Love After Divorce

Love After Divorce
Tujuh Puluh



"Kenapa Tante bertanya?tentu saja Dokter William ini adalah Ayahku."jawabnya lantang yang membuat semua orang dibuat terkejut,begitu pun dengan william.


"Adik kecil kamu pasti salah orang,mana mungkin dokter William memiliki anak?"ucap Tia lagi yang memang belum tahu jika William sudah menikah.


"Masa?Maaf,apa Tuan bernama William Anderson?"tanya gadis itu melepaskan peluknya dikaki William lalu mendongakkan kepalanya demi melihat wajah yang selama ini hanya bisa dia lihat lewat sebuah foto.


William pun ikut berjongkok setelah bisa mengendalikan dirinya yang lagi lagi merasakan getaran aneh itu.


Getaran yang pernah dia rasakan 5 tahun yang lalu saat bertemu dengan seorang bayi perempuan yang dia adzani.


"Namaku memang William Anderson,coba sebutkan siapa namamu Nak?kenapa bisa memanggilku Ayah?"


"Kata Ibu,itu nama Ayahku.Dan wajahmu begitu mirip dengan difoto yang Ibu miliki.Namaku Wilo,lebih tepatnya Wilona Anderson.Bukankah nama belakang kita sama?maaf tuan aku sudah salah mengira."ucap gadis itu menunduk sedih.


Deg...


Penjelasan anak kecil itu membuat dada William semakin bergemuruh.Seketika William pun tergerak untuk memeluk tubuh mungil yang sudah berbalik membelakanginya dan hendak melangkah pergi.


Greepppp


"Tidak apa apa,anggap saja aku Ayahmu jika itu membuatmu bahagia Nak,"lirih William yang entah kenapa tidak bisa menahan tangisnya.


Saat tengah Memeluk tubuh gadis kecil itu,perhatian William teralihkan pada sepasang kaki yang berjalan mendekat lalu berdiri tidak jauh dibelakang gadis kecil yang memiliki nama yang sama dengan putri kecilnya itu.


William yang penasaran dengan sepasang kaki itu pun mulai menelusuri kaki jenjang itu,dari bawah hinga atas dan...


Deg...


Jantung William semakin berdetak tidak beraturan saat kedua netra itu bertemu dan saling menatap satu sama lain.


William pun langsung melepaskan tubuh mungil itu dan berdiri agar bisa melihat dengan jelas jika dirinya tidak salah lihat dan bukan halusinasi.


"Sa_sayang?"gumam nya tak percaya.


"Sini sayang,sudah ketemu nya?"tanya nya dengan suara yang begitu lembut.


"Mmm,tapi salah orang Bu,"lirih nya menunduk sedih.


"It's okey,kita pulang sekarang saja ya?"ucapnya menenangkan sang anak.


Dan tanpa keduanya sadari jika pria yang tadi dipeluk oleh gadis kecil itu mulai berjalan mendekati keduanya.


"Loh dok,mau kemana?kita sudah ditunggu yang lain didalam,"ucap Tia mencekal tangan William namun William langsung menghempaskan tangan mungil milik gadis koas itu.


William terus berjalan mau mendekati anak dan ibu yang saat ini tengah berbincang berdua.Sang ibu terlihat tengah menenangkan sang anak yang begitu merindukan ayahnya namun nyatanya dia salah orang.


"Lebih baik kita pulang,kita main masak masakan sama Oma,bagaimana."


"Asik,ayo Bu kita pulang sekarang."jawan gadis kecil itu yang seketika raut wajahnya sudah berubah.


Dari yang awalnya sedih namun saat mendengar main masak masakan bersama Oma wajahnya kembali ceria lagi.


Viona pun langsung menggandeng putri kecilnya untuk kembali pulang kerumah,namun baru dua langkah berjalan tubuhnya ditarik seseorang lalu didekap erat oleh sepasang tangan kekar itu.


"Jangan pergi lagi,aku mohon sayangku,jangan tinggalkan aku lagi."lirih William memeluk erat tubuh Viona.


Sementara gadis yang bersama nya tadi hanya bisa menatap tak percaya pada dokter pembimbingnya.


Tia masih terlihat bingung dan shock mendapati jika dokter William ternyata mengenali wanita yang bersama dengan gadis kecil tadi.


Dan yang membuat Tia semakin shock,adalah kata kata 'sayang' yang William sematkan untuk wanita dewasa itu.


Viona sendiri hanya bisa diam membeku tanpa berani membalas pelukan dari William.Bukan tidak rindu dengan mantan suaminya itu.


Viona pun ingin sekali memelum tubuh pria yang selama 5 tahun ini dia rindukan.Namun kehadiran seorang gadis disamping William,membuatnya tidak berani membalas pelukan itu,meski hati begitu menginginkannya.