
Tapi bagaimana dengan rencana untuk mendapatkan teman-teman kita kembali?" tanya Jimmy. “Jika kita menunggu lagi..., sebelum bergerak untuk menyelamatkan mereka, kita bisa saja telah terlambat.”
Marbella menggelengkan kepalanya. “Rencana untuk menyelamatkan pasukan harus diikat dalam rencana untuk menyelamatkan 'kita',” katanya. “Aku yakin otak dari pasukan hitam menggunakan penculikan pasukan kita sebagai umpan. Umpan omong kosong yang dirancang untuk menarik kita ke tempat terbuka. Mereka hanya berharap kita akan melangkah keluar dari perlindungan kita cukup lama untuk memberikan perkiraan lokasi kita dan membuka pintu.”
"Yang sekarang telah kita lakukan," ucap Jimmy, ngeri pelan.
Aku memijat pelipisku. Adalah pertama kali untuk mendengar dengan terang Marbella berkompromi dengan rencananya.
"Apakah Superman masih bersama kita?" Tanya Marbella kemudian.
"Tidak, dia... Aku terlambat memberitahumu, Nona Marbella.. Superman dan liontin yang seharusnya aku serahkan pada Anda telah menghilang sesaat sebelum keributan," jelas Jimmy.
"Liontin seperti apa?" Tanya Marbella.
Marbella dan Jimmy tampaknya menemukan sesuatu mengenai liontin tersebut, percakapan mereka semakin serius. Marbella melanjutkan diskusinya melibatkan seluruh pasukan tikus yang tersisa.
Sebuah penjelasan meluncur dari mulut Marbella.
"Tujuan utama mereka bukanlah para tikus atau aku atau Maria dan Moonflower. Yang dia inginkan hanyalah—, ” Marbella melirikku.
“Itu yang kamu katakan. Bahwa dia menginginkan Mars?” tanya Jimmy heran.
"Ya," jawab Marbella.
“Itu benar— Tapi rasanya saya masih tidak mengerti. Anda baru saja menjelaskan semua alasan bagi kami untuk berperang, tetapi rencana serangan Anda masih tidak masuk akal bagi kami."
Moonflower tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. “Kita masih harus membuat rencana untuk bertarung,” katanya. “Kita memerlukan rencana untuk menemukan teman-teman kita, membawa mereka kembali, dan kemudian, pada akhirnya, mungkin harus—,". Moonflower menahan kata-katanya.
"Tapi aku mengusulkan kita menunggu James sampai stabil," nada suara Moonflower kembali melunak.
Perdebatan kembali terjadi, Jimmy dan beberapa tikus mendesak penyelamatan segera atas rekan-rekan mereka. Sementara Jiso tampak menahan diri, ia berbicara sangat sedikit.
"Aku menyarankan kita melakukan penguncian penuh dan lengkap di sini sampai James sadar dan yang mengalami cedera diantara kita mendapat perawatan dan membaik. Tidak ada yang masuk atau keluar dari selubung pelindung. Jika diantara kalian membutuhkan persediaan darurat, Moonflower dan aku dapat menggunakan kemampuan kami untuk melakukan sesuatu yang penting untuk menemukan apa yang kalian butuhkan. Pembentukan kembali akan menempatkan pasukan di mana-mana mengitari sisi dalam selubung pelindung, memantau setiap gerakan di daerah ini, tetapi selama kita tetap terisolasi, kita harus dapat mengulur waktu," instruksi Marbella panjang.
“Tapi kita tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan James untuk bangun,” kata Sam. "Bisa berminggu-minggu—bisa tidak pernah—"
“Misi kita,” kata Jiso, memotong pembicaraannya, “harus melindungi Mars dengan segala cara. Jika kita kehilangan dia, kita kehilangan segalanya. Itu dia. Itulah seluruh rencana sekarang. Menjaga Mars tetap hidup dan aman adalah prioritas. Menyelamatkan pasukan yang disandera adalah yang kedua. Selain itu, mereka akan baik-baik saja. Sebagian besar dari kita telah melalui simulasi pelatihan dasar yang lebih buruk.”
Seluruh gumaman berakhir diantara pasukan tikus.
Jimmy membuat suara persetujuan.
"Bagaimana denganku?" Aku protes.
Marbella menatapku kemudian, dan untuk sesaat, dia tersendat. "Kami akan melakukan yang terbaik," katanya. Dan meskipun kata-katanya terdengar sangat simpatik, hanya itu yang dia berikan padaku. Tanpa penjelasan tambahan.
Aku merasa detak jantungku mulai melonjak. Perasaan tiba-tiba diasingkan. Aku berpamitan untuk memeriksa kondisi James.
"Jadi kita hanya harus mengambil risiko membiarkan mereka mati?" suara Sam. “Kita seharusnya bertaruh pada kehidupan seorang manusia untuk tikus-tikus kita? Kenapa tidak biarkan dia terlibat secara langsung dan berharap yang terbaik? Apakah kamu serius?"
Aku menahan langkahku dan bertahan di balik dinding untuk menyimak.
"Bukankah apa yang kita lakukan selama ini untuk mereka adalah pengorbanan dan loyalitas?" Kembali suara Sam tinggi.
"Tidak, tidak," katanya, panik. “Kita membutuhkan rencana lain. Sebuah rencana yang lebih baik. Sebuah rencana yang menyelamatkan semua orang, dan dengan cepat.” ucapnya lagi.
Moonflower menyadari keberadaanku, ia berjalan ke balik dinding, menatapku seolah dia merasa kasihan padaku.
Itu cukup untuk membuatku meluruskan tulang belakangku.
Aku berputar, keterkejutan berubah dengan cepat. Aku melangkah menuju tempat James di rawat, duduk di sudut seperti sekarung daging yang tidak berguna. Moonflower masuk. "Bagaimana denganmu?" kataku padanya. “Apa pendapatmu tentang ini? Apa kau akan merasa baik-baik saja dengan membiarkan saudaramu sendiri mati atau terancam?"
Keheningan tiba-tiba mencekik.
Moonflower tidak menjawabku untuk waktu yang lama, dan ruangan itu terlalu terpana oleh kebodohanku untuk ikut campur. Aku baru saja melanggar perjanjian diam-diam untuk berpura-pura tidak mengetahui apa-apa, tetapi sekarang aku telah terprovokasi situasi, semua orang ingin melihat apa yang terjadi selanjutnya.
Akhirnya, Moonflower menghela napas.
Itu bukan suara yang tenang dan santai. Itu adalah suara marah yang keras yang sepertinya hanya membuatnya semakin terluka. Dia bahkan tidak mengangkat kepalanya saat berkata, "Aku baik-baik saja dengan banyak hal, Mars."
Tapi aku terlalu jauh untuk kembali sekarang.
"Itu omong kosong," kataku pelan, tinjuku mengepal dibelakang punggung. “Itu omong kosong, dan kau tahu itu. Kau lebih baik dariku dalam melindungi mereka.”
Moonflower tidak mengatakan apa-apa. Dia tidak menggerakkan otot, tidak berhenti menatap tempat yang sama di lantai. Dan aku tahu aku seharusnya tidak mengeluh padanya—aku tahu dia atau Marbella dalam keadaan rapuh sekarang—tapi aku tidak bisa menahannya. Aku tidak bisa membiarkan ini, demi aku, tidak boleh seperti ini.
Kesunyian kembali mengisi ruangan. Mengi napas James. Aku melompat menghampiri.
Moonflower memberikan beberapa tindakan cepat. Wajahnya memucat. Moonflower duduk di kusi, memberikan jawaban yang memotong sisa-sisa harapanku pada James.
“Jadi begitu? Setelah semuanya—hanya itu? Kau akan membiarkan James mati begitu saja?” Jantungku berdebar kencang, keras dan berat di dadaku. Aku merasa frustrasi memuncak, berputar-putar ketika James menarik napasnya satu persatu dengan berat. Aku belum pernah melihat kematian begitu dekat, itu menyerang pusat ketenanganku.
Moonflower berdiri.
Cepat, terlalu cepat. Moonflower berdiri dan aku tiba-tiba minta maaf. Aku merasa sedikit marah tetapi sekarang aku tidak merasakan apa-apa selain penyesalan. Aku mengambil langkah mundur yang tidak pasti. Moonflower mengikuti. Tiba-tiba dia berdiri di depanku, mengamati mataku, tapi ternyata aku tidak bisa menahan tatapannya lebih dari satu detik. Matanya begitu hijau pucat hari ini— saat ini—
"Lihat aku," katanya.
"Um, tidak, terima kasih."
"Lihat aku," katanya lagi, kali ini pelan.
Aku tidak mengerti. Rasa sakit yang lain di mata itu....
"Mars, aku telah melewati banyak masa dan kefanaan, bisakah kau mempercayaiku? Aku telah berulang kali memiliki harapan juga melihatnya hancur. Aku juga kesal, tapi aku tidak berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda. Dan sekarang, kau tampak seperti orang yang sama sekali berbeda. Di mana pria yang tenang itu? Di mana pria yang mengalami serangan panik di lantai kamarnya tapi tetap menahan diri? Di mana pria yang tertawa terbahak-bahak sehingga pipinya berlesung pipit? Dimana pria yang kukira temanku?
“Apa yang terjadi padamu, Mars?” Moonflower berbisik. "Kemana kamu pergi?"
Ucapannya mengembalikan kesadaranku. Aku mungkin saja akan merusak sesuatu yang lebih besar dan nyata dengan emosi ceroboh yang tak dikendalikan. "Maafkan aku," bisikku mendekati Moonflower.
Perlahan cahaya di matanya kembali. Tangannya melingkari pinggangku. "Terima kasih," ucapnya pelan.