
"Nak Will bagaimana keadaan Viona?"tanya Bunda Ana begitu tiba didepan ruang UGD dan menemukan William masih menunggu disana.
Dibelakang Bunda Ana dan Ayah Bagas tampak Mamah Ratih,Papah Adi dan juga Kanaya berjalan mendekat.
"Masih ditangani Dokter didalam Tante."jawab William yang terus fokus menatap pintu ruangan itu.
Tanpa William sadari,kekhawatirannya pada Viona membuat Kanaya shock dan merasa ada sesuatu yang aneh.
Namun Kanaya tidak mau berpikiran terlalu jauh sebelum William sendiri yang menjelaskan semuanya.
Semua nya pun kini tampak terdiam sembari terus berdoa demi keselamatan Viona.Dan setelah hampir satu jam lamanya menunggu,akhirnya seorang Dokter wanita pun keluar dari ruangan itu.
Belum juga Dokter Novi menyerukan nama Viona,William sudah lebih dulu menyerobot pihak keluarga untuk menanyakan kondisi Viona saat ini.
Dan itu semua tentu semakin membuat Kanaya dibuat melongo dengan tingkah aneh kekasih nya itu.Seketika ucapan William sebelum membawa Viona ke rumah sakit pun kembali terngiang didalam benaknya.
"Tidak,itu tidak mungkin."gumam Kanaya saat memikirkan hubungan antara kekasih dan keponakan nya.
"Bagaimana Nov?bagaimana keadaannya?"tanya William yang langsung berlari ke arah Dokter Novi saat melihat Dokter yang menangani Viona keluar.
"Pihak keluarganya mana?ada hal serius yang harus disampaikan."jawab Dokter Novi menelisik sekitar menatap orang orang yang ada disana.
"Saya Dokter,saya Bunda nya."ujar Bunda Ana berjalan maju mendekat pada Dokter Novi.
"Begini Bu,terjadi pendarahan cukup serius pada pasien.Namun beruntung pasien dibawa kemari tepat waktu,jika tidak maka janin nya tidak akan terselamatkan.Pendarahannya sudah bisa kami hentikan dan keadaan pasien juga sudah berangsur membaik,hanya saja pasien diharuskan bedrest minimal hingga kondisi kandungan nya stabil dan cukup kuat untuk dibawa beraktifitas kembali."jelas Dokter Novi yang seketika membuat semua orang dibuat kaget tidak terkecuali William.
"Ma_maksud Dokter,Vi_Vio hamil?"tanya Bunda Ana shock mendapati berita jika cucunya hamil.
"Iya Bu,dan kandungan nya saat ini sudah memasuki usia 10 minggu."
Jleeddeeerrr
"Apa?Vio hamil."ucap Bunda Ana dan sedetik kemudian Bunda Ana pun jatuh pingsan.
"Bunda,"
Ayah Bagas segera berhambur menangkap tubuh istrinya yang hampir menyentuh lantai rumah sakit.
"Bawa masuk kesini sajaq Pak,disini kebetulan masih ada brangkar kosong."ucap Dokter Novi yang melihat langsung bagaimana Bunda Ana yang shock langsung pingsan setelah mendengar kabar tentang cucunya Viona.
"Ya ampun bangun Bun,jangan begini.Kamu harus kuat Bunda,demi Viona dan anak yang tengah dikandung nya."lirih Ayah Bagas mencoba membangunkan sang istri yang kini terbaring dibrangkar disamping brangkar Viona.
Bagai disambar petir disiang bolong,semua tampak shock mendapati kabar itu.Bahkan Mamah Ratih sampai limbung,beruntung ada Papah Adi yang sigap menahan tubuhnya yang hampir jatuh ke lantai.
Sementara Kanaya sendiri,entah harus bagaimana dia menyikapi kondisi saat ini.Yang pasti saat ini Kanaya masih terus berusaha menepis semua pikiran buruk tentang kekasihnya dan juga keponakan nya.
...***...
Satu jam telah berlalu dan Bunda Ana pun sudah tersadar dari pingsan nya.Kini semua tampak berkumpul diruangan rawat inap yang ditempati oleh Viona.
"Nay,apa kamu tahu siapa pria yang dekat dengan Vio?"tanya Bunda Ana setelah cukup lama terdiam demi menetralkan kembali perasaan nya.
"Tidak Bunda,sudah cukup lama Naya tidak berkomunikasi dengan Vio,jadi Naya tidak tahu."jawab Kanaya yang memang sejak berhubungan dengan William begitu membatasi komunikasinya dengan Viona.
Entah mengapa Kanaya selalu kurang nyaman jika Viona berada didekatnya apalagi saat ada William.Padahal keduanya pun tidak pernah peduli akan keberadaan masing masing.
Namun tetap saja,Kanaya selalu menghindari pertemuan yang melibatkan dirinya,William dan juga Viona.Seposesif itulah Kanaya,namun selalu menolak saat William mengajaknya menikah.
"Lalu bagaimana sekarang?apa yang harus kita lakukan?"tanya Bunda Ana lagi dengan lirih.
"Kita tunggu sampai Vio siuman,kita akan mencoba bertanya sacara baik baik padanya nanti."jawab Ayah Bagas yang tidak melepaskan pelukkannya pada sang istri.
William sendiri masih sibuk dengan pikiran nya sendiri.Seandainya tadi dia benar benar pergi,haruskah dia kehilangan janin itu?kenapa hatinya begitu tidak rela dan begitu marah saat kembali teringat pada dua gadis yang sudah mencelakakan Viona hingga hampir saja kehilangan anak mereka.
Tunggu,apakah ini ikatan batin yang terjalin antara ayah dan anak?sehingga ada rasa marah yang teramat sangat ketika ada seseorang yang berniat mencelakai Viona hingga hampir kehilangan janin itu?batin William bermonolog.
Sementara Kanaya hanya bisa melihat dan memperhatikan William dari jarak yang lumayan berjarak.
Jujur,Kanaya masih terlalu takut untuk bertanya pada William.Kanaya takut mendapatkan jawaban seperti apa yang ada didalam benaknya saat ini jika dia bertanya pada William sekarang.
Sungguh,Kanaya belum siap jika harus kehilangan William,apalagi melihat pria itu bersama dengan keponakan nya sendiri.
...***...
🌸 Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*