Love After Divorce

Love After Divorce
Lima Puluh Sembilan



Deg...


Langkah William terhenti saat dia berbalik sudah menemukan Kanaya berdiri tepat dibelakang nya yang itu tanda nya,jika Kanaya baru saja mendengar percakapan nya dengan Viona.


"Maaf,aku harus pulang."ucap William datar saat melewati tubuh Kanaya begitu saja.


Greeppp


Namun lagi lagi langkah William harus kembali terhenti saat Kanaya memeluknya dari arah belakang.


"Tidak Will,aku mohon jangan tinggal kan aku.Aku sangat mencintai kamu Will dan aku juga membutuhkan mu,"lirih Kanaya yang kini sudah tidak bisa menahan tangis pilu nya.


William memejamkan mata nya lalu menghela nafas panjang sebelum akhirnya melepaskan belitan tangan Kanaya diperutnya.


Bohong jika William tidak merindukan Kanaya,wanita yang lima tahun terakhir ini mengisi hidupnya.


Bohong jika William sudah melupakan semua tentang Kanaya.Namun saat ini,William sadar jika Viona dan calon anak merekalah yang jauh lebih membutuhkan cinta dan kasih sayang nya.


Meski belum sepenuhnya melupakan Kanaya dan masih merindukan gadis itu.Namun William juga tidak mau kehilangan Viona.


Seorang gadis yang tiba tiba masuk kedalam hidupnya.seorang gadis yang harus menderita karena terseret nafus bejatnya,seorang gadis yang begitu dia tolak kehadiran nya namun gadis itu tetap sabar dan tabahnya dalam menghadapi semua sikapnya yang kadang begitu labil.


Benci saat melihatnya tapi juga galau tidak ketulungan jika sang gadis menghilang dari pandangan.


Ah,entahlah.Yang pasti saat ini,Viona adalah tujuan hidupnya saat ini.Untuk kanaya sendiri,meski belum bisa lupa sepenuhnya,namun tidak ada niat untuk melanjutkan.


"Maaf Nay,aku harus pulang.Istriku sedang menungguku pulang."jawab William berlalu pergi tanpa menoleh lagi kebelakang.


Dan hal itu membuat tangis kanaya semakin pecah.Namun William mengabaikan tangis pilu mantan kekasihnya itu.


William mengepalkan kedua tangan nya sangat kuat demi menekan rasa ingin memeluk wanita yang masih menangis didalam ruang kerjanya.


Dengan air mata yang kini sudah mengalir diwajah tampan nya,William langsung pergi meninggalkan tempat itu meski Kanaya masih ada disana.


William memang masih mencintai Kanaya,rasanya terlalu sulit melupakann yang sudah bertahun tahun menemani dirinya merasakan indahnya cinta.


Namun saat ini,William sudah memutuskan dan sudah memilih Viona.Dan dengan itu William harus melepaskan Kanaya.


**** sakit namun itu adalah resiko yang harus di ambil oleh William.William juga tidak mau memberikan harapan kosong lagi pada Kanaya.


Toh kenyataan nya saat ini,William tidak bisa jauh dari sosok Viona meski belum melupakan Kanaya.


Namun William juga tidak bisa jauh dari Viona yang saat ini begitu membuatnya bahagia.Selalu dicari dan diperhatikan sungguh inilah kehidupan yang William cari selama ini.


Bertahun tahun hidup dalam kesendirian dan kehampaan kini terasa hidup kembali dengan adanya Viona.


Gadis itu benar benar membuat William betah dirumah dan selalu ingin segera pulang,hidupnya kini serasa berwarna dengan adanya gadis itu.


William pun kini serasa telah menemukan rumah dan jalan pulangnya.Tujuan hidupnya yang belum dia dapatkan dari kekasihnya Kanaya.


...*****...


Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya mobil yang dibawa William pun tiba dihalaman rumah nya.


Setiba nya dirumah,William langsung berlari mencari keberadaan istrinya itu.William ingin sekali memeluk dan menghirup aroma tubuh sari wanitanya itu.


"Viona dimana Bi?"tanya William saat berpapasan dengan Bi Sari diruang tengah.


"Non Vio sedang dikamar Den Will,katanya ingin membereskan kamar itu sendiri."jawab Bi Sari sedikit gelisah.


Pasalnya dikamar itu masih menyimpan beberapa barang kenangan antara William dan juga Kanaya.


"Vio kekamar aku Bi?apa Bibi sudah membuang semua barang barang 'itu'(barang kenangan antara Kanaya dan William saat masih bersama.)?"


"Be_belum Den,maaf.Soalnya Den Will tidak pernah menyuruh Bibi untuk membuang nya,jadi Bibi tidak berani menyingkirkan semuanya."jawab Bi Sari apa adanya.


Memang benar,William tidak pernah memberi perintah untuk menyingkirkan barang barang kenangan itu.


Bukan sayang,namun WIlliam lupa jika dirinya masih menyimpan barang barang itu.Sejak memutuskan berdamai,William berpindah kamar dan menempati kamar bawah bersama dengan istrinya.


Sehingga dia lupa jika dirinya masih menyimpan barang barang nya bersama dengan Kanaya dikamar utama miliknya.


William pun segera berlari menuju lantai dua dimana kamar utama itu berada.William takut VIona akan salah paham dengan semua barang yang masih tersimpan rapih didalam sana.


...****************...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...