Love After Divorce

Love After Divorce
Enam Puluh Satu



Viona membeku didepan pintu kamar yang saat ini dia datangi.Setelah mengetuk beberapa kali akhirnya pintu yang terkunci dari dalam itu terbuka dengan menampilkan seorang wanita dengan menggunakan kemeja putih tanpa bawahan dengan bagian dada yang terbuka lebar hingga menampilkan beberapa tanda merah sisa sisa pergulatan mereka semalam.


Dada Viona semakin bergemuruh dan sesak secara bersamaan saat dirinya mendengar suara serak khas bangun tidur milik suaminya.


"Siapa sayang?"tanya pria yang masih menutup matanya itu.


"Bi Sari,"jawab si wanita yang saat ini dengan lancang nya tidur dikamar utama mereka dan menggunakan kemeja suaminya.


Hati Viona kian hancur saat dengan santainya William kembali tertidur dengan keadaan bertelanjang dada dan bagian bawahnya hanya ditutupi oleh selimut tebal miliknya.


Tanpa berkata kata,Viona pun langsung meninggalkan kamar itu dengan memabwa sejuta luka dihatinya.


Dia tidak menyangka jika pria yang selama beberapa bulan ini menggaungkan kata cinta untuknya ternyata mempermainkan nya.


Sementara wanita yang kini ada didalam kamar utama milik William hanya tersenyum puas lalu kembali menutup kamar itu.


Wanta itu kembali membaringkan tubuhnya disamping William yang belum menyadari apa yang terjadi saat itu.


Dengan air mata yang mengalir diwajah cantiknya,Viona pun mulai memasukan baju baju miliknya kedalam satu koper.


Dan koper kedua,dia isi dengan peralatan bayi yang sudah dia siapkan beberpa hari yang lalu bersama dengan William tentunya.


Tingga satu bulan lagi sang calon bayi lahir,namun detik detik menjelang kelahiran sang anak Viona malah menyaksikan perbuatan William yang menggoreskan luka begitu dalam dihatinya.


"Loh,Non Vio mau kemana?"tanya Bi Sari panik saat melihat Viona menarik dua buah koper dari dalam kamarnya.


"Tolong jaga Mas Will untuk aku ya Bi,aku sudah tidak bisa bersamanya lagi.Anak ini sebentar lagi dan itu tandanya talak yang dilayangkan Mas Will akan mulai berlaku dan kami sudah tidak boleh bersama."


Deg...


"Talak?mana mungkin?mana mungkin Den Will menalak Non Vio setelah selama ini dia sudah banyak berubah,"


"Mas Will melakukan itu sesaat setelah ijab kabul Bi.Terima kasih sudah menjaga dan merawat Vio dengan baik selama Vio tinggal disini,semoga kelak kita akan dipertemukan kembali.Titip Mas William ya Bi,."


Tanpa kata lagi Viona pun langsung pergi meninggalkan rumah itu.Bi Sari mencoba mencegah kepergian itu namun tampaknya sia sia saja saat melihat gadis itu masuk kedalam taksi yang akan membawanya entah kemana.


Sementara William sendiri baru mengerjapkan matanya saat hari sudah menjelang siang.William merasa cukup setelah tertidur lebih lama.


William pun meregangkan otot ototnya lalu berbalik dan alangkah terkejutnya dia saat melihat wanita yang kini tertidur lelap disampingnya.


Deg...


"Ka_Kanaya?"tanya nya saat melihat gadis itu kini tidur dengan menggunakan kemeja yang kemari dia pakai untuk bekerja.


Jantung William kembali dibuat berdetak kencang saat menyadari keberadaan gadis itu didalam kamar utama didalam rumahnya.


Seketika William pun langsung bangkit dari tidurnya dan langsung menyambar celana boxer yang tergeletak begitu saja di atas lantai untuk menutupi tubuh polosnya.


"Kamu mau kemana sayang?"tanya Kanaya yang terusik tidur nya oleh pergerakan William.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Kanaya,William langsung berlari menuju keluar kamar meninggalkan Kanaya yang masih berbaring diranjang nya.


William berlari menuju kekamar yang selama ini ditempati oleh nya bersama dengan Viona namu nihil,dia tidak menemukan sang istri disana.


"Shittt,"umpatnya saat melihat lemari milik Viona telah kosong sebagian.


William pun kembali mencari ke arah luar,dan berpapasan dengan Bi Sari yang baru saja masuk dari arah depan dengan mata yang sembab.


"Dimana Viona Bi?"tanya William dengan wajah paniknya.


"Sayang kamu mau kemana sih?kok langsung lari gitu ajah?"


Belum sempat Bi Sari menjawab pertanyaan dari William,Kanaya datang dan membuat Bi Sari jadi tahu apa alasan Viona pergi dari rumah itu.


Namun William tidak menghiraukan pertanyaan yang dilayangkan oleh Kanaya.William hanya fokus menanyakan dimana istrinya saat ini.


"Non Vio sudah pergi Den,"lirih Bi Sari dan itu membuat senyum diwajah Kanaya semakin mengembang.


"Pergi?pergi kemana Bi?"tanya William lagi yang kian panik.


William terduduk lemas saat mendapat jawaban sebuah gelengan kepala dari art nya itu.Bahkan tanpa mau menjelaskan apa apa lagi,Bi Sari pun langsung pergi begitu saja meninggalkan William yang terduduk lesu disofa ruang tamu.