
Viona mengikuti langkah Dokter Novi yang berjalan lebih dulu memasuki sebuah unit apartemen yang tidak asing untuk dirinya.
Sepanjang memasuki ruangan itu Viona terus mengingat tempa siapa ini,rasanya dia pernah kesana tapi kapan?pikirnya saat mengikuti langkah Dokter Novi.
Deg...
Viona baru tersadar jika baru saja tadi malam dia keluar dari unit apartemen itu dengan berlari karena ketakutan.
Viona mengeratkan pegangan kedua tangan nya dipegangan tas kerja milik Dokter Novi yang dia bawakan untuk memeriksa pasien nya,saat memasuki kamar yang kemari menjadi saksi perdebatan antara dirinya dan si pemilik kamar.
"Kamu kenapa sih Will?kok tumben banget sakit gini?kemarin bukan nya baik baik saja?"cecar Novi pada teman nya William.
"Aku juga tidak tahu Nov,sudahlah,lebih baik sekarang kamu periksa saja."jawab William yang masih setia menutup matanya dan belum menyadari jika Novi datang dengan seseorang.
"Baiklah,baiklah.Ayo Vio,tolong bantu keluarkan alat yang di butuhkan.Dan coba kamu yang memeriksa dan berikan diagnosa mu,nanti biar aku cocokkan dengan diagnosaku,bagaimana?siap Dokter Viona?''ucap Dkter Novi memberi perintah pada dokter yang kini jadi asisten nya.
"Baik Dok.In sha Allah siap."
Deg...
William tertegun saat Dokter Novi menyebutkan nama Viona dan mendengar suara gadis itu.William dan juga Viona sama sama dibuat kaget dengan pertemuan yang tidak disangka sangka oleh keduanya.
Bahkan tidak pernah terpikirkan jika mereka akan kembali bertemu bahkan saat William menjadi pasien nya dan Viona Dokter yang memeriksa dirinya.
Seketika tangan Viona mengalami tremor saat harus menyentuh tubuh William untuk memeriksa kondisi pria itu.
Aneh padahal tadi malam pria itu tampak begitu sehat namun pagi ini,dia terbaring tak berdaya diranjang nya.
Sejenak Viona nampak menghela nafas demi menetralkan detak jantung nya yang berdetak begitu kencang.
"Tenanglah Vio,dia itu memang galak saat kerja,tapi aslinya baik banget kok.Jadi jangan takut,ayo periksa dan berikan diagnosamu."ucap Dokter Novi yang melihat Viona begitu gugup saat akan memeriksa keadaan Wiliiam saat ini.
Dokter Novi belum tahu saja jika tadi malam dikamar itu dan di antara mereka terjadi huru hara yang begitu membekas untuk keduanya.
Viona pun berusaha tenang dan menjalankan tugasnya dengan baik.Meski begitu takut dan gugup namun nampaknya pria yang selalu terlihat dingin dan pedas saat berucap kini benar benar dibuat tak berdaya oleh keadaan nya.
"Bagaimana?apa yang kamu simpulkan tentang kondisi William saat ini?"tanya Dokter Novi pada Viona.
Bukan nya menjawab,Viona malah terlihat kebingungan menjawab pertanyaan dari dokter pembimbingnya itu.
Tidak ingin membuat anak bimbing nya kesusahan Dokter Novi pun nampak mendekati William dan melakukan pemeriksaan ulang.
Dokter Novi mengangguk nganggukann kepalanya.Entah mengapa,kini Dokter Novi tahu kenapa Viona ragu menjawab pertanyaan dari nya.
"OK,sudah.Baiklah,sekarang sebutkan apa yang kamu dapat?tidak perlu dijelaskan juga tidak apa apa hanya saya ingin tahu apa yang kamu dapatkan dari kondisi Dokter Will saat ini?"tanya Dokter Novi lagi pada Viona saat dirinya sudah selesai memeriksa keadaan William.
"Co_cova___"
"Couvade Syndrome.Kamu benar,kenapa kamu ragu?apa karena Dokter William belum menikah hingga kamu ragu untuk mengatakan nya?"tanya Dokter Novi lagi dan di angguki oleh Viona.
Seketika Dokter Novi pun tertawa lepas,saat mendapatkan jawaban dari anak didiknya saat ini.
"Kamu ini polos sekali sih Vio.Memang nya pria yang belum menikah bisa dijamin jika dia tidak menanam benihnya pada rahim pasangan nya?kalau tidak ada hal seperti itu maka didunia ini tidak akan kejadian hamil diluar nikah yang saat ini makin marak kejadian nya."ucap Dokter Novi lagi dan tentu saja dibenarkan oleh Viona.
Bahkan saat ini dirinya pun tengah hamil dari pria yang saat ini terbaring diranjang nya dengan tubuh yang lemas karena terus memuntahkan isi perutnya.
'Apa ini semua karena aku hamil anaknya?aku bahkan tidak merasakan apapun dalam masa kehamilan ini.Apa itu artinya ayahnya yang akan mengalami ngidam jika ibunya baik baik saja?' gumam Viona dalam hatinya.
"Aku bukan pria seperti itu Nov."sela William meski tubuhnya masih lemas dan tak bertenaga namun mulutnya masih bisa bersuara.
"Bukan apanya?buktinya kamu mengalami kehamilan simpatik Will.Cepat halal kan Kanaya,jangan biarkan anak kalian terlahir tanpa status yang halal,itu akan membuat anak kalian menderita dimasa depan nya nanti."jelas Dokter Novi yang tentu saja membuat William dan juga Viona tertegun.
Tanpa terasa Viona pun menyentuh perutnya yang masih rata begitu saja,Dokter Novi benar.Mereka benar benar harus memikirkan masa depan janin yang ada didalam rahim nya kini.
...***...
🌸 Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*