Mr. Cha, wait me!

Mr. Cha, wait me!
Lelah



Hana dan Dongmin segera pulang setelah Sunghoo berpamitan. Hari ini Hana dan Dongmin sudah terlalu lama berada di kebun.


"Dimana kau mengenalnya?"


"Di taman waktu olahraga sama nenek dan Baekhyeon."


"Masa kau gak tau kalau dia artis?"


"Sudah aku bilang gak tau kan, lagian kenapa aku harus tau?"


"Ya siapa tau kau juga bisa jadi fangilrnya kan?"


"Ya bisa aja sih, tapi kenapa aku baru tau ya kalau dia seorang artis."


"Kau saja yang tidak pernah tau drama dia."


"Apa mungkin begitu? Tapi bagaimana kau bisa tau kalau dia artis? Apa kau suka menonton drama?"


"Hei, dia itu sangat terkenal. Makanya aku bisa langsung tau kalau dia itu artis."


"Apa iya ya?"


"Ya sebenarnya sih nenek sering menonton dramanya, dan aku juga tidak sengaja ikut."


"Tuh kan, kau ini bisa-bisanya berbohong padaku."


"Aku hanya sekilas melihatnya ditelevisi, dan aku langsung tau kalau dia artis."


"Tapi aneh nggak sih? Dia sering menelponku dijam-jam sibuk orang yang sedang bekerja."


"Kau sering bicara dengan dia ditelepon?"


"Tidak juga, aku jarang sekali menerima telponnya atau membalas chatnya."


"Sombong sekali."


"So, sombong? Dari mana bisa jadi sombong?"


"Dia itu idola terkenal dan kau malah mengabaikan dia? Nggak masuk akal tau nggak?"


"Mana aku tau kalau dia idola."


"Memangnya kalau kau tau, kau masih bisa mengabaikan dia?"


"Ahh, tau ah. Pusing nih kepala, hari ini capek banget. Aku tidur dulu deh, entar kalau mau sampai bangunin ya!"


"Iya."


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah. Belum sempat Dongmin membangunkan Hana, ternyata Hana sudah bangun sendiri dan lansung keluar dari mobil. Hana langsung masuk rumah dan menuju ke kamarnya. Mungkin dia mau istirahat, karena masih ada waktu sampai makan malam tiba. Hana berencana tidak membantu Bibi Jung memasak kali ini karena tubuhnya benar-benar lelah. Setelah membersihkan diri dan beribadah dia langsung tertidur lagi di ranjangnya. Di luar nenek bertemu Dongmin dan bertanya soal Hana.


"Dongmin, dimana Hana? Kenapa aku tidak melihatnya dari tadi?"


"Mungkin dia beristirahat di kamar nenek, tadi dia bilang kalau hari ini dia sangat kelelahan."


"Apa kau menyuruh dia bekerja yang berat?"


"Tidak nenek, dia bekerja sesuai kemampuannya. Mana mungkin aku berani begitu."


"Apa kau berkata jujur?"


"Nenek, kapan aku pernah berbohong?"


"Ya sudah kalau begitu, biar aku yang membantu Bibi Jung saja memasak makan malam."


"Apa noona akan pulang larut lagi?"


"Sepertinya begitu. Oh iya Dongmin, temani Baekhyeon dulu!"


"Baik nenek."


Setelah percakapan itu nenek kemudian pergi ke dapur dan Dongmin pergi ke kamar Baekhyeon. Nenek membantu Bibi Jung dengan memotongmotong sayur yang akan dimasak, sementara itu Dongmin sedang asyik bermain dengan Baekhyeon. Karena sudah lama Dongmin tidak bermain dengan Baekhyeon.


"Paman, aku tidak melihat noona dari tadi. Apa kalian pulangnya sendiri-sendiri?"


"Tidak, kami pulang bersama."


"Kenapa aku tidak melihat noona dari tadi?"


"Mungkin dia lagi istirahat. Kenapa kalian hanya menanyakan dia sih, kenapa tidak bertanya apa aku lelah atau tidak atau bertanya apa aku butuh pijatan atau tidak? Menyebalkan."


"Kau ini bisa saja jawabnya."


Sementara itu di dapur.


"Nenek, nenek tidak perlu membantuku. Biar aku kerjakan semua sendiri."


"Biar aku membantumu bibi, Hana mungkin sedang istirahat saat ini. Jadi aku yang akan membantumu, hanya memotong sayuran tidak akan membuatku merasa lelah."


"Tapi sebaiknya menek istirahat saja, biar saya selesaikan sendiri saja."


"Baiklah, biar aku melihat Hana di kamarnya."


"Iya nenek."


Kemudian nenek pergi ke kamar Hana dan membangunkan Hana. Wajah Hana memang terlihat sangat kelelahan. Dan Hana juga terlihat lemas.


"Hana, bangun Hana."


"Ehm,,, nenek, maaf nenek aku ketiduran tadi. Dan jam berapa sekarang?" Melihat jam dindingnya."Masih ada waktu buat bantu Bibi Jung, aku akan ke dapur dulu nenek dan membantu Bibi Jung." Bergegas untuk berdiri.


"Tidak perlu Hana, sebentar lagi semua makanan sudah siap. Kau terlihat sangat kelelahan, kau istirahat saja lagi biar nanti aku bangunkan kalau semua siap."


"Tidak nenek, ayo kita ke dapur saja. Aku sudah bangun dan perutku juga terasa lapar." Tersenyum malu.


"Baiklah, ayo ke dapur dan mencicipi masakan yang dibuat Bibi Jung."


Bibi Jung sudah terbiasa dengan keberadaan Hana di rumah itu, dan juga sudah lebih mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dimakan Hana. Meskipun setiap harinya Hana lebih sering memasak makanannya sendiri, tapi Bibi Jung juga banyak belajar dari Hana.


"Bibi Jung, maaf aku tidak membantu bibi. Aku sangat kelelahan jadi aku tertidur mandi tadi."


"Tidak apa-apa Hana, tadi nenek membantuku jadi aku tidak merasa berat."


"Benarkah? Maafkan aku nenek, karena aku nenek harus kelelahan membantu Bibi Jung!"


"Tidak apa-apa Hana, aku hanya sedikit membantu."


"Kalau begitu biar aku yang menyiapkan meja makannya."


Beberapa saat kemudian semua sudah berkumpul di meja makan. Baekhyeon terlihat sangat memperhatikan Hana yang sedang makan. Dongmin tidak sengaja melihat Baekhyeon memperhatika Hana, dan kemudian Dongmin menyenggol kaki Baekhyeon. Menatap Baekhyeon dengan tatapan yang seolah bertanya apa yang Baekhyeon lakukan. Tapi Baekhyeon tidak menggubris Dongmin, dan kemudian Dongmin pun ikut memperhatikan Baekhyeon.


"Noona, kenapa kau lemas sekali?"


"Benarkah, apa begitu terlihat?"


"Iya noona, apa kau sangat kelelahan?"


"Sepertinya begitu Baekhyeon, aku butuh banyak istirahat."


"Kalau begitu, besok kau rmtidak perlu pergi ke kebun. Biar aku saja yang pergi."


"Apa tidak apa-apa kalau aku tidak membantumu?"


"Apa kau meremehkanku?"


"Ahh, tidak bukan seperti itu maksudku."


"Kalau begitu besok kau tidak perlu pergi, istirahatlah di rumah!"


"Baik."


Pembicaraan di meja makan selesai, setelah selesai makan semua kembali ke kamar masing-masing kecuali Bibi Jung yang harus membersihkan semua peralatan makm dan meja makan. Hana yang biasanya membantu pun langsung kembali ke kamarnya dan beristirahat. Hana langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya, belum lama Hana memejamkam matanhmya tiba-tiba handphonenya bergetar. Ada panggilan masuk dari Dongmin. What, Dongmin? Ngapain telepon, bukannya serumah kenapa tidak langsung memanggil dan berbicara sih?? Agak mencurigakan nih.


'Kenapa kau meneloponku?'


'Kau sudah tidur?'


'Baru beberapa detik yang lalu aku memejamkan mata dan sekarang harus berbicara denganmu'


'Maaf, aku hanya mau bertanya apa kau mau kuantarkan ke rumah sakit besok?"


"Yidak, tidak perlu. Aku hanya sedikit kelelahan. Aku hanya perlu istirahat saja. Kalau begitu biar kuakhiri saja telepon ini.'


'Baiklah selamat malam'


Tut tut tut