
Rasanya begitu enggan melepaskan tubuh mungil itu jika saja William tidak sadar jika itu anak orang lain.
Rasa rindunya pada sang istri dan juga calon bayinya membuat William merasakan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata kata pada bayi mungil itu.
"Terima kasih dokter atas bantuan nya,"ucap suster itu sebelum membawa bayi mungil itu kembali masuk kedalam ruangan itu.
William sendiri hanya mengangguk lalu berlalu pergi dengan perasaan yang entahlah,tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
Demi menghilangkan kegundahan hatinya,William pun kembali larut dalam pekerjaan nya karena hanya dengan itulah William bisa sedikit mengurangi rasa rindunya pada istri dan anaknya.
Sementara ditempat yang sama namun diruangan yang berbeda,tampak kebahagiaan kini tengah menghampiri seorang wanita dengan lahirnya anak pertama yang berjenis kelamin perempuan.
"Assalamu'alaikum anak Ibu,selamat datang sayang,,,"ucap Viona yang baru saja melahirkan putri pertama nya.
Viona membawa putri kecilnya itu dalam dekapan hangat nya.Menciumi setiap inci wajah mungil itu yang begitu menggemaskan.
Meski melahirkan tanpa ditemani sang suami dan pihak keluarga lain nya,namun hal itu tidak mengurangi rasa bahagia yang kini dirasakan oleh nya.
Lega rasanya,setelah sekian jam merasaka rasa sakit yang begitu dahsyat.Akhirnya semua rasa sakit itu terbayar oleh hadirnya gadia kecil itu.
...*****...
"Dok,kok melamun?apa ada yang sedang dokter pikirkan?"tanya dokter Yuni saat melihat William duduk merenung dimeja kerjanya.
"Eh,dokter.Tidak,hanya sedang ingat sesuatu saja."jawabnya berusaha bersikap normal meski hatinya tengah tidak baik baik saja.
Tiga hari sudah berlalu dari pertemuan nya dengan bayi mungil yang tempo hari William bantu Adzani.
Namun bayangan dan ingatan tentang bayi mungil itu terus saja menghantuinya.Entah kenapa,sejak saat itu pikiran William terus saja tertuju padanya.
Namun William sadar,jika dirinya tidak boleh dikendalikan oleh sebuah obsesi yang mungkin akan merugikan dirinya dan orang lain.
Meski begitu merindukan bayi itu,namun William tidak berani mendatangi nya karena tahu betul jika itu adalah bayi orang lain.
Ting...
Saat tengah berbincang dengan dokter Yuni,tiba tiba ponsel milik William berbunyi dan menampilkan sebuah nomor tidak dikenal.
Matanya membulat sempurna kala sebuah gambar bayi lengkap dengan keterangan nama,tanggal lahir hingga berat nya masuk dari nomor tidak dikenal itu.
Braakkkk
Seketika itu juga William langsung bangkit dari duduknya dan membuat dokter Yuni tersentak kaget.Dokter Yuni hanya menatap bingung pada William yang langsung berlari begitu saja menuju ke luar ruangan.
William pun langsung menuju ke suatu tempat.Tempat dimana tiga hari yang lalu dirinya membantu mengadzani seorangbayi dari seorang wanita yang melahirkan tanpa didampingi suami dan pihak keluarga.
Dada William bergemuruh hebat saat sudah tiba didepan ruangan dimana dirinya mengadzani sang bayi perempuan mungil dan lucu itu.
Bayi yang selama tiga hari ini dia rindukan,ternyata bayi itu adalah putrinya sendiri.William menghentikan langkahnya dan mencoba mengatur nafas sebelum masuk keruangan itu.
Dan....
Braakkkk
William membuka pintu ruangan itu cukup keras hingga membuat dua orang suster yang berjaga disana terlonjak kaget.
"Dokter William?ada apa ya?apa ada yang bisa kami bantu?"tanya suster yang kebetulan kemarin membantunya bertemu dengan bayi perempuan yang ternyata putrinya sendiri.
"Bayi itu,bayi yang kemarin saya adzani.Dimana dia?apa dia dan ibunya masih disini?"tanya nya dengan nafas yang memburu.
"Oh Ibu Viona?beliau sudah pulang kemarin siang dok,berhubung kondisi Ibu dan bayinya sehat,maka dokter sudah memperbolehkan nya pulang.Memang kenapa ya?"tanya suster itu bingung.
"Suster tahu dimana alamat rumah nya?"
"Untuk itu saya tidak tahu.Tapi dokter bisa coba tanyakan pada bagian informasi atau bagian administrasi.Biasanya mereka punya data pasien yang masuk dok."
"Baiklah,terima kasih."
Tanpa menunggu lagi,William pun langsung berlari ke tempat yang disebutkan oleh suster tadi.
William benar benar tidak mau kehilangan keduanya lagi.Setibanya disana William pun langsung menanyakan tentang data diri Viona.Seorang wanita yang melahirkan tanpa suami dan keluarga.
Dan benar saja,wanita itu adalah Viona istrinya.William pun langsung meninggalkan rumah sakit begitu mengantongi alamat rumah pasien yang kemarin melahirkan dan datang sendirian bernama Viona Harumi.