Love After Divorce

Love After Divorce
Dua puluh Tiga



"Are you okey?"tanya Anjar dengan nada yang begitu lembut saat melihat mata Viona sudah mulai berkaca kaca.


Dengan cepat Viona menggelengkan kepalanya dengan dibarengi tetesan demi tetesan cairan bening yang keluar dari mata indahnya.


Melihat itu Anjar langsung berpindah tempat duduk menjadi kesamping Viona.Anjar menarik tubuh Viona masuk kedalam pelukkan nya.


Anjar mendekap erat tubuh Viona yang kini mulai bergetar karena tangisnya.Anjar mengusap lembut rambut hingga punggung gadis itu.


Viona pun akhirnya bisa melepaskan semua sesak didadanya yang selama ini begitu menghimpit,seakan terus mencekik hingga bernafas pun rasanya begitu berat, saat bertemu kembali dengan Anjar.


"It's okay,semua akan baik baik saja.Tenanglah,aku sudah kembali dan aku tidak akan membiarkan kamu sendiri lagi.Kamu boleh menangis sepuasnya didepan aku.Keluarkan semua beban yang membuatmu merasa sesak itu.Aku disini Vio,aku akan selalu menemanimu."bisik Anjar yang semakin membuat tangis Viona pecah.


Viona mengeratkan pelukkannya ditubuh kekar Anjar.Viona menenggelamkan wajah cantiknya yang kini sudah basah oleh air mata,didada bidang pemuda yang dulu begitu tengil dan juga jail.Kini pemuda itu sudah menjelma menjadi pria dewasa yang memiliki kepribadian yang sedikit lebih tenang dan kalem.


Dan tanpa keduanya sadari,apa yang mereka lakukan tertangkap sepasang netra yang menatap dingin dan juga datar pada mereka.


...***...


Hampir satu jam Viona menangis didalam pelukkan Anjar.Hingga wajahnya kini sudah memerah dengan mata yang sembab.


Anjar mengurai pelukannya ditubuh Viona lalu mengusap lembut wajah cantik yang kini sudah basah oleh air mata itu.


"Sudah lebih baik?"tanya saat netra mereka bertemu dan saling tatap.


Viona kembali menjawab dengan sebuah anggukan kepala.Rasanya terlalu sulit bagi Viona untuk mengeluarkan suaranya saat ini.


Yang dibutuhkan nya saat ini hanya sebuah ketenangan agar dirinya bisa kembali berpikir rasional.Dan bisa berpikir apa yang akan dia lakukan kedepan nya bersama dengan bayi nya.


"Ayo aku antar pulang,kamu pasti lelah.Lebih istirahat dirumah."lanjut Anjar membantu Viona untuk bangkit dari duduknya.


"Viona akan pulang bersama ku,"


Deg...


Baru saja akan melangkahkan kakinya menuju keluar cafe.Langkah Viona dan juga Anjar sudah terhenti oleh suara bariton yang tiba tiba menyerukan nama Viona.


Baik Viona maupun Anjar sama sama menoleh ke arah sumber suara.Seketika tubuh Viona menegang saat melihat siapa pemilik suara yang menghentikan langkah kakinya dan juga Anjar.


"Maaf,anda siapa ya?anda mengenal sahabata saya Vio?"tanya Anjar pada pria asing yang kini sudah berdiri didepan nya.


'Tapi tidak suka kenapa?ini pertama kalinya mereka bertemu,masa sudah nggak suka ajah?' batin Anjar.


"Kamu bisa tanya sama Viona,siapa saya dan apa kami saling mengenal atau tidak."jawabnya penuh penekanan.


"Jar,aku pulang sama dia saja ya,kami saling mengenal kok.Dan kami satu arah jadi aku bisa nebeng sama dia."ucap Viona pasa akhirnya memilih mengalah dan mengikuti apa yang dikatakan oleh William.


Ya pria itu adalah William,sudah hampir satu jam William menelusuri jalan untuk mencari Viona.Namun nihil,sepanjang jalan yang dilalui sama sekali tidak melihat wanita yang kini sudah resmi menjadi istrinya itu.


Niat hati ingin mengisi perut karena lapar setelah berkeliling mencari Viona,William pun memutuskan untuk mampir disebuah cafe yang William lewati.


Namun hal yang tidak disangka sangka pun terjadi didalam cafe itu.Kini netra William menangkap sesosok wanita muda yang tengah menangis tersedu didalam pelukan seorang pria asing.


William sejenak merasa kesal dan juga marah,satu jam lamanya dia mengitari jalanan demi menemukan sang istri.


Eh istrinya kini tengah berada didalam dekapan seorang pria asing yang belum pernah William lihat sebelumnya.


William pun akhirnya memutuskan untuk duduk disalah satu meja yang tidak jaub dari meja dimana Viona dan Anjar berada saat ini.


Namun tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut gadis itu.William hanya terus mendengar isak tangis pilu dari gadis itu.


William hanya bisa menangkap,jika gadis yang sudah menyandang istrinya itu tengah mengalami dilema yang luar biasa.


"Tapi dia siapa Vio?aku nggak akan membiarkan kamu pulang dengan sembarang orang."tanya Anjar yang begitu enggan melepaskan pelukkannya dibahu Viona meski beberapan kali Viona mencoba melepaskan tangan kekarnya dibahunya.


"Kenapa tidak dijelaskan,jika aku ini suami kamu?apa kamu tidak berniat memberitahunya jika kamu ini sudah menjadi seorang istri."ucap William yang tidak hanya membuat Anjar kaget,namun Viona juga.


Bukan kah sebelum melakukan ijab kabul kemarin,jelas jelas William lah yang mengatakan agar tidak ada seorang pun yang tahu tentang pernikahab mereka.


'Lalu apa ini?kenapa didepan Anjar tiba tiba mengakui pernikahan ini?' batin Viona bertanya tanya.


"Jawab Vio,apa benar dia suami kamu?"tanya Anjar lagi saat melihat Viona hanya diam terpaku,menatap bingung pada William.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*