Love After Divorce

Love After Divorce
Dua Puluh Satu



Keesokan paginya Viona tampak sudah rapih dengan pakaian nya dan bersiap untuk kembali pulang.


Tidak ada koper besar seperti yang biasa pengantin baru bawa,hanya satu paperbag berukuran besar yang Viona bawa pulang dari kamar hotel tempatnya menginap semalam.


Viona menghela nafas sepenuh dada sebelum masuk kedalam lift yang akan membawanya kelantai bawah.


Selama didalam lift Viona memikirkan kemana dia harus pulang saat ini.Kerumah Bunda Ana?tentu tidak mungkin,jika Viona pulang kesana maka status pernikahan nya yang hanya sebuah status saja akan diketahui oleh kedua orang tuanya.


Pulang kerumah William tentu tidak mungkin juga,mengingat jika Viona sama sekali tidak tahu dimana rumah pria itu.


Meski pernah dua kali pergi k apartemen miliknya namun Viona sama sekali lupa kemana arah jalan yang menuju ke apartemen milik William.


Setelah dipikir lagi mungkin lebih baik pulang ke apartemen miliknya saja.Dengan begitu semua akan baik baik saja,pernikahan nya yang tidak baik baik saja itu tidak akan diketahui oleh para orang tua.


Dan Viona bisa melanjutkan kehidupan nya meski tidak tahu akan seperti apa pernikahan nya ini.


Setelah memesan taksi online,Viona pun segera cek out kepada pihak hotel.Setelah selesai dengan urusan nya Viona pun langsung menuju kedepan hotel dimana taksi online yang dia pesan sudah menunggunya.


"Pesanan atas nama Viona harumi?"seru seorang pemuda dari dalam mobilnya sembari membuka kaca mobil itu.


"Iya Mas,itu saya.Loh,kamu?"jawab Viona yang sedetik kemudian dibuat kaget dengan pertemuan pertama mereka setelah bertahun tahun lamanya.


"Viona?sudah ku duga.Ayo masuk,biar aku antara kemana pun kamu mau pergi."ujar pemuda itu tersenyum sumringah mendapatkan penumpang yang tidak lain adalah teman dekatnya sewaktu sekolah dulu.


"Ya ampun Anjar,kamu kemana aja?habis dinyatakan lulus langsung ngilang gitu aja,bahkan sampai nggak hadir di acara perpisahan."tanya Viona saat sudah masuk dibagian depan tepat disamping kursi kemudi.


"Sorry,bokap langsung bawa aku ke London makanya aku nggak bisa datang.Selama disana,bokap juga menyita ponsel aku yang ada kontak teman teman disini,makanya nggak bisa berkabar."jawab pemuda yang bernama Anjar itu.


"Ok,sudah siap?alamat sudah sesuai dengan yang di aplikasi ya Mbak?mari kita jalan."


"Iya Mas,sudah sesuai kok."


Kedua teman yang dulu nya begitu akrab dan sempat hilang kontak selama selama 4 tahun lamanya itu terkekeh bersama.


Sejenak Viona melupakan kegundahan hatinya saat bertemu dengan sahabatnya Anjar.Sepanjang perjalanan pulang ke apartemen nya keduanya terlibat obrolan seru mengenang kehidupan masa masa sekolah dulu.


Dimana Anjar begitu jail dan juga nakal,hingga sering membuat sang ayah marah karena selalu dipanggil oleh pihak sekolah.


Sementara Viona asik berbincang dengan sahabat masa sekolah nya dulu.Ditempat lain tampak seorang pria kebingungan karena sedari tadi menekan bel pintu kamar hotelnya sama sekali tidak ada respon.


"Maaf,anda mencari siapa Tuan?"tanya salah satu petugas kebersihan yang kebetulan melintas.


"Saya mencari penghuni kamar ini."jawab nya datar dan dingin.


"Loh,dia kemana ya?kok main pergi ajah?"


"Maaf,tapi itu saya kurang tahu Tuan.Kalau begitu saya permisi."


Petugas itu pun pergi meninggalkan pria itu sendiri disana.Heran,itulah yang ada dibenak petugas kebersihan tadi.


Setelah mendapati jika Viona sudah pergi daei hotel,pria itu pun segera merogoh ponselnya untuk menghubungi Viona.


Namun sayang,dia harus menelan kekecewaan karena diponselnya tidak ada nomor Viona.Rupanya Dia tidak pernah bertanya berapa nomor ponsel gadis itu.


"Sial,"umpatnya merasa kesal karena tidak tahu dimana keberadaan Viona saat ini.


...***...


"Kita langsung pulang aja?nggak seru banget,gimana kalau kita jalan dulu?aku masih pengen ngobrol banyak sama kamu,gimana mau ya?"tanya Anjar pada Viona yang duduk disamping nya.


"Mmm,gimana ya?"


"Ayolah Vio,ini hari terakhir aku jadi pengangguran loh.Besok sudah harus masuk perusahan Papah,jadi mau ya?temani si pengangguran ini?"bujuk Anjar pada Viona.


"Mmm.ok deh,aku juga besok sudah mulai masuk kerja lagi."


"Wah,kamu juga sudah kerja?kerja dimana?"


"Belum,masih koas."


"Wih,hebat,calon ibu Dokter ternyata?"


"Aamiin,semoga bisa lulus tepat waktu,"


"Aamiin.Jadi,setelah lulus dan mendapat gelar Dokter kamu mau kerja dirumah sakit mana?"


"Didaerah pelosok yang kekurangan tenaga medis untuk membantu mereka saat mereka membutuhkan Dokter dan obat."


"Wah,jauh dong.Sulit pasti kalau mau ketemu."


"Iya begitulah,tapi aku ingin sekali mengabdikan diriku dan berbagi ilmu pada masyarakat disana.Aku juga ingin membuat ilmu yang aku dapat tidak hanya berguna untuk warga kota tapi juga bisa berguna untuk warga dari daerah pelosok dan terpencil."


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*