Love After Divorce

Love After Divorce
Tujuh Puluh Enam



"Assalamu'alaikum,"seruan salam mengalihkan perhatian Ayah Bagas dan Bunda Ana yang tengah berbincang seputar keputusan Viona kembali ketanah air lagi.


"Wa'alaikumsalam,kalian sudah pulang sayang?"jawab Bunda Ana menghampiri cucu dan cicitnya yang baru saja masuk,di ikuti oleh Ayah Bagas.


Ayah Bagas tersenyum semringah saat melihat jika cucu dan cicirnya sudah pulang namun senyumnya seketika hilang saat melihat siapa orang yang saat ini menggendong Wilona.


William ikut masuk lalu menyalami dengan takzim kakek dan nenek dari Viona yang sudah Viona anggap orang tua karena memang Viona ditinggalkan oleh sang ibu setelah dia dilahirkan.


Dan untuk ayahnya sendiri.Jangan kan Viona,mendiang Vino hingga menutup usianya pun tidak pernah tahu jika dirinya memiliki seorang anak.Tragis,namun itulah kisah pilu kedua orang tua Viona saat itu.


["Yang belum tahu kisah masa lalu Viona,yukk mampir dikarya aku dengan judul "Cinta Dipenghujung Nafasku" ceritanya singkat namun dijamin berkesan."]


"Ayah,Bunda,bisa William minta waktunya sebentar untuk berbicara?"tanya William memulai pembicaraan nya.


"Apa lagi yang ingin kamu katakan?rasanya,sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan,"jawab Ayah Bagas dengan nada yang cukup ketus.


"Ayah,,,"seru Viona dan Bunda Ana secara bersamaan.


Bahkan dengan kompak keduanya memasang wajah memohon agar Ayah Bagas biaa menurunkan egonya.


Setidaknya bersedia mendengarkan dulu apa yang akan disampaikan oleh William pada mereka.Dan jujur,Ayah Bagas selalu akan kalah jika sang istri dan sang cucu sudah memasang wajah memelas seperti itu.


"Eheemmm,baiklah.Cepat katakan,apa yang ingin kamu katakan pada kami,"jawab Ayah Bagas pada Akhirnya mengalah dan mah memberi kesempatan untuk William berbicara.


"Ayo Nak Will,duduk dulu.Emm,Wilo mandi dulu gih,nanti setelah Wilo mandi kita makan malam bersama ya Nak,"bujuk Bunda Ana pada cicitnya untuk menghindari agar Wilona tidak mendengar perbincangan para orang tua yang mungkin bisa saja ada perdebatan didalam nya.


Melihat jika William dan Ayah Bagas memiliki sifat yang sama sama keras dan ngeyelan.Tentu akan sulit membuat salah satu dari mereka mengalah dengan suka rela.


Dan kini,ketegangan mulai terasa menyelimuti ke empat orang yang duduk berhadapan diruang tamu.


Ayah Bagas duduk berdampingan dengan Bunda Ana,sementara William duduk berdampingan dengan Viona.


Setelah beberapa menit terdiam,William pun tampak bangkit dari duduknya dan itu membuat dahi ketiga orang lain nya menyatu.


William berjalan menuju ke arah Bunda Ana dan Ayah Bagas.Lalu setelah berada didepan orang yang sudah Viona anggap kedua orang tuanya itu,William mendudukan dirinya.


Lebih tapatnya,William duduk bersimpuh didepan Bunda Ana dan juga Ayah Bagas,hal itu membuat ketiga orang yang menyaksikannya dibuat kaget hingga mata mereka membulat sempurna.


"William minta maaf Ayah,Bunda.Wiliam mohon maaf atas apa yang sudah William lakukan selama ini pada Viona.


William tahu dalam masalah ini,Williamlah yang salah tapi dengan angkuhnya William melimpahkan semua kesalahan ini pada Viona.


Bahkan dengan begitu sombongnya William menikahi Viona tanpa meminta restu dan ijin dengan layak kapada Ayah dan Bunda.


Kali ini,William datang dengan menyingkirkan rasa malu dan rasa berdosa William untuk meminta agar Ayah dan Bunda memberikan satu kesempatan lagi untuk william.


Dengan segenap hati yang tulus dan terdalam,William ingin,meminta restu dan ijin Ayah dan Bunda untuk William kembali menikahi Viona.


Kami akan sama sama memulai kembali pernikahan ini dengan sebaik baiknya.Dan william janji,William akan selalu menjaga dan melindungi Viona dan Juga Wilona."ucap William sedikit terbata bata karena merasakan sesak didadanya kala teringat dulu dia menikah dengan Viona tanpa adanya lamaran bahkan ijin menikah pun tidak William lakukan.


Dan hal itu kini membuatnya semakin merasa bersalah dan malu saat berhadapan dengan orang yang sudah membesarkan Viona dengan penuh cinta dan kasih sayang.