
Satu bulan telah berlalu dari kejadian dimana William tahu jika Viona hami.Namun tidak ada yang berubah dari hubungan Viona,William dan juga Kanaya.
Semua tampak normal dan biasa saja,hanya saja kini Viona semakin menjaga jarak dengan william.Tak jarang Viona mangkir dari tugasnya jika diharuskan berinteraksi langsung dengan William.
Dan itu semakin membuat William merasa aneh dengan tingkah dokter koasnya.Seperti hari ini,di antara deretan dokter koas yang ada dibawah pengawasan nya,William tidak mendapati gadis itu.
"Viona Harumi kemana?bukan nya ini jadwal kalian wawancara?kenapa dia tidak hadir?"tanya William saat melihat deretan dokter koas yang ada didepan nya.
"Maaf Dok,Viona ijin sakit.Bahkan dari kemarin Viona sudah ijin dan tidak masuk bertugas."jawab Alex yang memang orang terdekat dengan Viona.
"Kenapa kamu tidak melapor padaku?"tanya Wiiliam lagi.
"Maaf Dok,saya lupa,ini surat ijin dan juga surat dokter yang menyatakan jika Vio sedang sakit."jawab Alex lagi sembari menyerahkan dua amplop pada William.
William pun mengambilnya dan lalu menyimpan nya dilaci meja kerjanya.Tanpa Viona wawancara untuk dokter koas pun berjalan dengan lancar.
Usai melakukan tugas nya William bergegas keluar dari rumah sakit untuk menemui Kanaya yang mengajaknya bertemu disebuah restoran.
Tepat disebuah lampu merah tidak sengaja netranya menangkap sosok dokter koas yang tadi mangkir dari tugas nya tengah berbincang dengan seseorang yang diperkirakan seorang ojol.
Dilihat dari jaket pria yang dikenakan oleh nya.Jaket kebesaran dan kebanggaan para ojol ternama.Dan entah kenapa William membanting setir mobilnya menjadi mengikuti gadis itu pergi bersama ojol tersebut.
William menjaga jarak aman selama mengikuti Viona pergi ke suatu tempat yang begitu sepi dan lumayan terpencil.William menatap sekeliling dan sepertinya ada yang tidak beres dengan tempat itu.
Setelah melihat Viona masuk ketempat itu,William pun turun dari mobilnya dan meneliti kondisi sekitar rumah sederhana dengan orang orang yang tampak aneh keluar masuk tempat itu.
"Masuk saja Mas,nemenin pasangan nya aborsi ya?jangan malu,disini kami sudah biasa kok."ucap salah satu pegawai kebersihan yang kebetulan lewat membuang sampah dan melihat William tengah celingukkan didepan rumah itu.
Deg...
'Apa katanya tadi?aborsi?' batin William bergumam tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Sementara Viona sendiri sudah nampak memasuki sebuah ruangan dimana dia akan membuang janin yang saat ini ada didalam rahim nya.
Usai mengisi formulir dan melakukan pembayaran Viona menjadi orang kedua yang masuk keruangan itu.
Dengan wajah tegang Viona mulai membaringkan tubuhnya dibrangkar tempat orang orang yang tidak menginginkan kehamilan mereka membuang janin itu.
Viona pun hanya mampu menganggukkan kepalanya untuk menjawab apa yang suster tadi katakan.
Dan setelah beberapa saat pandangan Viona pun mulai kabur hingga akhirnya menggelap.Bertepatan dengan Viona menutup matanya pintu ruangan itu didobrak dari luar hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras dan mengejutkan semua yang ada disana.
Namun tidak termasuk Viona yang saat itu sudah pingsan karena obat bius yang diberikan untuk memulai proses pembuangan janin nya.
Braaaakkkk
"Berhenti atau aku akan memanggil polisi sekarang juga."teriak William yang membuat dokter dan suster didalam menghentikan gerak tangan nya.
"Ada apa ini?siapa kamu?kenapa kamu masuk begitu saja dan membuat onar?"tanya Dokter yang saat itu siap melakukan tugasnya.
"Aku suaminya,jangan berani berani menyentuh istriku atau aku akan melaporkan tempat ilegal ini."jawab William menatap tajam.pasa dokter wanita yang sudah berumur itu.
Dokter itu pun gemetar ketakutan lalu menghentikan semua nya.Dan berjalan mundur menjauhi brangkar tempat Viona berbaring saat William melangkah maju.
Tanpa banyak bicara lagi,William pun langsung mengangkat tubuh Viona dan membawa nya keluar dari sana.William memasukkan Viona kedalam mobil bagian belakang.
Lalu menutupi tubuhnya dengan jas yang ada tergantung dibagian sandaran kursi kemudi.William melajukan mobilnya menuju ke apartemen miliknya.
Karena hanya itu yang terpikir oleh nya saat ini.William tidak tahu dimana Viona tinggal selama ini,karena selama berhubungan dengan Kanaya,William selalu mengantarkan sang kekasih kerumah kedua orang tuanya jadi William tidak tahu jika dulu Kanaya pernah tinggal satu apartemen dengan Viona.
Itulah yang membuat William akhirnya membawa gadis itu ke apartemen miliknya untuk mengamankan gadis itu dan bertanya kenapa dia akan melakukan hal yang berbahaya itu.
'Dimana pria bajingan yang sudah menghamili nya?kenapa dia sampai mau aborsi?'batin William bertanya tanya.
Entah kenapa William merasakan amarahnya naik saat tahu jika Viona akan membuang janin nya.Dadanya terus bergemuruh menahan emosi yang ingin meledak namun William bingung kenapa dia merasakan hal itu.
Padahal diantara mereka tidak ada hubungan yang spesial.
...***...
🌸 Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*