
"Lakukan dulu apa yang aku katakan Wid,nanti akan aku jelaskan apa yang terjadi,"ucap William saat melihat tatapan penuh tanya daru dokter Widi.
Dokter Widi pun mengangguk setuju,meski rasa ingin tahu nya begitu besar namun,dia juga harus memberi waktu untuk William agar bisa menjelaskan semua nya.
"Baiklah,ayo mari Nay,kita periksa dulu."jawab dokter Widi yang memang sudah mengenal Kanaya.
Awalnya dokter Widi juga begitu kaget saat William menceritakan jika dia sudah menikah,apa lagi saat William bilang jika bukan Kanaya wanita yang dia nikahi.
Melainkan wanita lain,dokter Widi semakin dibuat shocl saat tahu jika William menikahi salah satu koas nya dan koas itu ternyata sudah hamil.
Dan kini,lagi lagi William membawa kejutan dengan membawa mantan kekasih nya dan meminta nya untuk melakukan tes keperawanan.
'Ada apa dengan kamu Will?'batin Widi brtanya tanya.
"Sayang apa yang kamu lakukan?jangan bilang kalau kamu tidak mempercayaiku?dan melupakan apa yang sudah kita lewati besama tadi malam?ayolah Will,apa kamu tidak lihat semua tanda merah ini?ini semua adalah bukti bagaimana kamu menikmati apa yang kita lakukan semalam,"ucap Kanaya demi menutupi kegugupan nya.
Kanaya tidak menyangka jika William akan melakukan hal ini padanya.Kanaya pikir,William akan mudah terpengaruh jika di ingat bagaimana setia dan cinta nya William pada Kanaya hingga William selalu percaya padanya dan apa yang dia katakan.
Namun kenapa dengan saat ini?William bahkan langsung membawanya ke dokter obgyn karena tidak mempercayai apa yang sudah terjadi antara dirinya dan juga Kanaya.
"Jika kamu yakin aku menikmati apa yang kita lakukan?kenapa kamu harus takut Nay?bukan nya hal ini bagus untuk kita,jika terbukti aku sudah menodai kamu,maka aku akan langsung menikahimu.Lakukan Wid,aku menunggu hasilnya diluar."lanjut WIlliam memberi perintah pada dokter Widi.
"Ah aku ingat,kalau pagi ini aku ada meeting penting.Maaf aku harus pergi,"ucap Kanaya lagi langsung beranjak,namun baru tiba didepan pintu William sudah memukul tengkuk nya hingga Kanaya tidak sadarkan diri.
"Ya ampun William?apa yang kamu lakukan?"seru dokter Widi yang kaget saat Kanaya pingsan karena ulah William.
"cepat lakukan pemeriksaan itu,aku tidak punya waktu banyak,aku harus segera mencari Viona Wid."jawabaa William setelah membaringkan tubuh Kanaya di atas brangkar yang ada disana.
"Baiklah,tapi kamu,hutang penjelasan padaku,"
"Iya aku janji,nanti setelah semuanya selesai,aku akan menjelaskan nya padamu.Lakukanlah,aku akan menunggu diluar."lanjut William yang langsung beranjak keluar dari ruangan itu.
"Bagaimana hasilnya?"tanya William saat melihat dokter Widi keluar menemuinya.
"Apa yang kamu harapkan?jika kamu berharap jika dia sudah ternoda,maka kamu akan menyesal.Dia masih perawan,"jawab dokter Widi dengan nada kesalnya.
"Syukurlah,baiklah.Aku titip dia dulu,aku harus ke suatu tempat untuk mencari Viona.'
"Baiklah,pergilah,tapi janji,suatu saat kamu akan menjelaskan semua ini,"
"Iya Widi,bukankah selama ini kamu orang yang tahu semua tentang aku.Baiklah,aku pergi dulu kalau begitu."
William pun langsung beranjak meninggalkan Kanaya di klinik milik sahabatnya itu.William menuju ke suatu tempat yang mungkin saja didatangi oleh istrinya.
...*****...
"Maaf Den,tapi sudah lama Non Vio tidak pulang.Apa lagi seja IBu dan Bapak memutuskan untuk menetap disana,"jawab art yang betugas menjaga rumah Bunda Ana karena sang pemilik rumah kini menetap di shanghai,china.
"Baik Bi,kalau begitu saya permisi,"
"Iya Den,"
William pun pulang dengan tangan kosong karena ternyata sang istri tidak pulang kesana.Tapi kemana Viona pergi?kenapa William tidak memiliki petunjuk apapun.
Ditengah kegalauannya William pun teringat satu nama yang baru saja beberapa hari dia bahas dengan istrinya.
Anjar,ya Anjar.Pemuda yang selalu siaga dalam membantu Viona disetia kesulitan nya.William pun langsung beregas menuju ke kantor dimana pemuda itu bekerja.
Dan disisnilah kini William berada,duduk bersama dengan Anjar yang juga sama sama tidak tahu dimana Viona saat ini.