
Viona yang masih kaget dengan kedatangn William tentu masih berdiri terpaku ditempatnya.Menatap punggung William yang semakin menjauh.
Namun lanagkah pria itu kembali terhenti saat Viona tak kunjung mengikuti langkahnya.William pun kembali berbalik dan menatap heran pada sang isttri yang masih berdiri ditempatnya.
"Kenapa?ayo kita pulang,"ucap William lagi namun kali ini dengan nada bicara yang jauh lebih lembut meski masih terdengar nada dingin dan datarnya.
Namun kali ini,William menurunkan nada bicaranya sedikit lebih pelana dan terkesan lembut.
Tanpa menjawab ajakan dari William,Viona pun mulai melangkahkan kakinya berjalan mendahului William yang masih berdiri menunggu dirinya berjalan terlebih dahulu.
Keduanya pun mulai berjalan beriringan dengan Viona berjalan tepat didepan William.Sepanjang perjalanan menuju ke parkiran tidak henti hentinya William saling menyapa dengan orang orang dan para tenaga medis disana.
Tidak sedikit juga para rekan kerjanya bertanya tanya prihal kedatangan William disana padahal pria itu tidak memiliki jadwal bertugas.
Dan tanpa mereka ketahui jika kedatangan sang Dokter disana adalah untuk menjemput sang istri yang merupakan dokter koas dirumah sakit itu.
Viona dan William pun terus melangkah menuju keparkiran dimana mobil yang William bawa terparkir disana.
Namun langkah keduanya terpaksa terhenti saat melihat seorang wanita tengah berdiri menunggu kedatangn keduanya tepat disamping mobil William.
Viona menanggapi dingin prihal kehadiran Kanaya disana,namun tidak dengan William yang begitu kaget melihat gadis itu sudah ada disamping mobilnya.
Padahal William tidak pernah membaritahu siapa siapa jika hari ini dia akan datang kerumah sakit untuk menjemput Viona.
"Kenapa lama sih?pegel nih dari tadi nungguin.Ayo kita langsung pulang saja,sudah selesaikan?"Kanaya langsung bergelayut manja dilengan William dan masuk diantara William dan Viona dan menjadi penyekat diantara pasangan pasutri itu.
William tiba tiba saja merasa risih dengan perlakuan Kanaya padanya saat ini.Entah mengapa,sejak beberapa waktu yang lalu,William tiba tiba merasa tidak nyaman dan tidak suka jika tubuhnya disentuh oleh wanita lain.
Tidak jarang William juga merasa mual dengan aroma tubuh dari Kanaya,padahal parfum ynag Kanaya pakai merupakan parfum pilihan nya dulu.
Dan semejak itu Kanaya tidak pernah berganti parfum dan selalu menggunakan apa yang dipilihkan oleh pria itu.
Namun entah apa yang terjadi,sudah dua kali pertemuan William merasa mual dengan bau dari tubuh wanita yang sudah lima tahun ini menggunakan parfum yang sama.
Niat hati membukakan pintu mobil untuk Viona,eh malah Kanaya tang nyelonong masuk kebagian jok depan dimana William akan mempersilahkan sang istri untuk duduk disana.
Realita kadang jauh lebih mengecewakan dari ekspetasi.Begitu pun dengana William saat ini yang harus menelan kekecewaan saat Kanaya masuk begitu saja kedalam mobilnya setelah dia membukakan pintu mobil.
Viona sendiri memilih masuk dibagian belakang mobil dengan membuka pintu mobil sendiri.Dengan ekpresi wajah yang datar dan dingin Viona masuk dan duduk dengan tenang dijok bagian belakang.
William menghela nafas sepenuh dada sebelum masuk kedalam mobil.Sekilas William melirik ke arah Viona yang duduk dijok bagian belakang dengan wajah yang berpaling fokus menatap jendela mobil.
"Sayang,ayo jalan.Kok malah bengong,"ucap Kanaya saat melihat William hanya diam dengan tatapan menatap ke arah rear-vision miror.
Seketika Kanaya kembali dibuat kesal saat mendapati William tengah menatap ke arah Viona dengan tatapan yang sulit diartikan.
Mendengar ucapan Kanaya,William pun langsung berbangun dari lamunan nya.Lalu tanpa berkata kata lagi,William mulai melajukan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.
Sepanjang perjalanan kedua pasutri itu tampak memilih sama sama diam dan sibuk dengan pikiran nya masing masing.
Hanya terdengar suara Kanaya saja yang terlihat begitu antusias menceritakan beberapa rekomendasi semua perlengkapan pernikahan dari para teman dan sahabat sahabatnya yang lebih dulu menikah.
William sendiri hanya merespon seperlunya karena jujur saat ini william tengah disibukkan dengan pikirannya sendiri.
Kenapa saat ini rasanya begitu muak saat mendengar Kanaya membahas pernikahan mereka.
Mungkin jika dulu,William akan menjadi yang paling bahagia saat gadis itu membahas segala hal tentang acara sakral itu.
Namun kali ini,ingin rasanya menyumpal mulut Kanaya agar berhenti mengeluarkan suaranya yang sedari tadi membahas berbagai macam rencana untuk pernikahan mereka.
...****************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...