
"Perkenalkan nama saya Viona Harumi Aditama,mulai hari ini saya akan membantu bertugas di poli obgyn ini.Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ya semuanya."ucap Viona memperkenalkan diri pada beberapa staf dan rekan kerja di poli obgyn.
Dimana dirinya akan mulai bertugas sebagai dokter kandungan.Dan hal yang tidak terduganya adalah,Viona bekerja dirumah sakit yang sama dengan William hanya berbeda poli saja.
Jika William di poli umum,maka Viona di poli obgyn.William dan Viona pun baru mengetahui jika mereka satu rumah sakit saat perjalanan menuju kesana.
Niat hati William akan mengantarkan sang istri ketempat kerjanya,eh malah sekalian dirinya juga berangkat kerja karena rumah sakit yang dituju ternyata rumah sakit yang sama.
Dan saat ini,Viona tengah memperkenalkan diri di poli dimana dirinya akan bertugas.Dan tanpa Viona sadari jika sejak awal dirinya masuk ke ruangan itu.
Ada sepasang mata yang menatap tajam penuh kebencian tengah menatapnya.Hal itu dilakukan oleh salah satu koas yang tepat hari ini juga bergantian bertugas di poli obgyn.
Usai memperkenalkan diri,semuanya pun tampak sibuk melayani setiap pasien yang datang untuk memeriksakan kehamilan mereka.
Dan sepanjang bertugas,semua gerak gerik Viona tidak luput dari perhatian mata tajam itu.Mata yang terus saja menatap Viona penuh dengan rasa kesal dan marah.
"Dok,sudah waktunya makan siang.Ayo makan bersama dengan kami,"ujar salah satu suster yang hari ini menjadi asisten Viona dalam menjalankan tugasnya.
"Wah sepertinya seru tuh sus,tapi sebentar ya.Saya hubungi seseorang untuk minta ijin nya,"ucap Viona sambil mengambil ponselnya disaku jas kebanggan setiap dokter.
Sementara diluar ruangan,para koas yang kemarin sempat bertugas bersama William tampak heboh karena kedatangan mantan dokter pembimbing mereka yang super tampan dan namun dingin itu.
"Siang Dok?kok tumben nyasar kemari Dok,cari salah satu dari kami ya,"goda para koas perempuan yang memang sangat menyukai William.
Dan tampaknya seorang gadis yang baru saja keluar dari ruangan dimana Viona berada,merasa percaya diri didatangi oleh orang yang sudah mencuri hatinya.
"Siang Dok,wihh,senang nya dapat kunjungan dadakan,"serunya menghampiri William yang hendak masuk kedalam ruangan itu.
"Benarkah?semangat nugas nya ya,"ucap William lagi yang membuat hati si gadis kian berbunga.
"Sayang,"
Bruugghhh
"Ya ampun By,bikin kaget saja deh,krbiasaan,"gerutu Viona saat suaminya datang dan merusuk ditubuhnya.
"Sudah selesai?kita makan siang yukkk,"ajak William setelah memberi jarak dan mengabaikan gerutuan istrinya.
"Boleh,kebetulan lapar banget,"jawab Viona bergelayut manja dilengan suaminya.
Namun saat melewati beberapa anak koasnya,langkah keduanya terhenti oleh pertanyaan yang dilayangkan oleh salah satu koasnya.
"Dokter William kenal sama Dokter Viona rupanya?"tanya nya penuh dengan rasa kepo akut.
Begitu pun dengan beberapa orang yang ada disana.Pasalnya selama bekerja disana,William terkenal sebagai cowok jomblo karena tidak pernah ada seorang wanita pun disamping nya.
"Masa sama ibu dari anak saya nggak kenal,kalian ini aneh aneh saja.Oh iya,perkenalkan Dokter Viona ini adalah istri saya,ibu dari putri saya yang bernama Wilona."jawab William tentu saja membuat semua orang kaget dan patah hati berjamaah tentunya.
Karena tidak hanya Tia yang menaruh hati pada dokter tampan itu melainkan siswi lain nya.Namun disini,Tia lah yang jauh lebih agresif dari pada yang lain nya.
Dan tentu saja gadis yang tadi sempat dibuat senang karena kedatangan William kesana,dibuat sakit dan patah hati seketika itu juga.
Karena ternyata si pujaan hati,bukan nya sudah menikah namun sudah memiliki anak.Hancur sudah impian yang selama ini dia bangun sendiri itu.
Sendiri?iya,sendiri karena William tidak pernah menanggapi ungkapan perasaan cinta yang Tia berikan untuknya.