
"Ayo turun,kenapa masih bengong?"ucap William saat melihat Viona masih diam didalam mobil padahal putrinya Wilona sudah kembali ada dalam gendongan nya.
"Kenapa kita kesini By?"tanya Viona sembari turun dari mobil itu lalu menutup pintunya rapat rapat.
"KIta butuh tempat untuk bicara,kan?dan aku rasa,ini adalah tempat yang tepat untuk kita bicara."jawab William kembali membawa tangan Viona masuk kedalam genggaman nya.
William pun berjalan membawa dua wanita dengan kedua tangan nya.Tangan kiri menggendong putri kecilnya.
Sedangkan tangan kanan,menggenggam tangan Viona.Mereka menesuluri setiap lorong yang menuju ke unit apartemen milik William.
Sepanjang perjalanan hingga tiba disebuah kamar,si kecil Wilona tampaknya begitu kelelahan hingga tidurnya begitu lelap dan tidak terusik sedikit pun dengan pergerakan yang dilakukan William.
William melepaskan tautan tangan itu saat tangan nya akan memasukan password pada smart lock yang terpasang dipintu unit apartemen nya.
William langsung masuk dan berjalan menuju ke salah satu kamar untuk menidurkan sang putri kecilnya disana.
Sementara Viona sendiri hanya bisa mengikuti langkah WIlliam yang sudah lebih dulu masuk kedalam kamr untuk menidurkan putri mereka disana.
William membaringkan tubuh mungil itu dengan perlahan agar tidak mengusik tidurnya yang begitu lelap.
Tidak lupa William juga menyelimuti sang putri agar tidurnya lebih nyaman lagi.Lalu bergegas keluar setelah meninggalkan jejak sayang dikening putrinya itu.
Raut wajah yang tadinya terlihat bahagia itu kini menatap tajam dan dingin pada istrinya yang juga tengah menatap dirinya dengan tatapan penuh kerinduan.
William berjalan mendekati Viona yang berdii tidak jauh dari pintu kamar yang saat ini ditempati oleh Wilona,putri mereka.
Tidak kuasa lagi menahan rasa rindunya pada sang istri,William pun langsung menarik tangan Viona dan membawanya masuk ke dalam yang satu nya lagi.
Set...
"By apa yang ka___eemmttt,"
Belum sempat Viona menyelesaikan pertanyaan nya,William sudah lebih dulu membungkam mulut mungil sang istri.
Sementara Viona sendiri langsung membulatkan matanya saat mendapatkan serangan dadakan dari suaminya itu.
William benar benar mencurahkan rasa rindu yang selama 5 tahun ini dia rasakan dan dia pendam sendiri dengan ******* habis mulut istrinya.
"By,,,"lirih Viona disela nafas yang masih memburu,setelah pangutan itu William lepaskan.
Namun setelah beberapa saat mereka hanya saling menatap,William kembali menyatukan bibir keduanya.
Seolah masih belum cukup dengan hanya itu saja.William membimbing tubuh Viona menuju ke arah ranjang nya tanpa melepas pangutan diantara mereka.
William mendorong lembut tubuh Viona hingga kini dirinya berhasil mengungkung tubuh mungil itu yang kini ada tepat dibawah tubuhnya.
"Ja_jangan By,kita tidak boleh begini,"lirih Viona setengah mendesah,menghentikan gerakan William yang mulai menelusuri leher jenjang nya dengan ciuman lembut dan sapuan lidahnya.
"Kenapa?aku kangen banget sama kamu sayang,"jawab William dengan tatapan yang sudah diselimuti oleh gairah.
"Tapi kita tidak boleh melakukan nya,"lirih Viona lagi mencoba memberi jarak pada tubuh mereka.
"Iya,tapi kenapa?"
"Ka_karena kita sudah bukan suami istri lagi By."
Deg...
Jantung William pun kembali mendapatkan shock terapi,saat Viona mengatakan jika mereka sudah bukan suami istri.
"Apa maksudmu?aku sama sekali tidak pernah menceraikanmu.Meskipun kamu sudah pergi selama bertahun tahun,tapi aku tetap suamimu karena aku belum menceraikanmu dan aku tidak akan pernah melakukan itu,aku tidak akan pernah menceraikanmu."jelas William dengan berapi api.
Geram rasanya saat kata cerai ada dalam perbincangan mereka saat ini.
"Tapi kamu sudah menjatuhkan talak padaku By,tepat saat setelah kita ijab kabul dan saat kamu menjanjikan akan menikahi Kanaya.Secara tidak langsung kamu sudah menjatuhkan talak padaku.Dan saat ini,talak itu sudah berlaku karena Wilona sudah lahir dan kita belum sepakat untuk kembali rujuk.Yang itu artinya,secara agama,kita sudah bukan siapa siapa dan tidak boleh melakukan hal diluar batas sebelum melakukan ijab kabul ulang."
Deg...
...****************...
Mereka yang begitu,kenapa Othor yang dagdigdug ser ya??😅😅😅 *ada yang sama dengan Othor??
Pengen ngikuti sayang PakSu nya sudah otewe nguli 😅😅😅 ya Allah otakku kenapa seperti ini...pagi pagi lagi 🤦🏻♀️🤦🏻♀️🤦🏻♀️*