
Greeppp...
Viona terkesiap saat tiba tiba sepasang tangan kekar memeluknya dari arah belakang.Saat ini Viona masih berkutat didepan kompor demi menyiapkan menu makan malam untuk suaminya.
Cup...
Viona tersenyum manis saat satu kecupan mendarat dipipinya.Siapa lagi pelakunya jika bukan suaminya,William.
"Sudah pulang?"tanya Viona tanpa melepaskan spatula ditangan nya dan tetap menggerakan tangan nya mengaduk makanan yang masih berada didalam wajan penggorengan.
"Masak apa sih?anteng banget,sampe nggak sadar kalau ada orang datang.Untung aku yang datang,kalau orang jahat bagaimana?"
"Ya jangan dong,ini aku masakin sup jamur dan balado daging.Gimana,suka nggak?"
"Apa sih yang aku tidak suka jika yang masak kamu?"jawab William yang semakin mengeratkan pelukkan nya pada tubuh Viona.
"Mandi dulu gih,habis itu kita makan malam bersama."
"Boleh,tapi temani."
"Dih,sudah tua juga.Sana,biar cepat selesai mandinya dan kita bisa segera makan."
"Baiklah nyonya Anderson,titah anda siap dilaksanakan,cup."
William pun mulai melepaskan pelukan nya lalu beranjak meninggalkan Viona setelah berhasil mencuri ciuman dipipi sebelahnya lagi.
Viona sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan saat melihat tingkah dari William.TIdak pernah terbayangkan sebelumnya jika hubungan mereka akan seindah ini.
William sendiri langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh istrinya tadi.Setelah selesai dengan acara bersih bersih nya,William kembali lagi keruang makan untuk makan malam bersama dengan sang istri.
Setibanya disana,tampak Viona sudah menunggu dengana duduk dikursi meja makan dengan memainkan gadget nya.
Cup...
Lagi lagi Viona dikejutkan dengan sebuah kecupan yang kali ini mendarat dikening nya.Hangat dan lembut,Viona tidak menyangka jika pria yang awal perkenalan mereka begitu dingin dan datar itu ternyata memiliki pribadi yang hangat dan juga manis.
"Lagi apa sih,asik bener pantengin ponselnya?berkabar dengan siapa?"tanya William mendadak posesif saat melihat istrinya fokus dengan ponselnya.
"Dengan Bunda,Bunda menanyakan kabar kita.Dan Bunda bilang maaf karena belum bisa nengokin kita karena pekerjaan yang yang lagi banyak banyak nya,"
"Tidak apa apa,setelah baby kita lahir,biar kita yang kesana,gimana?"
"Boleh,dengan senang hati.Ya sudah,lebih baik kita makan sekarang."
"Siap nyonya Anderson."
Ini yang membuat William semakin betah dirumah,jika biasanya William hanya bisa menjadi pendengar untuk semua cerita Kanaya.
Namun kali ini,William bisa berbgaai cerita dan pengalaman dengan sang istri.Sama sama memiliki pekerjaan didunia medis membuat keduanya memiliki topik pembicaraan yang tidak membosankan dan hal itu semakin membuat William merasa tidak lagi kesepian.
Berbeda dengan saat bersama dengan Kanaya yang disetiap pertemuan mereka hanya di isi dengan semua cerita tentang Kanaya saja.
William sendiri hanya bisa menjadi pendengar yang baik tanpa bisa berbagi pengalaman dan kisah hidupnya.
Usai merampung makan malamnya,keduanya pun kembali kekamar untuk beristirahat,tidak langsung tidur hanya melanjutkan obrolan mereka di atas tempat tidur.
Atau lebih dikenal dengan istilah pillow talk,setelah permintaan maaf yang dilakukan William,keduanya pun sepakat untuk selalu melakukan pillow talk untuk menjaga hubungan keduanya.
Selain masih dalam masa pedekate yang membutuhkan banyak informasi tentang sipat dan pribadi masing masing,ternyata pillow talk juga bisa memberikan informasi diri mereka seiring berjalan nya pembicaraan mereka yang mengalir begitu saja.
"Sini dong sayang,katanya tadi kangen.Sekarang aku sudah disini malah jauhan,"ucap William manarik tangan Viona hingga gadis itu terjerambab ke atas pangkuan Wiliam yang duduk di atas sofa didalam kamar nya.
Setelah makan malam,William tidak langsung naik ke atas ranjang,namun memilih menyelesaikan dulu pekerjaannya yang tersimpan didalam laptop nya.
Viona yang merasa belum ngantuk pun ikut duduk disofa untuk menemani sang suami namun mengambil duduk dengan berjarak.
Usai menutup laptop nya William pun tidak langsung beranjak dan masih memilih untuk duduk disana bersama dengan Viona.
"By," seru Viona saat tubuhnya jatuh tepat di atas paha William.
"Kenapa?tadi katanya kangen,hhmm?"
Viona pun memberanikan diri menatap lembut wajah suaminya dan netra mereka kini bertemu dan saling mengunci satu sama lain.
Perlahan William mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah Viona,lalu...
Cup...
William mendaratkan satu kecupan manis dan lembut saat melihat sang istri menutup matanya sebagai tanda jika Viona memberikan lampu hijau padanya.
...****************...
"Hayoh loh,,,siapa nih yang otaknya sudah treveling kemana mana,,,sudah mulai hareudang kah?😅😅😅 slow ya,,,kita lihat jika antusiasnya sama seperti kemarin dan kolom komen nya ramai,,,sok lah,nanti Othor bonusin lagi part unboxing nya Vio dan Will...cung siapa aja nih yang mau part unboxing nya Vio dan Will up hari ini atau besok??ditunggu dikolom komentar ya...Happy Reading guys."
...****************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...