
"Kita tidak jadi menginap ya Bu?aku kira kita mau menginap,"keluh Wilona karena Ibu nya tiba tiba mengajaknya pulang.
"Lain kali saja ya sayang,tadi Oma telpon Bunda dan Oma bilang Oma mau ajak Wilona beli mainan masak masakan baru,yukkk kita pulang sekarang.Nanti keburu malam dan ga jadi deh beli mainan nya,"bujuk Viona menahan sesak didadanya.
Sungguh ucapan yang dilontarkan oleh ibu mertuanya begitu melukai hati dan harga dirinya.Bagaimana bisa dirinya dikira mengambil sebuah profesi hanya sebagai tempat untuk memikat seorang pria.
Padahal jika bisa memilih dulu,Viona tidak pernah mau mengenal Willian dan melukai hati Kanaya yang harus rela kehilangan kekasihnya karena anak yang dia kandung.
Viona mengangkat tubuh Wilona dari atas pangkuan Willian yang diam terpaku melihat wanita yang dia cintai itu kembali meneteskan air mata.
Bahkan Viona menghindari bertatapan mata dengan nya.Tidak,William tidak akan pernah membiarkan mereka pergi lagi.
Cukup lima tahun dia harus menderita karena kehilangan istri dan anaknya dulu.Kini meski tanpa restu dari ibu nya William bertekad untuk tetap bertahan disamping istri dan anaknya.
"Ya sudah,ayo kita pulang.Biar Ayah yang bawa mobil,Wilo sama Ibu duduk manis disamping Ayah,ok,"sambung William yang membuat Viona refleks menoleh kw arah pria yang kini sudah berdiri disamping nya.
"Maaf Mah,kami pulang dulu.Lain kali kami mampir lagi,"ujar William berpamitan dengan sang mamah yang hanya menatap datar pada putra dan menantunya itu.
"By,,,"lirih Viona tidak menyangka jika suaminya akan ikut bersama dengan dirinya.
"Kenapa?kamu mau kita pulang kan?ya sudah,ayo kita pulang."
William pun melangkah menuju keluar rumah meninggalkan sang mamah yang masih enggan bersuara.
Entahlah,rasanya masih ragu saja menerima gadis asing itu untuk menjadi menantu nya.Mungkin istilah tidak kenal maka tak sayang itu sangat tepat disemat untuk mamah Kamila saat ini.
"By,,,"ucap Viona lagi menahan langkah kaki William yang baru saja akan membuka pintu mobilnya.
"Kenapa,hhmm?"tanya William lembut,menutupi rasa kecewanya pada sang Mamah yang menilai orang se enaknya saja.
Padahal dirinya jelas jelas sudah menjelaskan bagaimana mereka bertemu sampai terlibat dalam sebuah pernikahan dan memiliki seorang anak.
"Sudah aku bilang kan,kalau saat ini dan selamanya,aku tidak akan membiarkan kalian pergi lagi.Aku akan menjaga dan melindungi kalian berdua.Jika kalian pergi,maka tidak ada alasan untuk aku buat tinggal disana."
"Tapi bagaimana dengan Tante?"
"Mamah sayang,panggil dia Mamah.Meski saat ini beliau belum bisa menerima mu,tapi aku yakin,suatu hari nanti Mamah sendiri yang akan datang dan memintamu kembali,"
"Tapi____"
"Ssstttt,aku tidak mau kita kembali bertengkar apa lagi berpisah.Sungguh,jika kali ini kamu pergi lagi aku lebih baik mati saja,jadi jangan bicara apapun lagi.Ayo,hari sudah makin malam,kasihan Wilo sudah lelah dan butuh istirahat,"
Viona pun memgangguk patuh,dengan senyum di wajahnya Viona masuk kedalam mobil dan di ikuti oleh William yang masuk dengan senyum diwajahnya juga.
Dan tanpa keduanya sadari jika sedari tadi ada sepasang mata tengah memperhatikan mereka berdua dari balik tirai.
"Kenapa harus berkata sekejam itu?bukan kah kamu lebih tahu kisah mereka lebib dari siapapun?bukan kah ini yang kamu inginkan?bahkan kamu melibatkan sahabat William demi memuluskan rencana mu agar William lepas dari gadis bernama Kanaya?"ucap seorang pria paruh baya yang kini sudah berdiri disamping Mamah Kamila.
"Aku hanya ingin melihat,apa dia gadis yang manja dan egois seperti Kanaya.Sungguh,aku tidak mau putra kita jatuh pada wanita seperti Kanaya yang manja dan egois Pah,"jawab Mamah Kamila pada pria yang ternyata adalah suaminya sendiri yang tidak lain adalah ayah dari William,Diego Anderson.
"Kenapa?bukan nya kamu menyukai Kanaya?lalu,kenapa tidak ingin William menikah dengan gadis itu?"tanya Papah Diego.
"Awalnya aku menyukainya.Tapi setelah dia terus menerus menolak lamaran dari William aku berubah pikiran.Kesal rasanya saat niat baik putra kita ditolak mentah mentah.Wanita macam apa yang maunya pacaran terus,lima tahun bukan kah itu sudah lebih dari cukup untuk mereka pacaran,tetap saja tidak ada kejelasan."
...****************...
"*Yang masih ingat kejadian awal Viona dan William terjebak ONS pasti bertanya tanya kan siapa dibalik kejadian itu.
Nah sekarang Othor buka ya siapa pelakunya ðŸ¤ðŸ¤ dan ini berarti hilal menuju selesai telah terlihat.Semoga masih setia menemani kisah Vio dan Will Will ya sampai usai nanti...Happy Reading semunya.🥰🥰🥰*