
“Salam, Ratu Maya,” Bababawanna memberi hormat dengan mempertemukan jari-jarinya dan membentuk segitiga di atas kepalanya ketika melihat sosok perempuan dengan gaun hitam panjang melayang perlahan di udara.
“Salam, Ratu Maya!” Sekelompok pria berjubah dan beberapa lainnya berseru serempak memberi salam, membungkukkan tubuh dengan tangan membentuk segitiga di atas kepala.
Makhluk yang dipanggil ratu oleh Bababawanna itu membumbung semakin tinggi, memberi ruang pada pasukan hitam untuk melesat semakin cepat ke arah Magenta berada, benturan dengan kekuatan besar terjadi. Gelombang cahaya dari tubuh Magenta menghantam kumpulan pasukan hitam ke udara dan jatuh berserakan, namun kehadiran mereka seperti tiada habisnya.
Magenta mengganas, setiap kilatan emosinya disertai dengan serangan yang menyiksa pada kumpulan besar pasukan dari hutan gelap. Jarak yang begitu dekat antara Rong dan Magenta tak elak membuat daging di tubuh Rong terasa memar. Tulang-tulangnya terasa remuk dan matanya seperti buta oleh kilatan cahaya yang silih berganti.
Sejenak kemudian, Rong merasakan terkejut yang luar biasa saat ia dapat merasakan Magenta—suaranya, perasaannya, penglihatannya, lebih kuat dari sebelumnya. Sebagian tidak terikat, tidak terkendali. Magenta seolah mencoba membuatnya lebih kuat bahkan saat tubuhnya layu. Hingga berada begitu dekat dengan Magenta bukanlah hal yang menyiksa lagi bagi Rong. Tubuhnya dialiri oleh sesuatu yang sulit ia kendalikan. Tinju Rong terkepal begitu erat hingga kuku jarinya menembus daging lembut telapak tangannya.
Venus melangkah mundur, mengambil jarak dari keduanya. Perlahan ia bergerak ke tempat King Grimo dan Bababawanna berdiri.
“Hentikan mereka atau aku akan meledakkan kepalanya,” Venus mengarahkan ucapannya pada Bababawanna. Pria itu menempelkan moncong dingin pistol yang ia dapatkan dari Rong ke pelipis King Grimo yang samasekali tidak memberikan respon apapun, ia tetap tertunduk dan berpegangan erat pada tongkatnya.
Bababawanna terkejut, ia tidak menyadari kehadiran Venus, namun sesaat kemudian ia menyeringai. “Tuan Venus, aku tidak tahu apa yang membuat Anda berada di sini sekarang dan menodongkan senjata pada yang Mulia. Aku pikir kau seharusnya berada di sisi nona Magenta untuk membantunya.”
Venus menekan pistol lebih dalam pada pelipis raja Grimoland itu. Jenderal Panpan bereaksi. Sejumlah prajurit bersiaga dengan senjata mengarah pada Venus juga tatapan waspada dari sejumlah petinggi kerajaan yang hadir di sana.
“Aku tidak dapat melakukan apa-apa lagi, Tuan Venus. Ratu Maya telah datang, waktunya telah tiba. Tolong turunkan senjata Anda, dan berdirilah dengan tenang, semua akan baik-baik saja.” ujar Bababawanna sopan.
Bababawanna menyunggingkan senyuman licik di wajahnya yang perlahan berubah meruncing dengan dua gigi besar yang menonjol diantara bibirnya. Alisnya terangkat dan sejuntai ekor muncul dari sisi belakangnya. Venus dan beberapa orang yang menyaksikan terkesiap. Jenderal Panpan dan sejumlah pasukan di sekeliling raja bersiaga.
Venus menatap ke sekeliling, tampak beberapa pria berjubah dengan wajah runcing membungkuk ke tanah.
King Grimo merasakan beban berat mulai dari rambutnya hingga anggota badannya, dagingnya melilit seperti plastik, peti mati kulit. Lidahnya, lidahnya adalah kadal mati yang bertengger di mulutnya, kasar dan berat. Bulu-bulu halus di lengannya berdiri.
Ia merasakan sebuah tangan di atas kepalanya.
“Mengapa kalian semua diam?
Lihat aku, lihat wanita itu akan merobek-robek tubuhku... tidak, dia..., dia akan mengambil jiwaku!... Aaaaaaaaa, tolong... tolong....!!”
King Grimo pikir ia sudah berteriak.
Ketika ia mengalihkan pandangan pada penasihatnya, King Grimo terperanjat melihat apa yang ada di hadapannya. Seorang.. bukan, seekor tikus besar menyerupai manusia sedang tersenyum padanya.
“Waktunya untuk melayani ratu, Rajaku,” Bababawanna membungkuk hormat.
“Bunuh dia, sekarang!!” Suara Magenta bergema.
Venus tersadar. Ia mengarahkan pistol ke Bababawanna dan menarik pelatuknya.
Bababawanna tertawa terbahak-bahak. “Ratu di sini, tidak ada yang bisa melukaiku... Hahahhahaha.”
Wanita berjubah hitam menengadah ke langit, berputar-putar di udara sebelum akhirnya melesat cepat ke arah King Grimo berada.
Magenta secepat kilat menyambar tubuh King Grimo dan melindunginya dengan cahaya. Wanita berjubah hitam melengking nyaring lalu membumbung tinggi ke udara diiringi debu hitam dan deru angin yang berhembus kencang.
Sementara itu Rong, bertarung melawan pasukan yang tiada habisnya dari hutan gelap. Ia kewalahan, sekujur tubuhnya seperti tercabik-cabik disetiap benturan kekuatan dengan pasukan hitam terjadi.
Pemimpin mereka, ratu Maya, terhubung dengan King Grimo. Bababawanna diam-diam memainkan satu mantera dan mencoba mengendalikan King Grimo yang berada dalam perlindungan Magenta. Ketika upayanya gagal, ratu Maya beralih menyerang Rong dan hampir mengalahkannya. Namun, Rong berhasil bertahan, dibantu oleh kehadiran TarNow yang kuat yang dikenal sebagai ruh suci Ghoyanta.
Tapi Magenta terluka parah saat bertarung dengan kekuatan gelap yang merasuki King Grimo, dan ratu Maya berhasil mengambil alih tubuh King Grimo sepenuhnya. Namun Magenta berhasil membuka gerbang dimensi menuju tanah luar sebelum akhirnya bertekuk lutut dibawah tekanan sihir ratu Maya dan Bababawanna. Dan di detik terakhir Venus datang meraih tangan Magenta yang tubuhnya perlahan berubah menjadi serpihan cahaya bertaburan seperti kunang-kunang, menariknya ke ruang dimensi dan menghilang.
Sebelum pintu dimensi menutup, TarNow membawa Rong memasukinya menyusul Venus dan Magenta tapi mereka tidak menemukan keduanya. Rong lalu terlibat kejar-kejaran dengan pasukan hutan gelap yang di sebut sebagai Owanna di bawah perintah ratu Maya yang telah menjelma menjadi King Grimo. Owanna berkelebat dalam ruang dimensi, sosok hitam tinggi yang diselubungi asap hitam dan mampu berubah wujud menyerupai manusia.
Bersama TarNow, Rong melarikan diri dari Grimoland, berkali-kali terlibat dalam pertarungan sengit dengan pasukan Owanna hingga akhirnya Rong mendapatkan perlindungan dari kaum Vur di dunia luar di kaki pegunungan Colonomis.
Pada pertarungan terakhirnya dengan Owanna, TarNow mampu mengalahkan Owanna dengan telak, menghapus jejak dan meloloskan diri bersama Rong dan Rong menetap dengan identitas baru sebagai warga biasa di kaki gunung Colonomis.
Di Grimoland, ratu Maya menyebut dirinya Ruh Grimo sang pencipta demonology, Penguasa Grimoland. Beberapa pemangku kepentingan dan relasi percaya pada pesona palsu itu, terutama kelompok yang tinggal di sebelah kerajaan Grimoland, Akula.