LUCEM

LUCEM
Chapter LXIV



...POVΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩMAYA...


Setan mengundangmu.


Setan tertawa.


Setan bergembira.


Setan berpesta dan mereka berpikir ia sedang berbagi kebaikan.


______________________


Bababawanna menghela napas. Dia berkata. "Dan di sini aku benar-benar menantikanmu menjadi ratu, Maya."


"Jangan takut sekarang," Bababawanna memperingatkanku.


Bababawanna menatapku dengan tatapan terukur saat dia berdiri. "Sudah kubilang sebelumnya, king Grimo adalah salah satu dari sedikit orang yang aku perjuangkan agar tidak disakiti, bahkan dengan nyawaku sendiri. Besok, aku akan membuktikannya."


Aku menatapnya, memperhatikan garis keras rahangnya dan kilau tanpa kompromi dalam tatapannya yang berwarna hitam pekat, gelap. "Kau lakukan itu, dan aku akan menarik kembali semua hal buruk yang pernah kukatakan tentangmu."


Bababawanna menyeringai, suasana hatinya berubah dari serius menjadi jahat dalam sekejap. "Kenapa? Aku adalah semua itu dan banyak lagi."


Aku menggelengkan kepala. Bababawanna lebih bangga dengan kebejatannya daripada siapa pun yang pernah aku temui dalam seribu tahun lebih, tetapi jika dia membantuku mendapatkan tubuh darah yang sesuai yang telah dimantrai, aku berjanji akan menghujaninya dengan kepuasan pe la cur sambil bersumpah dia adalah malaikat.


Namun, wanita unggas itu bisa memenggal kepala kami dengan pikirannya, dan di hari terbaikku, aku tidak bisa melawan wanita itu, jadi tidak satu pun dari kami yang bisa hidup sampai besok, jika kami tidak bermain siasat. Aku melawan teman dan orang-orang yang aku cintai, yang membuatku beroperasi di bawah batasan untuk tidak membunuh sembarangan secara brutal.


Tidak perlu bola kristal untuk mengetahui hasil di masa mendatang, yang tidak begitu jauh. Dengan mantra Bababawanna, dengan kebijaksanaan yang ia jaga telah menarik perhatian mereka, Bababawanna berhasil mengendalikan pria yang paling memuakkan dalam hidup kami. King Grimo.


Baiklah. Saatnya untuk mempertaruhkan bagian. "'sampai maut memisahkan kita," aku terkekeh pada sumpah konyol itu. Lagi pula, hidup selamanya terdengar membosankan.


Dan tubuh king Grimo yang lemah menjadi sarang sementara untukku.


"Menjijikkan sekali, Yang Mulia," Bababawanna membungkuk hormat.


"Lumayan daripada tidak ada," balasku.


Setiap kali organ-organ tua pada tubuh renta Grimo bertingkah, aku harus keluar dengan terpaksa. Itu sangat menyakitkan, seolah separuh ruhku tertinggal untuk disiksa bersama jasadnya.


Seandainya aku mempercayai Bababawanna lebih cepat, aku tidak perlu bersemayam dalam tubuh Grimo yang sakit-sakitan. Dulu dia memiliki tubuh kekar yang sehat dan kuat. Aku benar-benar pintar dalam membuang masa. Bertahun-tahun menelantarkan tawaran yang menguntungkan dari pria cabul Bababawanna entah untuk apa, jika pada akhirnya aku tetap menerimanya dengan banyak keterlambatan.


"Ya," jawabku singkat. Lututku ngilu dan pinggangku, owh.


"Tubuhmu sedang dalam perjalanan, ketika itu sampai berjanjilah untuk menyajikannya untukku pertama-tama." Bababawanna berkedip menjijikkan.


Aku lelah dengan semua peran yang aku jalani, aku benar-benar lelah. Aku sangat menginginkan tubuh itu dan mendapatkan pria lucem-ku, dan membawanya ke dalam keabadian.


Hal yang tidak menguntungkan dari hidup berabad-abad adalah menunggu terlalu lama.


Lucem-ku, seorang pria dengan daya murni. Putri Owanna telah meramalkan kedatangannya untukku lebih dari seribu tahun lalu. Ketika kami memutuskan untuk bersatu.


Tubuh mudaku dan kekuatan supernatural putri Owanna, kami menyeberangi ruang dimensi hutan gelap dan mendatangi banyak tempat untuk menemukan pria itu. Tapi tubuhku secara alami menua dan rusak, dan kami harus mendapatkan tubuh baru yang tepat setiap kalinya. Bukan pekerjaan mudah, bahkan dengan mengerahkan seluruh pasukan owanna yang ada.


Tubuh darah tidak tersedia tiba-tiba, tubuh ideal tempatku bersemayam haruslah tubuh darah seorang wanita dalam garis keturunanku.kami harus menciptakannya jika menginginkan tubuh abadi. Namun sebelum itu semua, kami harus rela bersemayam di tubuh manapun meski hanya memiliki sedikit kesesuaian. Dan aku akan tersiksa seperti saat ini jika memaksa.


Adalah kemalanganku untuk hanya memiliki dua orang putra yang tidak berkembang biak dengan gembira seperti seharusnya. Jhonatan hanya memiliki seorang putri dan Adam menyembunyikan segalanya dariku.


Perpisahan menyakitkan di masa lalu, cinta pertama. Putri Owanna-lah yang telah menyelamatkan hidupku. Dan kami mendapatkan pria kedua untukku.


Pria kedua, seseorang dengan kelimpahan cinta, tergila-gila padaku. Kami hidup berbahagia, melahirkan dua orang putra di ruang dimensi hutan gelap, bayi-bayi kami tumbuh sangat perlahan dalam beberapa puluh tahun. Tapi, priaku hanyalah manusia biasa, hidupnya berakhir diusia yang tidak begitu tua. Sebuah kecelakaan yang terlambat aku ketahui.


Setelah kepergiannya. Kesepian mencekik leherku. Namun butuh keberanian untuk kembali menginjak dunia luar setelah bertahun-tahun tidak menyentuhnya. Anak-anakku tidak menjadi sebuah kesenangan lagi ketika perasaanmu menjadi hampa. Aku harus segera keluar. Dan di sinilah aku, Grimoland.


Bababawanna, pria yang berulang kali menghampiriku. Membujukku melepaskan pakaianku dengan sukarela untuknya, tapi aku gigih menolak, karena seorang pria, calon raja Grimoland telah memikat hatiku. Pria dengan perawakan sempurna, yang meminta hatiku dengan berlutut, aku benar-benar telah terpesona.


Tapi, tidak ada yang sempurna dalam hidup. Pria mencintaiku, mencintai tubuhku, mencintai sebagian jiwaku tapi tidak dengan masa laluku. Ia mempertanyakan anak-anakku, dia mencuriagai cinta dan ketulusanku. Yang terburuk dari itu dia memperlakukan putraku secara rendah dengan terang-terangan. Aku dicintai dan aku dilukai dalam waktu bersamaan. Anak-anakku hidup diruang yang diasingkan.


Bababawanna tidak pernah menyerah. Dia tergila-gila dengan aroma jiwaku, memohon agar mendapatkan kesempatan meniduriku. Tidak sehari, tidak dua hari, dia memohon hal yang sama selama berpuluh-puluh tahun. Rela mengabdikan dirinya untuk Grimoland, berjalan beriringan dibelakang sang raja. Menguntitku.


Meski telah aku kirimkan ratusan wanita untuk memuaskan hasratnya, tapi itu tidak pernah padam. Dia setia menantiku. Hingga akhirnya, puncak penantiannya terlihat dari kejauhan.


Cintaku pada raja Grimoland memudar perlahan, tidak hanya aku tapi dia juga. Kami saling menjauh, saling menyakiti. Dan Bababawanna memainkan perannya. Kematian ratu Maya diumumkan.


Tapi keberuntungan besar datang, kami segera mendengar kabar baik lainnya, tubuh darah telah lahir. Dan itu adalah salah satu tanda bahwa pria lucem juga akan segera hadir. Tapi, fisik manusiaku butuh pembaharuan segera. Tidak ada lagi tubuh yang sesuai di Grimoland. Semua telah habis. Bababawanna telah bekerja keras, dan aku dengan terpaksa harus kembali ke hutan gelap, menunggu.


Sampai akhirnya, Bababawanna kembali mendatangi gerbang ruang dimensi hutan gelap, menjanjikanku tubuh penampung sementara, Astaga! Itu tubuhnya, raja Grimoland.


Kembali ke sini, ke kamar yang akrab, tempat yang setiap sudutnya aku ingat dengan baik, kenangan baik dan buruk. Bababawanna, pria gigih itu membawakanku kekuasaan, keberdayaan, siapa yang bisa menolak semua itu?