
Venus memilih bergabung dengan Moonflower untuk menjaga Mars di kamarnya dalam upayanya menjauhi percakapan tegang antar dua gadis di luar sana. Marbella dan Magenta.
"Aku mengerti. Sepertinya kau telah mengingkari ketentuan pengaturan itu. ”
"Untuk sesuatu untuk kau pedulikan" ucap Magenta. “Kenapa kita malah membicarakan ini? Mengapa kita melupakan fakta bahwa kita baru saja diserang oleh owanna? Dan kita masih perlu untuk pasukan tikus dan menyelamatkan mereka dan juga memastikan siapa penyusup itu, karena dia jelas berasal dari kelompok tikus kita, dan mereka seharusnya tahu—”
“Kau dapat memberi tahu kami apa pun yang kau inginkan,” kata Marbella. "Tapi aku perlu memastikan bahwa adikku bukanlah seseorang yang selalu dapat kau permainkan atau kau jadikan umpan. Bukankah kau lihat aku masih hidup?"
Sesuatu dalam nada bicara Marbella membuat Magenta merasakan takut. "Apa yang sedang terjadi? Mengapa kau begitu terobsesi dengan perlindungan terhadapnya?
Marbella berhenti bergerak. "Karena," katanya. " Aku tahu lebih banyak dari apa yang kau pikirkan."
"Apa maksudmu?" Magenta merasakan darah terkuras dari tubuhnya. "Tidak mungkin. Tidak memungkinkan."
Marbella tidak mengatakan apa-apa.
“Ayolah, Marbella, jangan gila— Aku memang tidak sempurna, tapi aku tidak akan pernah—”
"Hei— Apa yang baru saja terjadi?" Jiso, terengah-engah dan panik, berlari ke arah keduanya. “Saya melihat Mars memasuki sebuah pintu dengan langkah tidak biasa dan dia tidak keluar dari sana setelah beberapa saat di dalam. Jadi, saya kemudian menemukan Jimmy dan membawanya masuk untuk menemani saya melihat situasi di dalam. Tetapi ketika saya memeriksa, saya melihat— saya melihat—”
"Ya?"
"Apa yang terjadi?" Suara Jiso meninggi.
Magenta mulai menawarkan penjelasan. "Aku tidak tahu apa yang dimaksud Jiso, tetapi aku juga khawatir bahwa aku mengenalnya terlalu baik untuk menyangkal pikirannya. Hatiku mengatakan Mars tidak akan pernah mengkhianati kita, tetapi otakku mengatakan bahwa Lusio biasanya benar dalam hal mengeluarkan omong kosong semacam ini.
"Apa maksudmu dengan adikku akan berkhianat?" Marbella menatap tajam Magenta.
"Tidak, maksudku... Hal itu berpotensi terjadi. Tapi aku sama sekali tidak ingin membenarkan tindakan Lusio terhadap Mars. Itu salah." urai Magenta.
"Jika pertimbanganmu terlalu merugikan dirimu karena melibatkan kami, maka aku akan menarik mundur semua pasukanku. Kami akan bergerak tanpa dukunganmu," ancam Marbella.
Jiso bergerak ke sisi Marbella. Memberi dukungan bisu untuk gadis itu.
Dari kejauhan Venus terlihat, kulitnya yang coklat berkilau di bawah sinar matahari yang cerah, dan kelegaan membanjiri Jiso. Ia dari luar?
Akhirnya.
Venus akan tahu lebih banyak tentang Magenta atau Lusio. Dia harus. Dan apa pun yang dia ketahui hampir pasti akan membantu membebaskan Mars dari afiliasi apa pun dengan kekacauan ini. Dan segera setelah mereka bisa menyelesaikan kecelakaan aneh ini, mereka akan bisa keluar dari sini dan memulai penyelamatan.
Itu dia.
Itu rencananya.
Itu membuat Jiso merasa senang memiliki rencana. Tapi saat kami cukup dekat, Venus menyipitkan matanya ke arah Jiso dan Marbella, dan raut wajahnya mengirimkan gelombang ketakutan baru ke seluruh tubuh tikus itu.
Dan semua melakukannya.
Marbella terlihat menahan marah.
Jiso berusaha tenang.
Venus terlihat muak dan lelah dengan semua.
Pria itu biasa dalam ketenangan, namun hari ini dia kehilangan itu semua. Bahkan senyumannya.
Magenta, Jiso terkejut wanita itu menyimpan terlalu banyak hal. Selain pintu-pintu ajaibnya, dia ternyata terhubung dengan banyak hal-hal tak terduga lainnya.
Marbella sangat jarang kehilangan kesabaran yang sebenarnya. Tapi di sini, sejak mereka kembali dari latihan terakhir... Suasana tidak pernah sama lagi. Perpecahan terlihat, namun yang tikus itu belum pahami adalah kegigihan Marbella untuk bertahan dan bernegosiasi. Seperti bukan dirinya yang biasa.
"Kau telah keliru dengan membiarkan pria dengan kewarasan yang tidak wajar berkeliaran di rumah kita," suara Venus berbicara pelan pada Magenta.
"Tapi ini—," Magenta tidak melanjutkan ucapannya.
Dan masalahnya adalah, Jiso bahkan tidak tahu di pihak mana Venus berada. Pria itu terlihat memiliki kepedulian abu-abu.
Pada akhirnya, Magenta benar tentang Mars, tapi dia juga salah. Mars tidak merencanakan sesuatu yang jahat, dia tidak melakukan sesuatu dengan tujuan pengkhianatan. Gadis itu bernama Anna, ia dilahirkan dari masa depan dan diasuh sebagai anak dari Venus dan Magenta. Tumbuh sebagai gadis baik sebelumnya, namun sesuatu telah mengubahnya selama mereka tertahan di Grimoland.
Kesalahan Mars adalah berpikir bahwa semua orang memiliki pandangan dunia yang sama dengannya. Dan Lusio, pria itu hanya memiliki setengah kewarasannya. Secara biologis dia adalah ayah dari Anna diluar kerumitan lainnya.
Berbeda dengan orang tua umumnya. Lusio dan Magenta, mereka terlibat setidaknya. Dan Venus dalam banyak petualangan, ia lebih merupakan pengasuh daripada pejuang. Di hari-harinya sebelum kembali ke ruang dimensi dia adalah seorang yang penuh perhatian pada siapapun, pekerja sosial, terutama untuk anak-anak.
Tidak hanya untuk Anna, dia bahkan berusaha membangun rumah dan perlindungan bagi yang terpinggirkan. Itu semua tentang cinta dan kemanusiaan. Meskipun ia tahu bahwa Magenta sedang bersiap untuk melawan pasukan owanna, dan sebuah rencana dibelakangnya.
Sepenggal kisah itu cukup untuk Jiso mengerti, setidaknya sedikit menjernihkan situasi Mars. Tapi tindakan tidak masuk akal Lusio yang melukai pemuda itu, tidak dapat pemakluman meski pernyataan Magenta dikuatkan oleh Venus mengenai kejiwaannya.
Marbella atau Mars atau pasukan timus tidak selalu melakukan kekerasan. Terutama Mars, ia tidak suka menggunakan kekuatannya dengan cara yang tidak berwibawa. Dia lebih seperti sosok penyayang bagi sebagian besar dari kelompoknya.
Tapi di sini-
Pemuda itu mengalami masa maju dan mundur terlalu cepat. Emosinya dipermainkan, dan kejadian-kejadian tidak masuk akal mungkin telah memberinya guncangan yang tidak terlihat. Tapi dia masih Mars yang lugu.
Tidak butuh waktu lama bagi seekor tikus berpengalaman seperti Jiso untuk menyadari bahwa Venus dan Magenta berbeda dari yang terlihat. Mereka cukup baik, tapi mereka juga memiliki rencana ganda.
Karena itulah dia tidak suka menghabiskan banyak waktu untuk basa-basi, dan dia kebanyakan menyendiri. Hanya beberapa waktu belakangan, didorong oleh rasa penasaran, ia berbincang menghabiskan lebih banyak waktu dengan pria itu. Mereka tidak selalu makan bersama orang lain. Dan Venus juga tidak selalu berpartisipasi dalam hal-hal kelompok. Dalam banyak waktu, Venus juga menampilkan bahwa ia penyendiri.
Tapi Jiso tidak memilih untuk menjadi buta, dia adalah tikus yang waspada.
Marbella, gadis itu tampak telah cukup memahami segalanya. Ia diam tak bergeming. Bahkan kisah yang dituturkan Venus tidak membuatnya memperlihatkan reaksi tertentu. Air wajahnya tetap sama. Saat semuanya di rasa cukup, ia membawa Jiso untuk menemani Mars.