Love After Divorce

Love After Divorce
Enam Puluh Tiga



"Bagaimana?apa istri anda mengijinkan?"tanya dokter Dimas saat William kembali menghampirinya.


"Iya,ayo kalau begitu.Kita kesana sekarang."


"Baiklah,mari."


Kedua dokter muda dan tamapan itu pun berjalan berdampingan menuju ke sebuah restoran yang tidak jauh dari rumah sakit.


Bahkan keduanya memilih untuk berjalan kaki demi tiba disana dan meninggalkan mobil mereka diparkiran rumah sakit.


Saat tiba disana,sudah tampak beberapa dokter yang William kenal.Salah satunya adalah dokter Novi dan juga koas nya Alex.


Entah dalam rangka apa,yang pasti ini pertama kalinya William di undang oleh petinggu rumah sakit itu.


Sebenarnya Dimas dan William seumuran,hanya saja ayah dari Dimas adalah pemilik rumah sakit dan mengharuskan pensiun lebih awal karena kondisi kesehatan nya.


Dan karena itulah,posisisnya di gantikan oleh sang putra yang kebetulan menjadi salah satau dokter dirumah sakit itu.


Jadilah pria itu kini menjadi salah satu orang yang berpengruh dirumah sakit meski usianya masih terbilang muda.


Namun hasil kerjanya juga ternyata tidak bisa dianggap remeh,menjadi seorang work holic menjadikan nya orang sukses dalam sekejap saja.


Dan mampu menjadikan rumah sakit itu menjadi rumah sakit ternama dan banyak didatangi orang orang penting dan pejabat negeri tentunya.


Acara makan malam pun berjalan dengan baik dan lancara hingga menjelang malam tepatnya jam 10 malam,William pun pamit undur diri lebih dulu.


Rasanya sudah tidak bisa lagi meninggalkan sang istri dirumah sendirian berjam jam lamanya.Namun tiba tiba saja pandangan nya menjadi buram dan semakin menggelap.


Hingga saat dirinya akan bangkit dari duduknya William tersungkur jatuh tidak sadarkan diri.


"Hey Will,kamu kenapa?Will bangun Will,kamu kenapa?"serua dokter Novi yang duduk tepat disamping nya saat itu.


"Lebih baik kita antar pulang saja,siapa disini yang tahu rumah nya,bisa minta tolong antarkan kerumah nya?"


"Biar saya saja dok,kebetulan saya tahu dimana rumahnya,"jawab Dokter Novi dengan cepat.


"Biar saya saja yang antar dia pulang."


Tiba tiba meja itu kedatangan seseorang yang kebetulan dokter Novi kenal,dan dengan senang hatai dokter Novi pun mengijinkan.


"Kamu siapa?"tanya dokter Dimas yang memang baru melihat wanita dengna stelan jas formal ala kantoran itu.


"Saya kekasih nya dokter,jadi biar saya yang mengantarkan nya pulang,"jawab Kanaya dengan percaya dirinya.


Tanpa kata lagi,kanaya pun memanggil beberapa pegawai restoran untuk membantunya membawa William kedalam mobilnya.


Dokter DImas sendiri hanya bisa menatap kepergian dokter William dengan wanita itu dengan penuh kebingungan.


Setelah berhasil membawa William masuk kedalam mobilnya,Kanaya pun melajukan mobil miliknya masuk ke area rumah sakit untuk menukar mobil yang dia bawa dengan mobil milik William.


Kanaya pun kembali meminta bantuan beberapa security yang ada disana untuk membawa tubuh William yang sudah tidak sadarkan diri untuk berganti mobil yang akan mereka gunakan untuk pulang.


Setelah berhasil membawa tubuh William masuk kedalam mobil miliknya,Kanaya pun menghubungi seseorang dari ponselnya.


"Tunggu aku didepan rumahnya,pastikan orang orang disana sudah tertidur,"titahnya pada orang disebrang sana.


Setelah melakukan panggilan telpon itu,Kanaya pun mulai melanjutkan perjalanan nya menuju kerumah William.


Setiba nya disana,Kanaya melihat ada dua orang pria asing yang sudah menunggunya didepana gerbang rumah William dan Viona.


Setelah mendapat anggukan kepala dari Kanaya dua orang itu pun membantu membukakan pintu gerbang agar mobil William bisa masuk kedalam.


Setelah mobil terparkir dengan baik dihalaman rumah itu,Kanaya pun memberi perintah agar kedua orang itu membantu membawa tubuh William masuk kedalam rumah nya.


"Bagaiamana?apa mereka sudah tertidur?"tanya Kanaya lagi untuk memastikan.


"Aman,semua sudah kami bereskan dana mereka akan terbangun dipagi hari seperti normalnya dan mereka tidak akan tahu apa yang terjadi malam ini."jawab salah satu dai mereka.


"Bagus,bawa dia kekamar lantai atas dan bantu buka seluruh bajunya tanpa tersisa."


"Baik,akan kami laksanakan."


Kedua orang itu pun membawa tubuh William masuk kedalam salah satu kamar yang ada dilanatai dua di ikuti oleh Kanaya dibelakang nya.


Dua ornag itu pun membanatu membukakan seluruh baju yang William kenakan malam itu hingga tidak menyisakan satu helai pun lalu menutupinya dengan selimut.


Setelahnya kedua orang itu pun keluar dan pergi setelah mendapatkan bayaran yang sudah Kanaya janjikan pada mereka.


Dengan lancangnya Kanaya tertidur disamping William setelah membuka seluruh pakaian nya dan memakai kemeja yang tadi dipakai oleh William.


Namun sebelum itu,Kanaya juga membuat beberapa tanda merah dileher dan dadanya dengan bantuan sebuah alat untuk memperkuat alibinya malam ini.


"Sekarang dan untuk selamanya,kamu milikku."gumam nya sebelum ikut masuk kedalam alam mimpi bersama dengan William.


🌸 [Flash Back Off]