
Wilona tertawa lepas saat William terus menciumi wajahnya mungil yang begitu mirip dirinya itu.
"Sudah Ayah,Wilo cape ketawa terus,"ucap gadis kecil itu yang membuat gerakan ayahnya terhenti.
"Baiklah,ayo kita turun.Kita temui Oma,Oma sudah menunggu kita dibawah,"William pun langsung mengangkat tubuh mungil itu lalu berdiri.
William mengulurkan tangan nya untuk mengajak serta istrinya turun menemui nyonya besar keluarga Anderson,yang tidak lain adalah ibu dari William dan mertua dari Viona.
"Ayo,Mamah ingin bertemu dengan mu,"ajak William yang membuat Viona kaget.
"Hah,be_bertemu denganku?"tanya Viona yang tiba tiba merasa gugup dan juga takut.
Apalagi saat melihat respon awal yang menunjukan jika wanita paruh baya itu tidak nyukainya,semakin membuat tubuh Viona merinding.
"Kenapa kaget sayang?tenanglah,semua akan baik baik saja,ayo."jawab William saat melihat kecemasan diwajah istrinya.
"Ba_baiklah,"
Dengan perasaan ragu dan juga takut,Viona menerima uluran tangan dari William.Keduanya pun berjalan beriringan dengan Viona mengikuti dari arah belakang dengan tangan yang bertautan dengan tangan kekar William.
Tap
Tap
Deg...
Deg...
Seiring melangkah nya kaki,bersenada juga dengan degup jantung Viona saat melangkah menuju lantai bawah dimana mertuanya berada.
"Mah,,,"ucap William yang kini sudah kembali dengan istri dan anaknya.
"Sini,duduk disini,"
"Sudah tidak apa apa,temui Mamah.Beliau mau berkenalan denganmu sayang,"ucap William saat merasakan genggaman tangan Viona semakin erat menggenggam tangan nya.
Perlahan,Viona pun mulai melepaskan tautan tangan nya di tangan William dan mulai melangkah maju dan duduk disamping Mamah Kamila.
"Tidak masalah.Ngomong ngomong,siapa namamu?apa kamu bekerja?kenapa meninggalkan putrimu bersama art?"cecar Mamah Kamila yang membuat Viona semakin gugup saja.
"Mmm,na_nama saya Viona Mah.Sa_saya Dokter obgyn dirumah sakit yang sama dengan Mas William,"jawab Viona semakin dibuat takut oleh Mamah Kamila.
"Oh,Dokter.Kenapa memilih Dokter sebagai profesi?apa untuk menggoda William?"
Deg...
Bukan hanya Viona yang kaget dengan pertanyaan yang dilanyangkan oleh Mamah Kamila.
Namun William juga.Bahkan keduanya kompak mendongakkan kepala mereka lalu menatap wajah paruh baya itu.
"Mah___"
"Ti_tidak Nyonya.Tidak seperti itu,ka_kami bertemu dan saling mengenal saat saya menjalani koas dirumah sakit tempat Dokter William bekerja.
Saya juga tidak pernah menyangka jika takdir membawa kami ke titik ini.Saya mohon maaf jika kehadiran saya tidak menjadi salah satu harapan anda nyonya.
Dan alasan kenapa saya memilih kedokteran karena,,,sejak lahir saya tidak pernah tahu wajah kedua orang tua saya.Bahkan saya lahir tanpa adanya pernikahan di antara Ayah dan Bunda,karena mereka mengidap penyakit kanker.
Awalnya saya ingin menjadi ahli kanker,namun seiring berjalan nya waktu dan setelah melihat dibeberapa desa terpencil,banyak ibu hamil yang kesulitan mendapat bantuan tenaga medis disaat akan melahirkan anak anak mereka maka saya pun berubah pikiran.
Dan akhirnya saya beralih menjadi dokter obgyn.Saya ingin menyelamatkan para anak anak yang akan menjadi penerus generasi kita.Walau saya tidak bisa menyelamatkan pasien yang terkena penyakit.
Setidaknya,saya bisa menyelamatkan bayi yang mau dilahirkan.Bisa membuat Ibu dan anaknya selamat dan sehat kembali adalah sebuah kebahagiaan tersendiri untuk saya Nyonya.
Saya sama sekali tidak pernah berpikir untuk menjadikan profesi saya sebagai pemikat seorang pria nyonya.
Saya menjalani profesi ini murni karena saya ingin menolong orang.Saya minta maaf jika kehadiran saya tidak membuat nyonya terganggu kenyamanan nya.
Sekali lagi,saya minta maaf jika kehadiran saya kurang atau mungkin tidak berkenan dihati Nyonya,permisi.Ayo sayang,kita pulang Nak,"jawab Viona yang membuat William menatap sendu dan juga takut pada wajah cantik Viona yang kini sudah meneteskan air matanya.
Apalagi saat Viona mengajak putri cantiknya untuk pulang.Sungguh,tubuh William saat ini sudah serasa tak bernyawa lagi.