
Obrolan kedua nya terhenti saat mobil yang dibawa oleh Anjar tiba disebuah pakiran sebuah cafe kekinian yang terdapat tidak jauh dari pusa kota.
Keduanya tampak turun dari mobil secara bersamaan.Viona bukan tipekal cewek yang manja yang akan bediam diri didalam mobil menunggu pintu mobil disamping nya dibukakan.
Viona adalah gadis yang mandiri yang segala sesuatu dia kerjakan sendiri.Dan hal itu sudah biasa bagi Anjar yang sejatinya sudah mengenal baik bagaimana mandiri serang Viona.
Berbeda jauh dengan Kanaya yang jauh lebih manja dan jauh lebih ingin diperhatikan banyak orang,tidak jarang Kanaya membuat hal kecil menjadi drama besar agar dirinya dapat perhatian dari orang orang.
Dan hal itu yang membuat Anjar kurang nyaman bergaul dengan Kanaya.Anjar jauh lebih nyaman dan asik jika menghabiskan waktunya bersama dengan Viona.
"Kamu mau makan apa?"tanya Anjar setelah keduanya duduk dibangku agak memojok dan sedikit sepi.
"Nasi goreng aja deh,ada nggak ya?"jawab Viona seperti biasa gadis itu selalu memesan menu itu sedari jaman mereka masih berseragam dulu.
"Sudah bertahun tahun masih belum ada yang berubah,masih Viona yang dulu."ucap Anjar menatap pada Viona.
"Memang kenapa harus berubah?nggak ada alasan untuk berubah jugakan,kenapa juga harus berubah."
"Kamu benar,lalu apa sudah ada seseorang yang memikat hati dingin seorang Viona?"
Deg...
Pertanyaan dari Anjar kembali menyadarkan dirinya akan status yang saat ini sudah melekat pada dirinya.
Meski sudah menjadi seorang istri dari seorang dokter ternama,namun sayang status pernikahan itu begitu ditutup rapat dari pihak luar oleh sang suami.Agar tak seorang pun tahu jika dirinya sudah resmi menyandang status istri dari dokter pembimbingnya sendiri.
Bahkan William dengan sengaja tidak memberi tahu kaar bahagia itu kepada kedua orang tuanya meski kabar ini sudah mereka tunggu sedari dulu.
Usia William yang sudah memasuki kepala tiga membuatnya dituntut untuk segera memiliki istri dan juga anak.
William ingin sekali mewujudkan keinginan kedua orang tuanya namun sayang,Kanaya terus saja menolak untuk melanjutkan hubungan mereka kejenjang pernikahan.
William pun akhirnya menerima keputusan Kanaya dan kembali bersabar menunggu dua tahun kedepan higga sang kekasih meampungkan pendidikan S2 nya.
Namun sayang,takdir berkata lain.Baru saja Kanaya melanjutkan beberapa bulan saja,insiden kekasihnya yang terlibat ONS dengan keponakan nya sendiri menghancurkan semua rencana yang sudah disusun rapih oleh Kanaya dan juga William.
Viona mhala nafas panjang dan dalam sebelum akhirnya menunjukan cincin pernikahan yang baru kemari tersemat dijari manisnya.
"Wait,wait,wait.Jangan bilang kalau kamu sudah nikah Vio?"
"Terus kamu pikir ini cincin mainan,ck."cebik Viona kesal karena sahabanya itu tidak percaya jika dirinya sudah menikah.Eh ralat,baru menikah.
"What?jadi kamu serius,kalau kamu udah merried?"
Jawab Viona hanya dengan deheman.Sedari dulu tidak ada satu hal pun yang disembunyikan antara dirinya dan juga Anjar.
Viona sudah benar benar menganggap Anjar sebagai saudaranya sendiri,maka dari itu.Viona selalu terbuka dalam hal apapun pada Anjar.
Bahkan Viona lebih terbuka kepada Anjar dari pada Kanaya yang jelas jelas memiliki ikatan pertalian darah dengan Viona.
Namun hanya pada Anjar lah Viona berani bercerita tentang apapun yang terjadi pada hidupnya.
Namun sayang 4 tahun yang lalu,keduanya terpaksa putus komunikasi karena pemuda itu yang tiba tiba menghilang entah kemana.
Dan kini setelah sekian lama berpisah,keduanya pun kembali bertemu dengan situasi yang sudah jauh berbeda.
"Wih keren akhirnya jatuh cinta juga kamu ya?"lanjut Anjar setelah mengetahui jika Viona sudah menikah.
"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan Jar,kami menikah karena terpaksa bukan karena cinta."jawab Viona mendadak sendu.
"Dijodohkan?"tanya Anjar dan langsung dijawab gelengan kepala oleh Viona.
"Lalu?kenapa?"
"Karena aku hamil anaknya."
Seketika mata Anjar membulat sempurna saat mengetahui kondisi Viona saat ini.
"Kamu pelakor?"seru Anjar yang langsung dihadiahi pukulan mamatikan dari Viona tepat dibahu pemuda itu hingga memekik kesakitan.
"Mulutmu ya,nggak berubah meski sudah 4 tahun diasingkan bokap kamu.Ngeselin banget,enak aja.Aku tuh ya, berpikir punya pacar yang normal dan single aja nggak gimana bisa jadi pelakor,bambang."jawab Viona penuh dengan kekesalan.
"Lah terus itu kenapa?terpaksa nikah karena hamil itu kan artinya kalau kamu pa___"
"Ngomong sakali lagi aku asingkan kamu ke bulan."
"Ok,ok.Sok,sekarang cerita kenapa bisa begitu?biar aku tahu apa yang selama ini kamu alami tanpa aku."
Keduanya pun kini saling menatap sendu.Sungguh jika bukan ditempat umum,ingin rasanya Viona berhambur kedalam pelukan Anjar dan menangis sepuasnya didada bidang pria itu.
Selama ini hanya pada Anjarlah Viona berani menunjukkan sisi rapuh dan tidak berdaya nya gadis itu.
...****************...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*