
"Kenapa bikin dua?"tanya William saat Viona menyajikan dua porsi nasi goreng di atas meja makan.
"Itu anda By,masa saya makan sendiri?kan nggak enak."
"Panggil aku kamu saja,biar lebih santai."
"Tapi___,"
"tidak ada penolakan,ayo lebih baik kita makan,habis ini kita tidur lagi ya?masih terlalu malam untuk langsung bangun dan beraktifitas."ucap William yang akhirnya mengambil piring berisi nasi goreng itu lalu memakan nya.
Keduanya pun akhirnya makan malam dalam diam,dengan sekejap mata,William sudah melahap habis isi piring nya.
Dan tidak lama Viona pun mengikuti jejak William yang sudah lebih dulu menghabiskan isi piring nya.
Usai menghabiskan isi piring nya,Viona pun bergegas menuju wastafel untuk mencuci semua piring kotor yang tadi dia gunakan bersama dengan William.
"Besok saja,biar Bi Sari yang membereskan nya,"ujar William saat melihat Viona mulai mengambil sabun dengan spon untuk mencuci piring kotor tadi.
"Nggak apa apa,biar aku saja.Jika masih dikerjakan sendiri kenapa harus orang lain yang melakukan nya?jika lelah,Hubby bisa lebih dulu kekamar dan istirahat,"jawab Viona tanpa menghentikan gerak tangan nya di atas wastafel.
"Ya sudah,aku tunggui saja dulu,"
William pun akhirnya memilih menunggu Viona hingga selesai baru keduanya sama sama beranjak untuk kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur mereka.
"Ayo lebih baik kita tidur lagi,"ajak William lalu menarik tangan Viona untuk kembali ketempat tidur lalu membaringkan tubuh mereka kembali.
"Vi,,,"
William pun akhirnya membuka suara kembali setelah sekian menit namun tidak menemukan kantuknya kembali.
"Iya By?kenapa?"jawab Viona tanpa merubah posisi mereka yang saling memunggungi.
"Belum tidur?"
"Nggak bisa tidur,"
"Mau aku bantu usap usap lagi perutnya?"
Keduanya pun tampak kompak membalik tubuh mereka secara bersamaan.Perlahan,William pun mulai berangsur mendekati Viona yang kini juga sudah bergeser menjadi agak ketengah tengah kasur.
William pun kembali menyentuh dan mengusap lembut perut Viona.Dan kini William pun mulai memberanikan diri dengan menyusupkan satu tangan nya kebawah kepala Viona untuk digunakan sebagai bantalan.
Deg...
Jantung Viona kembali berdetak kencang saat William menariknya hingga kini tubuh keduanya tampak jauh lebih dekat bahkan tanpa jarak sama sekali.
"Tidur lah,ini masih malam,"bisik William saat melihat mata Viona masih terbuka.
Deg...
Tampak nya malam ini jantung Viona benar benar tidak baik baik saja,lagi lagi jantung harus menerima guncangan saat tiba tiba William mendaratkan satu kecupan dikening nya saat matanya mulai tertutup dengan sempurna.
Sumpah demi apa,kenapa rasanya begitu aneh saat bibir kenyal itu menempel sempurna di kulit kening nya.
Tidak hanya juga aneh,namun Viona juga merasa begitu bahagia dan nyaman saat pria itu melakukan sentuhan lain bukan hanya pada perut buncitnya.
Tidak kalah gugup nya dengan Viona,William pun merasakan hal yang sama namun entah mengapa,dirinya begitu ingin mendaratkan kecupan itu dikening calon ibu dari anaknya itu.
Bahkan Willim harus berulang kali menghela nafas demi menetralkan rasa gugup dan juga takutnya.
Jujur William sebenranya takut untuk melakukan itu,William takut jika Viona akan marah dan mungkin bisa saja menolak satu kamar dengan nya setelah apa yang dia lakukan pada gadis itu.
Namun rasa itu begitu besar hingga William pun memberanikan diri untuk melakukan nya.Dan ternyata,Viona tidak merespon apa apa dan tampak tertidur dengan tenangnya.
Sejenak William pun merasa kecewa karena Viona mungkin saja tidak sadar dengan apa yang dilakukan nya namun ada juga rasa lega saat gadis itu tampak begitu lelap.
Dengan begitu Viona tidak akan tahu kelancangan nya,yang berani mencium nya dalam ke adaan tidur.
Wiliam tidak tahu saja,jika saat ini Viona begitu mati matian menahan diri agar tidak bereaksi.Dengan begitu,mungkin mereka akan terhindar dari rasa canggung saat pagi menyapa keduanya.
...****************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...