?"
"Apa aku boleh ikut?"
"Sudah cepat masuk, fotografernya sudah menunggu."
"Ehh, i, iya." Hana merasa sangat senang, karena sebelumnya dia sudah sangat lama tidak berfoto keluarga bersama. Sudah sangat lama, saat keluarganya berkumpul.
"Hana, kau harus ikut berfoto."
"Tapi paman,,,"
"Kau adalah keluarga kami Hana, ayo ikutlah kami berfoto."
"Baik bibi." Mereka melakukan foto keluarga, dan posisi Hana berada disebelah Dongmin. Ahh, sudah seperti istrinya Dongmin aja.:)
Setelah melakukan banyak foto keluarga, kemudin mereka melakukan foto-foto santai. Hana merasa apa yang dia inginkan audah terpenuhi secera tidak sengaja. Orang tua lengkap, kakek, nenek, kakak perempuan, kakak laki-laki dan adik. Mungkin inilah bayangan keluarga bahagia Hana, yang hanya terjadi saat ini dan entah sampai kapan.
Keesokan paginya, mereka melakukan aktifitas seperti biasanya. Dongmin yang harus pergi ke kantor, paman yang harus memeriksa kebun dan tanamannya setiap pagi, dan Ara yang harus berangkat pagi untuk jadwal pemotretan. Aduh, model ini benar-benar hebat ya? Hehe. Seperti biasanya, Hana dan bibi membereskan meja makan dan nenek bermain dengan Baekhyeon di kamar nenek.
"Hana, hari ini kita akan kedatangan tamu. Apa kau bisa membuatkan kue lagi untuk kami, buat saja yang berukuran kecil. Karena aku mau tamu kita tau tentang keahlianmu dalam memasak."
"Iya bibi, aku akan membuatnya."
"Terima kasih Hana."
"Noona, apa kau mau bermain denganku?"
"Maaf Baekhyeon, kali ini belum bisa. Mungkin nanti, maaf ya."
"Iya noona, aku akan bermain dengan nenek buyut dulu."
"Sekali lagi maaf ya, aku akan segera selesaikan ini dan bermain bersama denganmu."
"Iya noona."
Hana mulai membuat kue, sementara bibi harus menyiapkan camilan untuk tamu spesial mereka. Bibi belum bilang siapa sebenarnya tamu yang dtumggi bibi. Sejak saat keluarga ini mengakui kalau kue Hana enak, dia jadi sangat bersemangat untuk membuat kue lagi. Dengan variasi yang beda dari sebelumnya. Saat sedang asyik membuat cream, tiba-tiba hape Hana bergetar pertanda ada telpon masuk. Tapi Hana tidak bisa mengangkatnya karena tangannya sibuk, dan disana juga sedang tidak ada orang. Hape disaku Hana sudah berdering 2 kali. Sebenarnya Hana penasaran, tapi dia harus membuat kuenya lebih spesial jadi dia akan memeriksanya nanti saat semua sudah selesai. Sudah hampir siang, dan kue Hana juga akan segera jadi. Hana sedang menghias kue saat bel rumah berbunyi. Mungkin itu adalah tamu bibi.
Tring, tring, tring. Bibi segera membuka pagar rumah, dan dia mendapati seorang wanita yang sangat dia kenal berdiri anggun didepan pintu pagar.
"Wah, lama tidak bertemu kau semakin cantik ya Eunmi?"
"Hei, Hyesun kau juga nampak lebih muda."
"Ahh, sahabatku kau tau saja apa yang bisa membuatku gembira. Apa kau tidak mau mempersilahkan aku masuk?"
"Ahh, iya lupa masuklah. Hana sudah mempersiapkan kue enak buatannya."
"Siapa Hana?"
"Sudah ayo masuk, nanti kau juga tau." Mereka berdua masuk dan bergandeng beriringan. Mereka sangat senang karena bertemu lagi setelah beberapa hari tidak bertemu.
"Hana, tamuku sudah datang. Kemarilah dan sambut dia." Hana keluar dengan perasaan yang sangat penasaran. Dia terkejut ketika mendapati eonni pertamanya duduk disofa dengan sangat anggun.
"Eonni?"
"Hai Fisha, eh tadi dia memanggilmu Hana kan?"
"Iya eonni. Aku memiliki nama Hana sekarang."
"Itu cocok untukmu Hana. Hai ibu," eonni menyapa nenek yang baru saja tau kalau tamunya bibi datang.
"Halo Hyesun, lama tidak bertemu. Kau jadi semakin muda saja."
"Anda terlalu berlebihan ibu."
"Kenapa kau lama tidak main kesini?"
"Aku selalu sibuk dengan pelerjaan ibu. Dan sekarang aku luangkan banyak waktuku buat kalian."
"Hana, apa kuemu sudah jadi?"
"Iya bibi, akan segera aku hidangkan."