
*******
Aku mengulurkan tangan ke sela tempat di mana Superman berada dan meraihnya. Saat aku menarik tikus itu ke luar, tongkat itu terlepas dan lemari itu mengunci jarak dengan lantai. Moonflower meremas rambutnya frustasi, sementara Maria memberi pelukan di bahunya.
"Apakah kau baik-baik saja?" tanyaku.
"Ya, Pak, yang bisa saya katakan adalah sungguh hal yang baik tikus tidak memakai pakaian dalam ... Terima kasih, Pak," ucap Superman.
"Sebut aku dengan namaku saja," balasku.
"Siap, Pak, Mars!" Tikus muda itu merapatkan kakinya dan berdiri tegap. Napasnya masih terdengar rapat.
Dia cukup berisi untuk ukuran tikus muda, tetapi ketika kakinya menari, dia bisa melayang di lantai seperti balon. Aku melihat tikus itu menari sekali hari ini, dan cukup terhibur.
Terdengar suara langkah kaki. Moonflower, dengan tangan terlipat dan ekspresi seperti badai petir, memandang Superman, lalu Marbella di sisi kanannya, juga Maria yang tampak prihatin, mereka bertiga mendekati puing-puing di lantai.
"Er... maaf tentang kekacauan ini," kata Superman.
Tapi Moonflower mengabaikannya.
"Oke," ucapnya setelah beberapa saat diam, seolah-olah dia telah berpikir dalam-dalam. "Ini sangat berantakan, koleksiku ribuan tahun dihabiskan begitu saja, saya pikir. Tikus itu, dia.... Superman, aku harap hanya dia satu-satunya yang menjadi lubang. Aku kehilangan banyak hal berharga karenanya. Beritahu aku bahwa dia telah diatasi," Moonflower menatap suram pada lantai yang berantakan.
"Ah, ya... Sebelumnya, aku meminta maaf, Moon. Kekacauan dari lemari ini diluar perkiraanku. Aku harap dapat menggantinya dengan sesuatu, nanti.
Tapi berkat itu tikus ini bersih untuk sekarang dan perlindungan telah ditingkatkan, tetap waspada," ucap Marbella.
Aku ikut mengangguk bersama yang lain.
Superman menatap Marbella heran, lalu meraba wajahnya sendiri lalu tubuhnya. Bawah dagunya masih terasa sangat sakit, mungkin memar atau luka di sana. Sesuatu terjadi padanya, atau mereka. Superman mencoba menemukan jawabannya.
"Terima kasih, Nona Marbella, apapun itu," ucap Superman.
Jiso melangkah mendekati Superman, mengatakan beberapa kata padanya. Tikus muda itu mengangguk-angguk kemudian mengikuti langkah Jiso menuju ruangan lain.
"Apa dia akan baik-baik saja," tanyaku pada Marbella.
"Ya, aku rasa. Tapi owanna mungkin sedang mencoba mendapatkannya kembali," Marbella memiringkan kepalanya.
"Kau mengerti, Mars?" Marbella bertanya padaku dengan menyelidik.
"Tentang apa?" Aku melepaskan pertanyaan.
Marbella membuka mulutnya tapi tidak mengatakan apa-apa. Ia menghembuskan napas kemudian melewatiku.
"Bagaimana dengan kalian?" Tanyaku pada Moonflower dan Maria.
"Eh.. itu—aku rasa kita semua tidak sedang merahasiakan sesuatu lagi, kau boleh mengatakan apa yang kau tahu atau kau pikirkan, menurutku," Maria mengusap telinga kirinya.
Moonflower hanya tersenyum miring, berjalan mendekatiku. "Kau harus baik dalam menjaga dirimu."
Moonflower berjalan pergi diikuti Maria.
Apa aku harus membersihkan kekacauan ini, sendirian? Bukankah kerjasama itu baik?
*******
Selalu haus dan tidak pernah puas.
King Grimo menghela napasnya berat.
"Itu artinya aku harus lebih kuat," tekadnya.
"Bagaimana hari Anda, Yang Mulia?" Rong menyapa, berjalan mendekati King Grimo yang berdiri di selasar dan tengah bermonolog.
"Oh, kau. Umm... Tuan penasehat, apa kau tahu apa artinya kebaikan untuk kejahatan?" Tanya king Grimo dengan memperhatikan wajah Rong seksama.
Rong menahan langkahnya. "Kebaikan itu untuk surga dan kejahatan-kejahatan akan menjadi pengisi neraka, Yang Mulia. Itu yang saya ketahui." Lalu membungkuk perlahan memberi hormat.
"Aku akan membuat neraka sesak dengan perut ini," King Grimo tertawa kecil dengan menyentuh perutnya yang sedikit buncit.
"Tidak, Yang Mulia. Surga menginginkan Anda," ujar Rong dengan suara teduh.
"Tidak! Tuan Penasehat.. aku tidak menginginkan surga, tidak seorangpun temanku di sana," ucap King Grimo, mengintai Rong dengan sorot mata tajam. "Lalu untuk apa aku ke sana?"
Kerongkongan Rong terasa kering tiba-tiba, ia harus menelan ludahnya beberapa kali. Lalu ia teringat pada sesuatu yang kemudian ia pikir dapat menyelamatkannya dari pembicaraan rumit itu.
"Oh, aku hampir lupa... Yang Mulia, ada pertemuan yang perlu Anda hadiri, apa Anda berkenan untuk datang?" Rong menyodorkan selembar kertas pada King Grimo.
" Sekarang segalanya seolah telah kembali, ekonomi berjalan, bank-bank dibuka, jalanan aman, tidak ada kejadian luar biasa di luar sana. Dan... Kau telah kembali, aku tidak akan kemana-mana," ucap King Grimo.
"Baik, Yang Mulia," Rong krmbali membungkuk hormat. Hanya melompat kedalam percakapan rumit lainnya.
"Yang barusan bukanlah satu-satunya perkembangan baik yang dapat kau dengar hari ini, Rong," King Grimo menatap jauh ke ruangan di bawahnya.
"Oh, sebuah kehormatan untuk mendengar kabar baik apapun dari Anda, Yang Mulia," Rong mengulangi, kali ini membungkuk dengan tangan di dadanya. Sedikit harapan bahwa ini adalah hal yang benar-benar baik untuknya.
"Aku sepertinya telah menyadari siapa yang begitu jahat di kerajaan ini, kesenangan dengan mengelabui, tipu daya.... dan aku mengambil bagian besar dalam hal ini. Bersama-sama menuju neraka, bersama mereka," King Grimo terbahak.
Rong meremas kertas di tangannya. Bahwa tidak semua harapan akan terkabul, itu bukanlah mitos.
Berpamitan setelah perbincangan panjang yang melelahkan jiwanya Rong melangkah cepat kembali ke ruangannya. Ruang tempatnya bekerja sekaligus tempat tinggalnya saat ini.
"Kau jatuh dalam trik kejahatan kuno yang ada di buku, sayang... ," Tunik duduk berputar-putar di kursi.
"Aku minta istirahat," ujar Rong.
"Perlukah aku menyiapkan kotak besi kegagalan?" tanya Tunik sambil berdiri dari kursinya.
"Apa yang kau inginkan?" Rong merendahkan suaranya.
"Kau tidak masuk akal. Aku menginginkan apapun yang selama ini aku inginkan, dan kau tahu pasti apa itu," Tunik melangkah perlahan mengitari Rong yang mematung, jemari lentiknya bermain di bahu Rong.
"Es batu itu belum mencair, sungguh aneh," Rong tersenyum.
"Oke, oke, oke, oke, oooooke ....sebuah pilihan! Servis seperti apa yang kau inginkan pada waktu istirahatmu kali ini, Tuan Penasehat?" Tunik mendorong tubuh Rong, mendudukkannya di kursi.
Rong mengangkat kedua bahunya. "Servis terbaik yang dapat kau berikan, berikan!"
Seseorang
Pergi tidur
di bawah pohon
dan bermimpi....