
Deg...
William dan juga Viona membulatkan matanya dengan sempurna saat keluar dari kamar kedua netra mereka bertemu langsung dengan kedua netra mamah dan juga papah William yang sedang duduk dimeja makan menemani cucu kesayangan mereka sarapan.
Viona langsung berbalik dan berlari masuk kembali kedalam kamar nya untuk berganti pakaian dengan pakaian yang kemarin saja.
Karena datang ke apartemen secara dadakan otomatis Viona sama sekali tidak membawa baju ganti,sedang kan pakaian yang William bawa dari rumah Bunda Ana sudah disusun rapih dikamar yang ada dirumah utama.
Karena kejadian tadi malam,membuat William dan juga Viona pergi begitu saja sampai upa membawa baju ganti.
Dan karena itulah,tadi sehabis mandi Viona memakai kemeja William yang memang sudah tersedia disana.
Namun sayang nya,Viona hanya mengenakan kemeja saja tanpa bawahan karena celana William kebesaran semua.
Oleh karena itu,saat melihat kedua mertuanya.Viona langsung berlari kembali masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian.
"Kenapa dengan istrimu?"tanya Mamah Kamila terlihat bingung saat melihat menantunya pergi begitu saja bahkan tanpa menyapanya terlebih dahulu.
William sendiri hanya berdehem dua demi menetralkan rasa keterkejutan nya melihat kedua orang tua nya sudah ada disana bersama dengan putrinya.
"Ma_Mamah sama Papah kapan datang?"tanya William demi menutupi kegugupan nya.
"Sudah hampir satu jam,lain kali kalau mau bermain lebih baik malam saja.Kasihan anakmu jika harus menunggu kedua orang tua nya bermain billiar maka dia akan kelaparan,"jawab Papah Diego yang membuat wajah William memerah.
William tidak menyangka jika serangan pajr yang dua lakukan pada Viona akan kepergok oleh kedua orang tuanya.
"Maaf Pah,"lirih William sungguh dibuat malu oleh ulah nya sendiri.
Tidak berselang lama,Viona kembali keluar dengan pakaian yang dia gunakan kemarin saat bertemu dengan ibu mertuanya.
Viona berjalan perlahan mendekati kedua mertuanya lalu menyalami mereka dengan takzim.
Meski kemeja yang dia gunakan besar dan panjang,namun rasanya sangat tidak sopan menggunakan pakaian seperti itu untuk bertemu dengan orang tua.Apalagi itu adalah orang tua dari suami kita.
"Maaf Mah,Pah.Viona bangun kesiangan,"ucap Viona sungguh dibuat malu karena bangun siang dan mertuanya sudah disana saat dia dan William terbangun.
Sebenarnya Viona sudah bangun pagi sekali,namun karena ulah suaminya Viona pun terlambat kelur dari kamar dan terlambat menyiapkan sarapan.
Baik Viona maupun William tidak pernah menyangka jika kedua orang tuanya akan datang kesana bahkan saat hari masih pagi.
"Tidak apa apa,ayo makan sarapan nya.Lalu habs itu,kalian ikut dengan Mama,''jawab Mamah Kamila masih dengan nada dingin dan datar nya.
William dan Viona saling melempar tatapan penuh dengan tanya.Keduanya tampak kebingungan menghadapi sikap mamah Kamila saat ini.
Kedua pasutri itu pun tampak menurut.Keduanya makan dalam diam meski dengan perasaan yang entahlah,sulit sekali dijelaskan dengan kata kata.
Usai merampungkan sarapan nya,Viona membersihkan piring kotor terlebih dahulu.Lalu setelahnya,sama sama beranjak dari ruang makan menuju ruang tengah dimana kedua orang tua William sudah menunggu disana.
"Ayo siap siap,kalian berdua ikut Mamah sekarang."titah mamah Kamila yang memuat dahi Viona dan juga WIlliam mengerut.
"Kemana Mah?tapi kita kerumah dulu ya,kasihan Viona,masa dia pakai baju yang kemarin,"jawab William yang melihat raut wajah tidak nyaman yang dimunculkan oleh Viona.
"Itu,Mamah sudah bawakan.Cepat kalian bersiaplah,jangan buang buang waktu lagi.Lebih cepat lebih baik,"ucap Mamah Kamila sembari menunjuk paperbag yang ada di atas meja ruang tengah tempat mereka berkumpul.
Lagi dan lagi,apa yang dilakukan mamah Kamila membuat Viona dan juga William tampak kebingungan.
Pasalnya,di awal pertemuan mereka,mamah Kamila begitu menunjukan sikap tidak sukanya pada Viona.
Lalu saat ini,mamah Kamila bahkan begitu peduli hingga tahu jika Viona tidak memiliki baju ganti di apartemen itu.
Dan sejak kapan wanita paruh baya itu tahu password pintu apartemen milik putranya itu?entahlah,semua masih saja menjadi misteri.