
Nyonya Anderson menghela nafas panjang setelah mendengar seluruh cerita anaknya sedari 5 tahun yang lalu hingga saat ini.
Dirinya tidak menyangka jika dibalik kata 'aku baik baik saja Mah' itu ada sebuah kisah dan perjalanan sang anak dalam menggapai arti kata 'cinta' yang sesungguhnya.
Tidak bisa dipungkiri jika nyonya Anderson sangatlah menyukai Kanaya.Gadis yang ceria dan mudah bergaul dengan siapa saja itu sudah memikat hati wanita patuh baya itu sejak pertama kali mereka bertemu.
Bahkan tidak butuh waktu lama untuk keduanya membangun ke akraban hingga meninggalkan kesan yang mendalam dihati masing masing.
"Lalu,kenapa tidak memberitahu kami jika kamu sudah memiliki anak dan menikah bahkan sampai dua kali?apa kamu tidak menganggap kami ini keluargamu lagi?"
"Bukan begitu Mah,kejadian kemarin begitu mendadak dan aku tidak mau kehilangan mereka lagi."
Nyonya Anderson pun tampak menghela nafas panjang lalu membuang kasar nafas itu.Entah harus berkata apa.
Berpisah dengan sang putra bertahun tahun lamanya,kini saat bertemu dirinya mendapatkan kejutan dari sang putra jika dirinya kini sudah menikah dan memiliki seorang putri.
"Sudahlah,Mamah tidak akan mempermasalahkan hal ini lagi.Hanya saja____"
"Mamah pasti menyukainya.William yakin,setelah Mamah mengenalnya,Mamah pasti menyukai Viona.Dulu,bahkan William sangat membencinya Mah.Tapi tidak butuh waktu lama untuk William menyukai Viona hingga William jatuh cinta padanya.Bahkan saat ini,William tidak bisa hidup tanpa mereka berdua Mah."jawab William dengan cepat memotong ucapan mamahnya.
William tahu apa yang akan dikatakan oleh sang Mamah.Nyonya Kamila Anderson,ibu dari William itu begitu menyukai Kanaya.
Bahkan hubungan keduanya sudah terjalin begitu akrab satu sama lain.Hingga mungkin agak sulit untuk Nyonya Kamila menerima gadis lain sebagai menantunya.
Apalagi Nyonya Kamila sama sekali tidak pernah tahu dan mengenal Viona sebelumnya.Tentu keduanya butuh pengenalan lebih dalam lagi.
Namun,nyonya Kamila tidak bisa egois saat melihat antusias William memperkanalkan siapa istrinya dan bagaimana Viona yang sebenarnya.
"Baiklah,panggil istrimu kemari.Mamah ingin bicara dengan nya,"putus Mamah Kamila pada William yang membuat ayah dari satu orang anak itu tersenyum lega.
"Iya Mah,tapi.William mohon,jika Mamah tidak suka dan tidak mau menerima nya.Jangan mengatakan apapun,William tidak mau menyakiti nya lagi Mah.Kesakitan yang dia terima dari William sudah membuatnya menderita.Bahkan,dia melahirkan tanpa ditemani siapa siapa padahal dia wanita dan istri yang baik,"lirih William yang tidak mau menyakiti Viona dari tangan siapapun yang bersangkutan dengan dirinya.
"Iya,iya.Mamah hanya ingin mengenalnya,kenapa kamu separno ini sih?"jawab Mamah Kamila berenggut.
Kesal rasanya,belum apa apa sudah main tuduh saja.Bagaimana mau bicara aneh aneh mengenalnya saja belum.Batin Mamah Kamila.
William pun segera bangkit dari duduknya dan beranjak menuju ke kamar utama untuk mencari Viona.
Namun nihil,William tidak menemukan Viona disana.Dan kini,kakinya melangkah menuju ke kamar putrinya.
Senyum lega terpancar dari wajah tampan nya saat melihat sang istri tengah menyisir rambut putri kecil mereka yang terlihat baru saja beres mandi.
"Sayang,cup.Aku mencarimu,"ucap William membenamkan satu kecupan dikening Viona.
"Aku baru selesai menemani Wilona mandi,kenapa?kenapa Hubby mencariku?"
"Ayah,kok Wilo nggak di cium?kenapa cuma Ibu yang Ayah cium?"tiba tiba pembicaraan antara suami istri itu terjeda karan mendapat protes dari putri mereka.
Mendapat protes dari sang putri,William pun merasa geli sendiri dan terkekeh.Dia tidak menyangka jika sekarang akan ada yang memperotesnya.
Melihat wajah putrinya berenggut William pun langsung beranjak menuju kedepan Wilona lalu duduk berjongkok demi mensejajarkan posisi tubuhnya.
"Siapa bilang Ayah cuma cium Ibu,cup,cup ini Ayah juga cium putri Ayah yang cantik dan wangi ini,"jawab William menciumi seluruh wajah Wilona.