
“Saya terima nikahnya dan kawinnya Viona Harumi binti Nafisa Harumi almarhumah dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai.”
["Maaf,bagian ini Othor revisi ya.Mohon maaf atas kesalahan nya dan terima kasih yang sudah membantu mengoreksi kesalahan Othor dalam penulisan 🙏🙏."]
"Bagaimana saksi?sah?"
"Sah,"
"Sah,"
"Alahmdulillah,,,"
Senyum bahagia dan juga rasa lega pun begitu dirasakan oleh Viona dan juga William.Akhirnya,mereka kembali dipersatukan kembali dalam ikatan suci pernikahan.
Dengan tangan yang gemetar,Viona meraih tangan pria yang sudah dua kali menikahinya itu.Disambut oleh William yang menyematkan doa kebaikan untuk keduanya di ubun ubun sang istri lalu mencium kening sang istri.
Ini kali keduanya mereka menikah,namun rasanya jauh berbeda dengan saat pertama kalinya mereka menikah dulu.
Jika dulu mereka menikah karena terpaksa dan sama sekali tidak ada rasa bahagia yang mereka rasakan sedikit pun.
Namun kini,rasanya begitu aneh tapi bahagia.Bahkan Viona tangan sampai bergetar saat akan meraih tangan William setelah kata sah itu menggema.
Begitu pun dengan William yang mendadak canggung dan kaku saat diharus mencium kening sang istri.
William pun mulai memasangkan cincin pernikahan pada jari manis Viona,lal bergantian dengan VIona yang artinya kini mereka sudah kembali resmi menjadi suami istri.
Setelah acara ijab kabul selesai,acara pun berlanjut dengan menjamu para tamu.Tidak banyak yang datang,hanya salah satu ulama yang ada disekitar rumah Bunda Ana dan juga para pengurus yang bertanggung jawab pada masyarakat didaerah itu.
"Mau makan sekarang By?"tanya Viona pada William yang tengah asik menemani putrinya yang akan tidur.
Berhubung waktu sudah cukup malam,sehingga sehabis acara,William pun pamit undur diri lebih dulu untuk menemani putrinya tidur kareana Wilona yang merengek minta ditemani oleh sang Ayah.
Sementara para tamu ditemani oleh Bunda Ana,Ayah Bagas dan juga Viona sendiri.Dan setelah para tamu pamit pulang,Viona pun mencari suaminya untuk menawarkan makan.
Namun hala itu begitu dimaklumi oleh William berhubung mereka baru ketemu setelah 5 tahun lamanya terpisah.
"Sebentar lagi ya,Wilo baru saja tertidur.Takutnya nanti bangun lagi kalau ditinggal sekarang,"jawab William yang masih mengusap lembut surai sang putri yang mulai terlelap.
"Baiklah,aku kekamar dulu ya,mau besih bersih sekalian ganti baju.Gerah banget dari tadi,"
"Iya sayang,nanti aku nyusul ya.Jangan mandi,sudah terlalu malam,nanti masuk angin."
"Iya By,"
Viona pun kembali keluar meninggalkan suami yang masih menidurkan putri kecil mereka.Sesampainya dikamar Viona pun langsung bergegas masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Namun hanya cuci muka,kaki dan tangan saja,berhubung waktu sudah hampir tengah malam dan William melarang nya untuk mandi karena takut masuk angin.
Dengan hanya menutupi tubuhnya dengan bathrobe,Viona keluar kamar mandi lalu menuju ke arah lemari pakaian nya untuk mengambil piyama yang akan dia gunakan saat tidur nanti.
Namun saat asik memilih piyama yang akan dipakai nya,tiba tiba saja Viona dikejutkan oleh pelukan seseorang dari arah belakang.
Hampir saja Viona berteriak karena kaget, jika saja William tiak berbisik lalu membenamkan satu kecupan ditengkuknya yang membuat tubuh Viona meremang seketika.
"Jangan berisik,Wilo nanti bangun jika kamu berteriak,"bisiknya dengan nada yang begitu terdengar seksi ditelinga Viona.
William semakin mengeratkan pelukkan nya saat Viona tidak lagi berontak saat tahu jika yang memeluknya saat ini adalah suaminya.
William semakin liar menciumi leher jenjang Viona hingga dia pun tidak bisa lagi menahan ******* dan lenguhan akibat ulah William.
"By,,,"lirih Viona menggigit bibir bawahnya demi menahan sesuatu yang saat ini sudah bergejolak didalam tubuhnya.
.
******