
Hampir 15 menit Viona berkutat didepan kompor,dan selama itu juga William tetap disana menemani sang istri meski hanya diam saja dan cuma memperhatikan dari meja makan dimana dia duduk saat ini.
Setelah semua tersaji didepan meja Viona pun bergegas membawa dua buah piring untuk dirinya dan juga William tentunya.
"Mau sekalian makan juga?biar aku ambilkan,"tanya Viona membangun kan William dari lamunan nya.
"Hah,apa tadi?kamu bilang apa?"tanya William balik yang seketika otak nya dibuat bleng karena begitu terpesona dengan wanita yang tanpa rasa jijik dan takut berkutat didepan kompor dan minyak panas.
"Hubby mau sekian makan juga?kalau mau biar sekalin saya ambilkan,"
"Oh,bo_boleh.Kebetulan saya belum makan malam."
"Baiklah,"
Dengan segera Viona mengisi salah satu piring itu dengan nasi dan juga lauknya.Lalu menyerahkan piring itu pada William.
Meski aneh namun William pun menerimanya dengan senang hati.Seketika hati William menghangat mendapatkan perlakuan baik dari istri yang selama ini dia benci.
Bukan benci sih,hanya saja masih belum bisa menerima kenyataan jika dirinya harus menikah dengan wanita lain yang bahkan tidak pernah berkomunikasi dalam bentuk apapun meski sudah lama saling mengenal.
Keduanya makan dalam diam dan selama keduanya makan hanya suara dentingan sendok dan piring yang saling beradu saja yang terdengar.
Usai merampungkan makan malam nya,Viona pun langsung membereskan semua piring kotor lalu mencucinya sendiri dan lagi lagi hal itu membuat William kaget.
Selama ini,William mengira jika Viona tipekal gadis yang manja dan tidak bisa melakukan apapn seperti Kanaya.
Sama sama tumbuh menjadi anak tunggal untuk kedua orang tuanya saat ini,tentu saja William menganggap jika Viona sama hal nya dengan Kanaya.
Yang bahkan tidak tahu cara memasak air panas untuk menyeduh kopi kesukaan nya.Namun pikiran nya kali ini salah,ternyata Viona tidak semanja yang dia kira.
Bahkan tanpa ragu dan jijik gadis yang saat ini tengah hamil anaknya itu begitu santai dan menikmati kegiatan nya,meski tangan nya dipenuhi oleh sabun.
Setelah semua piring itu sudaha tersusun kembali diatas rak piring disamping wastapel,Viona pun berbalik untuk kembali kekamarnya dan alahkan terkejutnya Viona saat melihat jika William masih berdiri dibelakang nya.
"Ya ampun By,bisa nggak sih nggak bikin orang jantungan?kenapa masih berdiri disitu?"tanya Viona sembari mengusap ngusap dadanya karena kaget.
"Maaf,aku hanya khawatir jika harus meninggalkan kamu sendirian,"
"Khawatir?khwatir kenapa?"
"Siapa tahu kamu ceroboh dan bisa sajakan terluka sama alat alat itu,"tunjuk William pada rak piring yang baru saja selesai di isi oleh Viona.
"Hehehe,ya ampun.Masih belum percaya jika saya bisa beraktifitas dengan alat alat itu?saya itu sudah bersahabat lama dengan mereka,jadi jangan khawatir.Jika masih ragu,besok saya akan masak buat Pak Dokter,eh salah buat Mas."
"Iya,kata Bi Sari,sudah tidak boleh panggil pak dokter,tapi harus panggil Mas.Emm,sama Hubby juga kalau mau,"
"Baiklah,tidak masalah,asal jangan pak dokter aja,nggak enak didengar.Ya sudah ayo,lebih baik kamu istirahat,kamu tidak boleh terlalu cape."
"Iya,"
William pun berjalan mendahului Viona lalu segera masuk kedalam kamar yang selama ini ditempati oleh Viona.
Sejenak,Viona menghentikan langkahnya saat William masuk kesana.Rasanya masih terlalu aneh saat harus berbagi ruang pribadi dengan pria itu.
"Kenapa diam?ayo masuk,"
"Ah,i_iya."
Dengan rasa ragu,Viona pun melangkah masuk kedalam kamar yang kini akan dia tempati bersama dengan William.
...****************...
Note.Bagi reader yang kemarin masih bingung dan bertanya tanya,,,"kok satu kamar?kan sudah talak 1 seharusnya tidak boleh,"...
Nah baiklah,disini akan Othor jelaskan ya,jika reader masih ingat dengan bab.2 mungkin reader nggak akan bingung lagi...disana William hanya mengatakan "pernikahan ini akan berakhir setelah anak itu lahir." begitu kan ya??semoga masih mengingat nya,jika tidak silahkan baca ulang bab.2 biar lebih memahami.
Kenapa William dan Viona masih bisa satu kamar??karena,saat itu William belum mengatakan kata "Talak" ya readerku sayang.
Jadi bisa dikatakan William belum resmi mentalak Viona,,,lalu bagaimana tuh Thor statusnya??maka,status Viona dan William masih sah dan boleh satu kamar bahkan masih diperbolehkan untuk melakukan penyatuan.
Namun,talak itu sendiri akan mulai berlaku saat Viona melahirkan,karena William memberi batas hingga Viona melahirkan kan??maka talak itu sendiri akan mulai berlangsung saat anak yang dikandung Viona lahir.
Nah saat itulah,jika William belum berucap "saya ingin rujuk dengan kamu" dan dibalas oleh Viona dengan "Saya menerima rujuk dengan kamu." maka talak itu resmi berjalan.
Dan tentu saja,William sudah tidak boleh satu kamar apalagi satu ranjang dengan Viona.Begitu ya reader ku sayang...
Semoga penjelasan dari Othor ini bisa membantu yang masih belum jelas ya,dan mohon maaf jika ada kesalahan dalam pemahaman nya.
Silahkan dibantu dikoreksi jika memang Othor yang salah dalam menjelaskan...selamat membaca dan semoga menghibur.
Love banyak banyak untuk kalian ♥️♥️♥️
...****************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...