LUCEM

LUCEM
Chapter VIII



TarNow harus berterima kasih pada situasi dunia terkini. Wabah Covid-19 mempertemukannya dengan hal-hal baru yang membawanya ke dalam ruang baru yang berisi orang-orang baru, kemasan baru. TarNow.


TarNow


Aku sedang dalam proses...


Ada hal-hal yang harus dipelajari dan ada hal-hal yang harus diprogram ulang. 


Ada hal-hal yang aku dan aku tidak ingin menjadi. 


Ada hal-hal yang aku belum dan aku inginkan. 


Ada hal-hal yang aku dan aku masih tidak tahu, tapi aku ingin tahu. 


Aku sedang dalam pembangunan tetapi aku telah dalam pembongkaran.


*


*


*


.


Perasaan asing yang tidak asing menyerbu menyambut kehadiran TarNow di ruangan baru. Tidak ada mantra ajaib yang berguna saat ia sendirian dan tidak ada yang perlu untuk dilakukan. Tidak ada sulap yang bisa dipamerkan saat tidak ada penonton yang akan terkesima, takjub, bersorak dan bertepuk tangan. Tidak ada panggung. TarNow.


Tiba-tiba telepon berdering.


Sisi: Pemijat, berminat?


TarNow: Berminat.


******


Sisi


TarNow payah dalam berkata-kata, tapi jarinya lincah untuk memijat. Suatu hari TarNow akan berterima kasih karena aku tidak membiarkan bakatnya tersia-siakan.


Guru dalam pendidikan emosional.


Psikolog yang berbicara tentang tidak berlabuh pada siapa pun.


Seorang mistikus yang menempuh dan memberlakukan jalan penyembuhan diri.


Dia yang memperhatikan pertumbuhan pribadi.


Sisi yang mampu mengalahkan para ahli harga diri.


Sisi yang selalu merekomendasikan menjadi kuat dan hanya bergantung pada diri sendiri.


TarNow


Mereka benar, tapi aku lebih bahagia saat kau melihatku. Sisi.


Satu jam, satu hari, satu bulan... Pemijat bukan pekerjaan sepele. Dari halo ke halo lalu hai ke hai berlanjut pada apa kabar?


Menemukan satu orang, lalu dua orang dan tiga orang kemudian mendapati banyak orang. TarNow semakin terlatih melirik ke kiri lalu ke kanan, sambil terus menggerakkan jari-jarinya.


Orang-orang datang sebagai angin, orang-orang datang sebagai debu dan orang-orang datang sebagai pohon. TarNow membiarkan apapun yang melewatinya. Duduk dan berdiri, berjalan pelan lalu berhenti untuk berjinjit, menjadi penonton untuk mereka dan juga untuk dirinya.


TarNow


Dan Sisi tahu bahwa hal-hal baru datang ke dalam hidupku, dan tidak mengetuk pintu, atau masuk melalui jendela seperti yang mereka katakan ...


Hal-hal itu telah datang meruntuhkan rumah, merobohkan dinding, merobek lantai, mengguncang jiwa ...


Sisi


Orang-orang lebih menakjubkan daripada pertunjukan sulap. Orang-orang dengan ekspresi tidak terbaca. Meraba sembari memejamkan mata adalah pilihan terbaik.


Tiba-tiba telepon berdering.


Sisi: Memejamkan mata?


TarNow: Ya, tapi tidak bisa terlalu lama.


Sisi: Ikuti saja.


TarNow: Berapa lama?


Sisi: Semampumu.


TarNow: Hmmm... yang terbaik.


******


TarNow


Ruangan baru tidak akan selamanya baru. Ruangan terbiasa dengan kehadiranku dan orang-orang mengenaliku. TarNow.


Aku mengabadikan ruangan dan orang-orang dalam kotak tak tersentuh debu.


Sisi, jika kita pergi...


Jangan pergi ke jalan di mana kita hanya dapat mendengar mekanik dan deru kebisingan.


Kita akan pergi mencari jalan pohon nyiur dan jalan pohon apel. Mereka akan mengajari kita. Sesuatu.


Jika kita pergi...


Jangan melihat wajah-wajah yang sedih oleh alur-alur penderitaan yang tidak perlu karena tidak tahu bagaimana memandang diri sendiri.


Mari kita melihat matahari di antara titik-titik embun ketika penghujung April membuka langit untuk mereka.


Dan juga melihat air mata yang mengalir di wajah bersih dunia, ketika ketidakpahaman menggiling hatinya.


Jika kita pergi...


Namun tidak merasakan jalan yang kita tinggalkan di mana waktu telah melakukan begitu banyak pekerjaan.


Lihat apa yang tersisa di dahi kita sebagai aliran kental dan murni.


Sebagai esensi halus, dan menghabiskannya dengan Cinta di jalan baru.


Menabur untuk berkembang biak seperti padi, gandum dan jagung.


mereka berkembang biak di telapak Tangan Bumi dan memberi seribu kali seribu.


Jika kita pergi, 


bawa aku ke dalam dirimu, itu adalah saatnya aku tinggal bersamamu. Sesaat lalu selamanya.


.


.


.


Sisi TarNow.