
ceklek...
Deg...
William membeku diambang pintu,matanya menatap nanar kesekeliling kamar.William begitu dibuat kaget saat mellihat keadaan kamarnya yang masih utuh.
Tidak ada yang berubah sedikit pun dan masih sama seperti sebelum dia tinggalkan untuk pindah kamar,menempati kamar Viona.
Bahkan foto foto dan barang barang kenangan lain nya bersama dengan Kanaya masih berada ditempatnya.
William pun langsung mengedarkan pandangan nya dan mencari sosok wanita yang dia rindukan dan begitu ingin dia peluk saat ini.
Pandangannya kini terhenti pada sosok yang tengah asik menata tanaman hias dibalkon kamar itu.
Senyum itu tidak pernah luntur dari wajah cantiknya.Entah setegar dan sesabar apa wanita yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu itu.
Sehingga masih bisa tersenyum manis dan bahagia meski baru saja menyaksikan jika suaminya masih menyimpan semua barang barang kenangan dengan sang mantan.
William pun berbalik dan kembali keluar dari dalam kamar itu untuk mencari keberadaan Bi Sari.
"Bi tolong bawa kardus besar dan tolong bantu saya bereskan semua barang barang didalammyang masih ada hubungan nya dengan Kanaya."titah William setelah menemukan Bi Sari yang tampak sibuk dengan urusan dapur.
"Baik Den,Bibi akan bereskan sekarang juga."
"Baik Bi,terima kasih."
William pun langsung kembali lagi menuju kamarnya untuk kembali mencari sang istri yang belum menyadari keberadaan nya disana.
Setelah menemukan keberadaan wanita dengan perut buncitnya itu,yang masih asik menata beberapa tanaman hias dibalkon kamarnya.
William semakin melebarkan langkahnya saat melihat betapa teduhnya senyum gadis itu meski senyum itu bukan untuknya,namun William merasa tenang saat melihat senyum diwajah cantiknya itu.
Bruukkkk...
"Sayang,,,"lirih William langsung memeluk erat tubuh mungil Viona sesaat setelah dirinya berada didekat gadis itu.
"By,sudah pulang?"jawab Viona langsung membalas pelukkan dari William.
"Mmm,kangen banget."jawab William semakin mengeratkan pelukkan nya.
"Dih,baru juga pisah beberapa jam juga.Mandi gih,bau keringat."jawab Viona mengurai pelukan dari William.
Jujur Viona menghirup aroma wangi parfum yang berbeda dari parfum yang biasa William pake.
Namun Viona tetap berusaha menekan rasa ingin tahunya karena takut hal itu membuat William marah.
Deg...
Seketika jantung William terasa terhenti saat Viona membahas aroma tubuhnya.William tahu jika yang Viona maksud mungkin bukan bau keringan,melainkan wangi parfum Kanaya yang menempel ditubuhnya karena tadi Kanaya sempat memeluknya.
"Baiklah,aku akan segera mandi.Ayo,kita kekamar kita saja."ajak William menarik tangan Viona untuk pergi dari kamar itu.
"Kenapa tidak disini saja?"
"Kenapa?kamu suka dengan kamar ini?"
"Mmm,kamarnya bagus,pencahayaannya juga bagus karena matahari langsung masuk kedalam,balkon nya juga cukup luas,disini kita bisa menyimpan beberapa macam tanaman hias."
"Kamu mau menempati kamar ini?"
"Bo_bolehkah?"
"Tentu saja sayang,semua isi rumah ini juga milikmu.Kamu bebas menempati setiap sudut ruangan dirumah ini,kamu Ratunya disini."
"Baiklah,bagaimana kalau kita pindah kesini?"
"Boleh,tapi nanti ya.Aku akan merenovasi kamarnya dulu,setela selesai kita akan menampati kamar ini."jawab William kembali membawa Viona masuk kedalam pelukkan nya.
"Ya sudah lebih baik kita kekamar saja,aku mau mandi tapi temani ya."
"Ya sudah,ayo."
Namun langkah Viona seketika terhenti saat melihat Bi Sari tengah sibuk memasukan beberapa barang kedalam kardus besar.
"By?"lirih Viona manatap ke arah sang suami yang juga menatap lembut wajah cantiknya.
"Maaf,maaf karena baru menyingkirkan barang barang itu sekarang."jawab William yang tahu betul apa yang ingin ditanyakan oleh Viona saat ini.
"Terima kasih,"jawab Viona kembali berhambur kedalam pelukan William.
Viona sungguh tidak menyangka,jika William kini bisa menerima kahadiran nya dan mencoba melupakan Kanaya.
Meski terlihat kejam,namun itulah yang diharapkan Viona saat ini.Kali ini Viona ingin bersikap egois dan tidak ingin berbagi cinta pria yang sudah menjadi suami untuknya itu.
Belum lagi keduanya kini akan memiliki seorang anak yang akan memperkuat ikatan di antara mereka.
Sementara ditempat lain tampak Kanaya yang begitu kacau.Tidak terima dicampakan begitu saja oleh mantan kekasihnya.
Kanaya pun mulai merencanakan sesuatu untuk memisahkan Viona dan William.
"Tidak akan aku biarkan kalian bahagia diatas deritaku,lihat saja.Siapa pemenang nya." gumam Kanaya meremas kuat ponsel miliknya yang menampilkan foto William dan Viona.
...****************...
Selamat datang di konflik rumah tangga Viona dan William...
Siapkan air minum yang banyak dan makanan yang banyak juga ya,biar bertenaga saat mengumpat Kanaya dan William nya 😅😅😅
...****************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...