Love After Divorce

Love After Divorce
Tujuh Puluh Tujuh



"Aku sudah mengatakan padamu,jika sudah tidak berkenan dengan pernikahan itu dan sudah tidak bisa menerima nya sebagai istrimu,maka kembalikan dia pada ku,pulangkan dia pada kami tapi kenapa?


Tapi kenapa,kenapa kamu malah membuatnya pergi?hingga butuh waktu bertahun tahun bagi kami untuk menemukan dan membuatnya kembali,"jawab Ayah Bagas menekan rasa marah dan juga kecewanya pada mantan cucu menantunya itu.


"William minta maaf Ayah,saat itu William juga tidak tahu akan ada insiden itu, yang membuatnya pergi.Bukan hanya Ayah dan Bunda,bahkan William jauh lebih tersiksa dengan kepergian Viona.


Andai saja William tidak ingat jika ada malaikat kecil yang harus William jaga dan lindungi kelak,William lebih baik mati saja dari pada harus jauh dan terpisah dari Viona Ayah,William mohon,restui kami,ijinkan aku kembali bersama dengan istri dan anakku,"jawab William semakin lirih karena kini dirinya berbicara sembari menangis.


Viona dan Bunda Ana sendiri hanya bisa menyaksikan dengan air mata yang sudah membasahi wajah cantik keduanya.


Bunda Ana tahu jika William membuat kesalahan yang sulit dimaafkan,namun Bunda Ana juga tahu betul bagaimana tersiksanya dan perjuangan William dalam mencari Viona.


Sayang nya,pencarian yang William lakukan dibantu oleh para sahabatnya Abian dan Kenzo hanya berfokus diluar negri karena menyangka jika Viona akan pergi kesalah satu negara yang ada dibelahan dunia ini.


Namun nyatanya,William salah besar.Karena selama ini Viona bersembunyi disalah satu desa pinggiran yang masih belum terjamah oleh orang luar.


Viona pun sempat menyelesaikan masa koasnya di provinsi tersebut lalu berpindah ke salah satu desanya setelah mendapatkan gelar dokter dan mendapatkan surat ijin praktek.


Viona membantu para ibu hamil disana.Melahirkan,konsultasi alat kontrasepsi dan semua yang berhubungan dengan ibu hamil dan ibu ibu lain nya karena memang Viona seorang dokter obgyn.


Sayang William tidak pernah berpikir jika Viona akan tinggal disalah satu desa itu.Pengalaman nya selama menjadi relawan dan tidak pernah berhasil menemukan Viona membuat William berpikir mungkin Viona lari ke luar negri.


Sehingga pencarian pun berpusat disetiap negara negara luar,namun hingga detik ini pencarian itu belum menemukan hasil.


Hingga saat ini,jika bukan Viona sendiri yang mendatangi nya.Mungkin William masih belum bisa bertemu dengan istri dan anaknya itu.


"Ayah boleh membawa pergi jauh Viona dan Wilona dari aku,aku siap menderita karena tidak lagi bisa melihat mereka jika memang hal yang sama kembali terulang.


Namun,satu hal yang akan aku pastikan.Aku tidak akan pernah meninggalkan dan menyakiti istri dan anakku lagi.Ini,pertama dan terakhir kalinya Ayah,"jawab William yang kini memberanikan diri menatap wajah kakek mertuanya itu.


Meski statusnya sebagai kakek dan nenek,namun Viona selalu menganggap Bunda Ana dan Ayah Bagas sebagai ayah dan ibunya.


Maka panggilan yang tersemat pun nama Ayah dan Bunda,bukan kakek dan nenek.Hal itu pun tidak dipermasalahkan oleh Bunda Ana dan Ayah Bagas.


Setelah keduanya kehilangan Nafisa,tentu saja adanya Viona menjadi obat sekaligus pengganti sang anak.Sehingga mereka tidak keberatan dengan nama panggilan yang disematkan oleh Viona yang hingga menular ke suaminya,yaitu William.


"Baiklah,tapi.Semua itu tergantung Viona sendiri,jika dia bersedia kembali padamu.Maka kami selaku orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk kalian,"


"Terima kasih Ayah,terima kasih."


Saking bahagianya mendapatkan restu dari Kakek mertuanya,William sampai berhambur memeluk erat tubuh pria paruh baya itu.


Hingga mata Ayah Bagas membulat sempurna karena kaget.Tidak hanya ayah Bagas saja yang dibuat kaget oleh tindakan yang dilakukan William,namun Viona dan Bunda Ana juga.


...****************...


Note.Baru satu dulunya,,,dua lagi nyusul nanti siang atau sore,berhubung Othor ada acara keluarga dulu 🙏🙏🙏