
Sudah hampir 1 minggu Fisya tidak sadarkan diri. Dia mengalami koma akibat dari benturan keras yang terjadi saat kecelakaan itu. Hampir saja nyawanya tak tertolong. Fisya banyak kehabisan darah dan ada patah tulang dilengan juga. Untung ada cucu dari nenek yang dia tolong itu. Fisya mendapatkan donor darah dari dia. Entah Fisya akan sadar dihari yang keberapa, semua orang pun tidak tahu. Nenek itu sangat khawatir. Bahkan seluruh keluarganya pun ikut khawatir. Nenek itu adalah jantung dari keluarganya, maka dari itu seluruh keluarganya ikut cemas memikirkan kekhawatiran nenek.
"Nenek istirahatlah! Nenek juga harus memikirkan kesehatan nenek."
"Dong Min, bagaimana aku bisa beristirahat kalau gadis itu masih terbaring koma seperti itu. Dan mungkin dia juga akan mengalami amnesia saat dia sadar nanti."
"Biarkan aku dan ayah yang mengurusnya, Nek. Kita akan berusaha memberikan yang terbaik untuknya."
"Nenek percaya padamu, Dong Min."
Dong Min mendorong kursi roda yang diduduki neneknya untuk kembali ke kamarnya sendiri.
"Tidurlah nenek! Semoga saat nanti nenek bangun akan ada berita baik." Dong Min memakaikan selimut untuk neneknya. Entah kenapa Dong Min merasakan kalau gadis itu akan membawa kehangatan untuk keluarganya.
"Dong Min, bagaimana dengan Baek Hyeon? Pasti dia sangat kesepian saat ini."
"Baek Hyeon baik, Nek. Nenek tidak perlu memikirkan bocah nakal itu"
"Aku adalah satu-satunya temannya saat kalian semua pergi kerja. Lalu bagaimana aku tidak memikirkannya saat aku disini."
"Dia akan baik-baik saja dan sekarang waktunya nenek tidur."
"Sebenarnya siapa kamu?"
Dong Min selalu menanyakan hal yang sama kepada gadis yang berbaring di depannya setiap kali datang menjenguk.
15menit sudah berlalu, kini saatnya Dong Min untuk pulang. Saat Dong Min berdiri dan hendak melangkah, tiba-tiba Dong Min seperti melihat kalau tangan Fisya bergerak. Dong Min masih belum yakin dan mulai memastikannya lagi. Dan ternyata benar. Jari gadis itu bergerak. Tanpa pikir panjang Dong Min langsung berlari keluar untuk memanggil dokter.
Beberapa menit berlalu. Akhirnya dokter keluar juga dari kamar Fisya.
" Bagaimana kondisinya saat ini, Dok?"
" sudah ada banyak kemajuan, memang benar dia telah sadar dari komanya. Tapi sepertinya dia masih merasa kelelahan, jadi untuk malam ini belum ada orang yang bisa bertemu dengan dia. Saat ini dia sedang beristihat, mungkin besok baru bisa menjenguknya lagi."
" Baik dok kalau begitu saya permisi dulu."
Dong Min merasakan lega karna gadis yang menolong neneknya akan segera sadar dan pulih. Jadi dia bisa membalas budi kepada gadis tersebut. Dan akan ada kelegaan yang luar biasa untuk neneknya.
" Nenek pasti akan sangat senang mendengar berita ini. Tapi sepertinya nenek sudah tidur, lebih baik aku pulang saja. Besok akan memberitahu nenek."
Dong Min benar-benar senang mendengar kabar baik ini. Hampir saja tidak ada senyum yang luntur dibibir Dong Min setelah mengetahui kabar ini. Dong Min merasa bahwa gadis ini adalah seorang yang jarang sekali bisa dijumpai. Bahkan Dong Min merasa ingin sekali melindungi gadis itu meskipun dia belum tau siapa gadis tersebut.