Love After Divorce

Love After Divorce
Enam Puluh Dua



Braaakkk...


"Maaf tuan tapi anda tidak boleh masuk,"seru seorang wanita berpakaian formal menyusul masuk kedalam ruangan dengan wajah paniknya.


Seketika pria yang tengah duduk dikursi kebesaraan nya itu mengalihkan perhatian nya dari laptop didepan nya ke arah pintu ruangan itu.


"Maaf Tuan,saya sudah berusaha mencegahnya masuk,"lirih wanita itu menunduk takut saat sang atasan menatap padanya.


"Tidak apa apa,kembali lakukan tugasmu."jawabnya dingin.


"Dimana Viona?aku tahu akhir akhir ini kalian kembali berkomunikasi,beri tahu aku dimana kamu menyembunyikannya?"cecar William pada Anjar yang membuat Anjar menyatukan kedua alisnya.


Ya,pria itu adalah William,setelah mendatangi beberapa tempat untuk mencari Viona dengan hasil yang nihil,akhirnya William pun mendatangi kantor dimana Anjar bekerja sebagai CEO nya disana.


"Viona?mak___"


Set...


Bruuggghhhh


"Sudah aku katakan,jika kamu tidak bisa menjaga dan melindingi dia,kembalikan pada orang tuanya atau padaku brengsek,buugghhhh."


Tanpa babibubebo,Anjar langsung bangkit dari duduknya dan langsung mencengkram kemeja William lalu melayangkan bogem mentah pada wajah tampann William saat tahu kemana arah pertanyaan dari suami dari sahabatnya itu.


"Awww,ssstttt"ringis William saat tubuhnya jatuh tersungkur di atas lantai.


William menyentuh ujung bibirnya yang kini tengah mengeluarkan darah segar akibat pukulan dari Anjar.


Tanpa memperdulikan keadaan William Anjar langsung mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi seseorang.


"Shitttt,"umpat Anjar saat kontak yang dia hubungi dibisa dihubungi atau diluar jangkauan.


"Apa yang kamu lakukan hingga membuatnya pergi Dokter William?"tanya Anjar menatap tajam pada pria yang kini sudah bangkit kembali dan terduduk lemas disofa ruangan kerja milik Anjar.


William menjambak rambutnya frustasi,jika dilihat lebih teliti,penampilan nya saat ini pun begitu berantakan,kemeja yang tidak beraturan dan juga rambut yang acak acakan.


Sungguh kacau keadaan nya saat ini berbeda dengan william yang biasa dia temui,begitu gagah,rapih dan wangi.Dan saat itu Anjar baru menyadari jika William juga dalam keadaan tidak baik baik saja.


Anjar menghela nafas panjang sebelum akhirnya menghampiri William yang duduk dengan keadaan kacau disofa.


"Apa yang sebenarnya terjadi?kenapa dia bisa pergi?"tanya Anjar mulai menurunkan nada biacaranya karena Anjar tahu William sedang tidak baik baik saja.


"Viona,dia melihat Kanaya tidur dikamar ku,"lirih William dengan nada bergetar.


"Apa?jadi,selama ini kamu menduakan dia?kamu masih berhubungan dengan Kanaya bahkan sampai tidur satu kamar?ya ampun Will,,,"


"Tidak seperti itu ceritanya.Sungguh,aku tidak tahu bagaimana Kanaya bisa masuk kedalam kamarku,bahkan aku tidak ingat dengan siapa aku pulang semalam."jawab William jujur.


"Malam itu,aku mendapat kan undangan makan malam dari salah satu rekan kerja aku dan kebetulan dia adalah petinggi dirumah sakit.Ingin menolak namun rasanya sangat tidak sopan saat dirinya sendiri yang meminta ku datang ke acara makan malam itu,namun saat makan malam itu berakhir tiba tiba saja kepalaku pusing dan aku lupa apa yang terjadi setelah nya."cerita William memang begitu adanya.


.


🌸 [Flash back On]


Malam sebelum kejadian...


"Dokter William tunggu,"seru dokter Dimas yang kebetulan ingin menghampiri William diruangan nya untuk mengajaknya makan malam bersama.


Namun kebetulan mereka berpapasan dilorong yang akan menuju ke ruangan WIlliam.


"Dokter Dimas?ada apa ya?"tanya William heran,pasalnya ada masalah apa hingga seorang petinggi rumah sakit datang langsung menemui dirinya.


"TIdak ada apa apa,hanya ingin mengajak dokter makan malam.Bagaimana,bisakan?"


"Dalam rangka apa ya?soalnya saya sudah janji sama istri saya untuk pulang lebih awal."


"Wah,dokter William sudah menikah rupanya?tapi saya mohon,dokter bersedia datang.Ini acara yang saya adakan khusus untuk para dokter yang sudah bekerja sama dalam membantu merawat para pasien yang datang kesini.Ayolah,saya rasa istri anda tidak akan keberatan jika ini acara yang di adakan oleg rumah sakit dan kita juga perginya rame rame kok."bujuk dokter Dimas.


"Sebentar saya hubungi istri saya dulu,semoga dia mengijinkan"


"Baik,silahkan."


Tuuuttt


Tuuuttt


"Iya By?kenapa?"


Seketika hati William merasa damai saat mendengar suara lembut itu,suara yang selalu membuatnya tenang dan bahagia.


"Sayang,ada undangan makan malam dari rumah sakit,Bagaimana?"


"Kapan?"


"Malam ini,tapi jika kamu keberatan,aku tidak akan datang kesana."


"Pergilah,jarang jarang juga kan Hubby menghabiskan waktu bersama teman,selalu pulang tepat waktu terus.Pergilah,have fun ya Ayah."


"Baiklah,jangan menungguku,tidurlah lebih dulu agar kamu dan bayi kita sehat hingga lahiran nanti,terima kasih Ibu.Love you,"


"Siap sayang.Me too,"


William pun menutup telpon nya dengan sebuah senyuman diwajahnya,hal yang teramat sangat langka dia tunjukan didepan orang lain.