Love After Divorce

Love After Divorce
Dua Puluh Delapan



"Apa?maksud kamu apa Vi?"tanya Anjar terlihat begitu kaget dengan pernyataan dari Viona.


"Lusa aku libur,kita jalan yukk?kemana aja yang penting bisa buat suasana hati tenang.Nanti aku ceritakan semuanya,gimana?"


"Boleh juga,ya sudah lusa aku juga akan ambil libur dan aku jemput kamu pagi pagi ya?sekarang lebih baik kita pulang."


Anjar pun mengantarkan Viona pulang kerumah suaminya.Hanya butuh waktu 30 menit bagi Anjar untuk tiba didepan rumah Wlliam.


Setelah memastikan Viona masuk kedalam rumah Anjar pun mulai melajukan mobilnya lagi.Viona yang sudah merasa begitu lelah pun langsung masuk kedalam kamar nya untuk beristirahat.


Ke esokan paginya,seperti biasa,Viona akan berkegiatan sebelum William bangun dan berangkat lebih awal karena tidak ingin bertemu dengan pria yang sudah menitipkan janin dirahimnya itu.


Vioan sudah tidak mau lagi mendengar kata kata yang hanya akan membuatnya sakit hatidan terluka jika bersinggungan dengan pria itu.


Hari itu pun berjalan dengan lancar dan tanpa harus diisi dengan adanya drama saling menghindar karena mereka berdua memiliki jadwal kerja yang berbeda.


Drrttt


Drrrttt


"Halo,Assalamu'alaikum Bun.Ada apa?"tanya Viona begitu dirinya menekan tombol warna hijau untuk menerima panggilan dari sang Bunda.


["Wa'alaikumsalam,sayang kamu masih dirumah sakit Nak?"]


"Masih Bun,ini mau jalan pulang.Kenapa memang?"


["Naya masuk rumah sakit,coba kamu lihat dulu kondisinya bagaimana,Bunda sama Ayah masih diluar kota dan minggu depan baru bisa pulang."]


"Oh,ya sudah nanti sebelum pulang Vio akan jenguk keruangan nya Bun."


["Baiklah kal begitu,Bunda tutup dulu telpon nya sayang,ingat hati hati.Jaga kandungan kamu dengan baik,jika ada sesuatu jangan lupa bilang sama Bunda ya Nak?"]


"Siap Bun,Bunda dan Ayah juga,sehat sehat ya."


["Iya sayang,assallamu'alaikum."]


"Wa'alaikumsalam."


Dengan langkah berat akhirnya Viona pun mulai mengayunkan kakinya melangkah menuju kamar dimana Kanayq dirawat.


Sepanjang perjalanan menelusuri lorong,tidak henti henti nya Viona menghela nafas panjang.Entah apa reaksi dari Kanaya dan juga Mamah Ratih nanti saat bertemu dengan nya.


Entahlah,biar Viona pikirkan nanti,namun saat ini lebih baik melihat kondisi Kanaya dulu agar sang Bunda tenang setelah tahu keadaan gadis itu.


...***...


"*Bersabarlah,ini hanya akan berlangsung setelah anak itu lahir.Setelah nya,kami akan menyudahi pernikahan ini."


"Benarkah?kamu yakin?"


"Baiklah,jika begitu keadaan nya.Aku akan mengalah dan bersabar sampai anak itu lahir."


"Terima kasih sayang,aku sangat mencintaimu."


"Aku juga,aku juga mencintaimu Mas."


Deg...


Langkah Viona terhenti didepan pintu ruangan rawat inap dimana Kanaya dirawat.Viona mengurungkan niatnya untuk masuk saat mendengar percakapan yang dilakukan oleh William dan juga Kanaya.


Bahkan bisa Viona lihat dengan jelas bagaimana mesra nya William saat memeluk dan mencium Kanaya dari celah pintu yang tidak sepenuhnya terbuka.


Meski mereka berdua menikah karena terpaksa dan tanpa adanya cinta,namun rasanya begitu sakit melihat pria yang sudah menikahi kita masih bermesraan dengan wanita lain.


Tidak ingin membuat hatinya semakin sakit,Viona pun memilih pergi bahkan sempat bertanya bagaimana kondisi Kanaya saat ini.


Sedidh,marah,kecewa.Begitu dirasakan oleh Viona saat ini.Ingin rasanya lari ketempat yang jauh hingga tidak tersakiti seperti ini lagi.


Namun apa boleh buat,kondisinya yang tengah hamil membuat nya tidak berani melakukan hal yang nekad.


Viona masih memikirkan keselamatn dan kesehatan bayinya meski ingin sekali rasanya saat itu juga pergi jauh dan menghilang.


...***...


Satu minggu berlalu dari kejadian itu,Viona semakin menghindar dari William.Selain William yang semakin sibuk dengan pekerjaan nya dan juga terus menemani Kanaya.


Viona juga melakukan hal yang sama,Viona semakin disibukkan dengan tugas dan laporan yang harus dia kerjakan.


Acara healing bersama dengan Anjar pun terpaksa harus mereka tunda karena Anjar yang harus menyelesaikan proyek diluar kota dan Viona yang sibuk dengan tugas laporan dan juga wawancara nya.


Ini adalaha hari terakhir Viona dan kawan kawan bertugas dipoli umum dan minggu depan sudah berpindah ke UGD.


Dan semuanya pun sepakat untuk mengadakan acara makan malam perpisahan dengan para Dokter pembimbing.


Semua sudah tampak hadir disana,menyisakan Alex dan Viona yang belum datang.Entah kemana dua manusia itu perginya.


"Vio kemana sih?kok tumben dia telat?"tanya Amel yang seminggu lalu sudah mulai beraktifitas kembali dirumah sakit.


"Telpon gil Mel,kasihan yang lain sudah pada lapar."titah Dokter Novi yang juga ikut bergabung disana.


...****************...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...


]