Love After Divorce

Love After Divorce
Delapan Puluh Enam



Uhuukkk


Uhuukkk


Uhuukkk


"Sayang kamu kenapa?ini minum dulu,pelan pelan dulu dong sayang.Nggak akan ada yang merebut makanan itu dari kamu."ujar William menyodorkan gelas minuman miliknya.


Tanpa menyadari jika yang membuat Viona tersedaak adalah jawaban yang diberikan nya setiap Dokter Dimas bertanya.


Viona tidak menjawab namun tetapi menerima gelas yang diberikan oleh suaminya dan nengak isinya sampai habis.


Viona menatap pria yang sudah memberikan nya buah hati yang cantik itu dengan tatapan yang aneh.


Jujur Viona baru tahu jika pria yang menyandang status suaminya itu memiliki sikpa yang kekanak kanakan saat cemburu.


Bahkan sampai mengeluarkan kata kata yang seharusnya tidak perlu dikatakan.Sumpah demi apa,rasanya ingin tenggelam saja kedasar bumi saat ini juga,menghadapi tingkah nya yang absurd itu.


"Lebih baik kita makan ya,jam makan siang hampir habis dan masih banyak pasien yang menunggu kita."ucap Viona menengahi perbincangan antara William dan Dimas yang lebih terlihat berdebat dari pada berbincang.


Kedua pria dewasa yang saat ini makan satu meja bersama dengan Viona pun menurut hingga ketiga nya makan dalam diam dan keheningan yang mendamai bagi Viona.


Jujur semenjak dokter Dimas bergabung,telinga nya mendadak penuh oleh berdebatan antara William dan juga doter Dimas.


Namun kini,dua pria dewasa bertubuh kekar itu bagai kerbau yang di cucuk hidung nya.menurut dan patuh pada sang pawang.


Dan kini hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpuh saja yang saling beradu.Usai menyelesaikan makan siang,ketiganya pun beranjak untuk kembali ke ruang kerja masing masing.


Namun sebelum kembali keruangan kerja nya,William mengantarkan Viona terlebih dahulu untuk kembali keruang kerjanya.


KIni tidak ada lagi suara riuh yang menyambut kehadiran pria itu karena,bukan lagi tidak menyukainya atau membencinya.


Kini mereka hanya saling bertegur sapa sewajarnya saja dan tidak ada lagi respon berlebihan untuk menyambut kedatangan pria itu.


Semua nya pun kembali kerutinitas mereka masing masing.Sibuk melayani para pasien yang datang untuk kesembuhan tubuh mereka.


Larut dalam kesibuk berkutat dengan orang orang yang tengah meminta pertolongan disembuhkan dari sakitnya.


Baik Viona maupun William sama sama baru menyadari jika waktu berjalan dengan begitu cepat,hingga tanpa terasa jam kerja pun telah usai.


Dan waktunya pulang pun sudah tiba.William langsung mengemas semua barang barang yang berserakan diatas meja kerjanya lalu merapihkan nya.


Ini pertama kalinya William semangat menyambut jam pulang kerja selama lima tahun terakhir ini.


Biasanya William sengaja menambah jam kerja atau mengambil lembur menggantikan rekan kerja yang berhalangan demi menghindari cepat pulang kerumah.


Rumah adalah hal yang paling William hindari selama lima tahun terakhir karena selalu merasa sakit jika datang ketempat bernamakan 'rumah' itu.


Sepanjang perjalanan menuju keruangan kerja sang istri,tidak henti hentinya William menebarkan senyum terbaik nya.


Setelah sekian lama senyum itu menghilang kini kembali lagi pada wajah tampan itu.Bahkan William yang dulu terkenal dengan sebutan manusia es itu kini sudah mulai mencair.


Senyum ramah William menyapa ke setiap tenaga medis yang berpapasan dengan nya dan hal itu menampilkan hal yang berbeda dari seorang dokter William.


"Ternyata kekuatan cinta begitu hebatnya ya?dia mengubah dokter yang super dingin itu menjadi super ramah seperti saat ini.Masih nggak nyangka dapat sapaan terlebih dahulu dari dokter William,"bisik salah satu suster yang tahu betul bagaimana William selama ini.


Jangankan menyapa,membalas senyum lawan bicara atau rekan yang tengah berpapasan dengan nya saja jarang,bahkan tidak jika William tidak terlalu mengenalnya.


Kehadiran Viona benar benar membawa dampak positif bagi hidup William saat ini.