Love After Divorce

Love After Divorce
Empat Puluh Empat



Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit,mobil William pun tiba dihalaman rumah miliknya.


Namun Viona sama sekali tidak terusik,dia masih terlelap nyaman dikursi mobil itu.Tidak tega untuk membangunkan istrinya itu.


William pun berinisiatif untuk membawa masuk Viona dalam gendongan nya.Namun tampaknya gadis itu benar benar kelelahan hingga tidak terusik sama sekali meski tubuhnya kini sudah berpindah ketangan William.


"Loh Non Vio kenapa Den?"tanya Bi Sari saat melihat majikan nya membawa Viona dalam gendongan nya.


"Ssstttt,dia hanya tidur,tolong bukakan pintu kamarnya Bi,"jawab William setengah berbisik.


Tidak ingin mengganggu ketenangan tidur sang majikan,Bi Sari pun hanya mengangguk lalu membuka perlahan pintu kamar Viona hingga tidak mengeluarkan suara.


"Terima kasih,"ucap William tanpa suara dan diangguki oleh Bi Sari.


Setelah William masuk,Bi Sari pun menutup kembali pintu kamar itu.Lalu beranjak menuju ke arah dapur,dimana dirinya akan melakukan aktifitas nya seperti biasa.


Dengan perlahan William membaringkan tubuh istrinya itu di atas ranjang nya.Lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mungil dengan perut yang sedikit membuncit.


William pun mendudukan diri dibibir ranjang itu,tepat disamping Viona.William memberanikan diri untuk menyentuh perut setengah membuncit milik Viona.William mengusap lembut perut itu,dan aneh nya seperti ada getaran yang dirasakan oleh tangan William saat telapak tangan nya berada diatas perut yang kini mulai membuncit itu.


"Maaf Ayah sayang,Ayah tidak bermaksud mengabaikanmu dan Ibu mu Nak.Hanya saja,kehadiran kalian begitu tiba tiba,sehingga membuat hidup Ayah sedikit kacau dan tak terarah.Tapi Aya janji Nak,mulai saat ini,Ayah memperbaiki semuanya,semoga Ibumu mau menerima Ayah,setelah apa yang telah Ayah lakukan dan katakan padanya.Cup.''


Deg...


Sumpah demi apa,jantung Viona seakan lepas darai tempat nya saat William dengan lembut mencium perutnya.


Ingin rasanya membuka mata itu namun tidak cuku berani,Viona memang telah bangun saat merasakan William membaringkan tubuhnya dikasur.


Namun Viona enggan membuka matanya saat merasakan jika pria itu masih ada disana dan malah duduk tepat disamping nya.


Viona pun bisa mendengar dengan jelas apa yang tadi dikataka oleh William namun terlalu takut jika harus bersitatap sekarang.


Entahlah,kerap kali mendapatkan perkataan yang menyakitkan dari pria itu membuat Viona enggan dan takut jika harus berinteraksi lebih lama dengan nya.


Dan kini pun,Viona lebih memilih pura pura tidur dari pada harus berhadapan dengan nya,apalagi saat ini mereka berada berdua saja didalam kamar.


Drrrttttt


Drrrttttt


Sebuah dering ponsel pun membangun kan William dari lamunan nya.Tidak ingin membangunkan Viona yang masih terlelap.


William pun segera keluara dari kamar itu dengan membawa ponsel miliknya dalam genggaman.


Akhirnya,Viona pun bisa bernafas dengan lega karena William telah pergi dari kamarnya.Viona pun mengambil posisi duduk setelah meyakinkan jika pintu kamarnya sudah tertutup rapat.


Viona menyandarkan tubuhnya disandaran ranjang lalu menghela nafas dengan panjang dan dalam.


"Apa yang harus Ibu lakukan Nak?haruskah Ibu percaya dan memberikan Ayah mu kesempatan itu?"gumam nya seraya mengusap lembut perutnya.


Sementara William sendiri hanya sempat melirih ponselnya yang sedari tadi berdering tanpa berniat mengangkat sambungan telpon itu.


William pun mengabaikan sambungan telpon itu lalu memasukkan nya kedalam saku celananya.William berjalan menuju ke arah dapur demi mencari sang art nya.


"Bi,lagi sibuk nggak?"tanya William pada Bi Sari yang saat ini tengah melakukan tugasnya didapur.


"Tidak terlalu Den,apa ada yang bisa saya bantu?"


"Tolong pindahkan separuh pakaian dan barang barang yang biasa saya pakai sehari hari kekamar bawah ya,pastikan sore ini selesai."


"kamar bawah?kamar bawah yang mana ya Den?"tanya Bi Sari kebingungan.


"Tentu saja kamar istri saya,pastikan sebelum malam semua sudah selesai ya.Saya harus keluar dulu,sekalian siap kan makanan untuk istri saya juga.Takutnya pas bangun tidur dia lapar."


"Baik Den,dengan senang hati."


...****************...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...