Love After Divorce

Love After Divorce
Empat Puluh Satu



William masih mengembangkan senyum nya saat ponselnya berbunyi dan sebuah notif pesan singkat dari Kanaya masuk kedalam ponselnya.


William hanya mentaap sekilas lalu mengabaikan pesan itu dan langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Hari ini rencananya William akan menemui sahabatnya yang merupakan seorang Dokter obgyn yang sudah memiliki klinik bersalin sendiri untuk memeriksakan kandungan Viona.


Tidak butuh waktu lama bagi William untuk merampungkan acara bersih bersih nya,hanya 30 menit saja pria itu sudah siap untuk pergi.


Dengan menggunakan pakaian yang cukup santai,William berjalan menuruni anak tangga menuju ke arah dimana kamar Viona berada.


Tok


Tok


Tok


Setiba nya didepan kamar Viona,William mengetuk pintu yang masih tertutup dengan rapat itu.


Hingga beberapa saat menunggu,akhirnya pintu itu pun terbuka juga dan menampilkan Viona yang saat itu tampak begitu terlihat cantik,lucu dan imut.


Bagaimana tidak,saat ini Viona tengah menggunakan dress diatas lutut yang menampilkan kaki jenjang nya.


Perutnya yang sudah terlihat membuncit meski sedikit menambah penampilan gadis itu semakin menggemaskan.


Seketika William pun dibuat terpesona dengan tampilan Viona yang begitu berbeda dari biasanya.


Biasanya William akan melihat gadis itu dalam balutan baju kerja ditambah dengan jas kebanggaan para tenaga medis.


Namun kali ini,Viona begitu terlihat imut imut dengan dress yang dikenakan nya.Ditambah dengan sapatu sneakers putih menambah tampilan nya bak abege saja.


"Kenapa By?apa ada yang aneh?"


Deg...


Pertanyaan yang diberikan oleh Viona membuat jantung William kian berdetak tak karuan.


'Apa katanya tadi?By,dia memanggil ku Hubby?sungguhkah?aku tidak salah dengar kan?' gumam nya dalam hati.


"By,Hubby.Ada apa?kok bengong?"tanya Viona lagi semakin membuat William salting dengan pipi yang mulai memanas.


"Ah,tidak,tidak apa apa,ayo kita berangkat,dokternya sudah menunnggu."kilah William demi menutupi rasa gugupnya.


William pun berjalan lebih dahulu mendahului Viona yang mengikutinya dari arah belakang.Kedua pasutri itu pun bergegas pergi meninggalkan rumah setelah berpamitan dengan Bi Sari.


Dengan langkah cepat si pemilik kendaraan mendatangi rumah itu dan mengetuk pintu itu dengan cukup keras.


Tok


Tok


Tok


"Iya sebentar,"seru Bi Sari saat mendengar pintu rumah majikan nya diketuk dengan begitu kasar dan tidak sabaran.


"William mana?"tanya nya dengann nada kesal saat pintu rumah itu terbuka.


"Maaf Non,baru saja pergi."jawab BI Sari mencoba bersikap ramah meski hatinya begitu enggan.


"Pergi?kemana?"


"Kurang tahu Non,tadi Den Will mengajak Non Vio pergi tapi tidak bilang mau pergi kemana mana nya."jawab Bi Sari dengan sedikit berbohong.


Pasalnya sebelum pergi jelas jelas William memberitahukan nya akan tempat tujuan nya pergi bersama dengan Viona.


Namun Bi Sari memilih berbohong demi kebaikan keduanya.Bukan niat hati memisahkan dua inaan itu.


Namun keadaan dan kondisinya sudah sangat jauh berbeda.Bi Sari hanya berusaha mempertahankan hubungan yang jelas jelas sudah sah dimata hukum dan agama.


Bukan nya tidak memiliki empati pada gadis yang sudah lama menjalin kasih dengan majikannya itu,hanya saja jika ada yang harus disalahkan tentu saja kw egoisan gadis itu.


Berulang kali William melamarnya namun lagi lagi mendapatkan jawaban yang sama.Jika pendidikan dan gelar yang menjadi penghalang bagi Kanaya menerima lamaran itu,kenapa tidak menikah saja dulu baru lanjutkan pendidikan.


Toh william sudah jauh lebih mampu jika sekedar membiayai kuliah Kanaya.Kenapa lamaran itu selalu berakhir dengan penolakan.


Kini saat William sudah beristri,Kanaya begitu gencar membrondong William dengan ajakan menikah.Lucu,tapi itu kenyataan nya.


Dengan menekan rasa kesalnya Viona pun langsung pergi meninggalkan rumah itu karena memang dirinya hari ini harus bertolak keluar negri demi menyelesaikan urusan pekerjaan nya.


Niat hati ingin di antarkan William sampai bandara beraskhir sia sia saat pria itu tidak mengangkat telpon darinya dan mengabaikan pesan uang dia kirimkan sedari pagi.


"Sial,brengsek.Lihat saja,setelah aku kembali,tidak akan aku biarkan kalian bersama dan bahagia." gumam nya seraya membanting ponselnya hingga layar ponsel itu retak.


...****************...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...