Love After Divorce

Love After Divorce
Tiga Puluh Enam



William masih mematung ditempatnya saat terdengar suara ponsel milik nya berbunyi.Sebuah notif pesan dari nomor tidak dikenal masuk kedalam ponsel itu.


Dengan malas,William pun membuka pesan itu dan membacanya.Seketika mata William membulat saat membaca sebuah pesan yang ternyata dikirimkan oleh Anjar.


["Jika kamu tidak bisa menerima kehadiran Viona didalam hidupmu,lebih baik kembalikan dia pada orang tuanya.Jangan menyakitinya terlalu dalam lagi,cukup kali ini saja aku melihatnya menangis tersedu karena perbuatan kalian berdua(kamu dan Kanaya).Segeralah ceraikan dia,biar aku yang akan bertanggung jawab atas hidup dan masa depan nya.Dan untuk anak kalian,kamu masih bisa menyayanginya dan membantu merawatnya meski tanpa adanya ikatan pernikahan."] ~ 08xxx


Deg...


Seketika jantung William terasa terhenti saat membaca isi pesan yang diperkirakan dikirim dari nomor ponsel milik Anjar,yang saat ini tengah menemani Viona menenangkan dirinya.


["Dimana Viona?aku akan menjemputnya pulang."] ~ Dokter William.


["Aku akan mengantarkan nya oulang besok,malam ini biarkan dia sendiri dulu.Aku tahu,aku tidak pantas ikut campur tapi sebagai teman yang sudah lama mengenalkan,aku mohon.Jangan sakiti dia,jika kamu tidak bisa menerima dia,kembalikan saja pada Bunda Ana.Jangan menahan dia jika kamu hanya memberi luka dihatinya.Dia mungkin tidak berharga untuk kamu.Tapi bagi kami,Viona jauh lebih berharga dari apapun dan saat dia menangis seperti tadi,bukan cuma dia yang sakit tapi kami juga."] ~ 08xxx


William seakan kehabisan kata kata saat membaca pesan terakhir dari Anjar.Anjar benar,mungkin bagi dirinya dan Kanaya,kehadiran Viona bukan apa apa dan satu hal yang tidak penting.


Namun bagi orang orang yang menyayanginya,Viona mungkin jauh lebih berharga dari barang langka sekalipun.


Terbukti,bukan hanya Bunda Ana dan Ayah Abagas yang menganggap Viona berharga,namun pria yang berstatus sahabatnya itu pun sama halnya,begitu menganggap Viona berharga dan penting.


Tanpa membalas kembali pesan dari Anjar,William pun berjalan dengan gontai menuju ke arah kamarnya.


Sepanjang malam William terus berpikir keras akan apa yang harus dia lakukan saat ini terhadap Viona dan juga Kanaya.


Lelah memikirkan semuanya,William pun akhirnya terlelap entah dijam berapa.Yang pasti,William terbangun setelah matahari meninggi dan sebuah ketukan dipintu kamarnya membuatnya dengan terpaksa membuka matanya.


Dengan mata sayu dan keadaan berantakan William berjalan menuju ke arah pintu demi melihat siapa orang yang sudah mengganggu tidurnya pagi ini.


Ceklek...


"Morning sayang,loh kok belum siap siap?kamu nggak ke rumah sakit?"sapa Kanaya dengan senyum sumringah nya menyapa sang kekasih yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Loh kok nanya gitu sih sayang?aku ingin sarapan bersama,nanti antar aku kekantor ya,"lanjut Kanaya yang berusaha bersikap biasa dan berusaha seolah olah tidak terjadi perdebatan diantara mereka yang terjadi tadi malam.


"Aku kurang enak badan Nay,lebih baik kamu sarapan dan kekantor sendiri saja.Bukan kah biasanya juga seperti itu?"jawab William datar.


"Tapi mulai saat ini,aku ingin kekantor dengan di antar oleh mu sayang.Bukankah ini hal yang wajar,apalagi sebentar lagi kita akan menikah.Bukankah kita harus lebih banyak menghabiskan waktu bersama."


"Please Nay,aku tidak ingin membahas apapun dulu saat ini."


"Tapi sayang____"


Seketika ucapan Kanaya terhenti saat mendengar art rumah William menyerukan nama Viona yang baru saja pulang di antar oleh Anjar.


"Eh Non Vio?sudah pulang?teman nya nggak di ajak masuk Non?"


"Iya Bi,teman aku buru buru ada urusan kantor yang mendesak katanya makanya nggak mampir."


"Non Vio mau sarapan?bibi sudah buatkan sarapan sup ayam sama capcay seafood,jika Non mau Bibi akan panaskan dulu makanan nya."


"Tidak usah Bi,aku sudah sarapa tadi.Aku masuk dulu ya Bi,mau siap siap kerumah sakit soalnya."


"iya non,silahkan."


Viona pun melangkah menuju kearah kamarnya,namun saat akan masuk kedalam ruangan pribadi nya itu,tiba tiba pergelangan tangan nya dicekal seseorang hingga Viona dengan terpaksa menghentikan langkahnya.


"Dari mana kamu?kenapa pergi tanpa meminta ijinku sebagai suamimu?"


...****************...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...