Love After Divorce

Love After Divorce
Tujuh Puluh Lima



Viona mengerjapkna matanya saat lagi lagi,William menyatukan bibir mereka.Namun kali ini hanya kecupan saja.


William pun memberi jarak agar bisa menatap wajah cantik mantan istrinya lebih dekat lagi.Dan seketika itu juga,Viona merasa salah tingkah saat mendapatkan tatapan yang begitu intes dari William.


Viona langsung memalingkan wajahnya saat ras panas sudah menyerang wajah cantiknya,enyah sudah semerah apa wajahnya saat ini.Yang pasti Viona benar benar merasa gugup dan malu.


"Kenapa berpaling,lihat aku."William pun menarik dagu Viona agar kembali menatap dirinya.


Dan kini,dua netra itu kembali saling bertemu dan saling mengunci satu sama lain nya.Perlahan,William pun mulai memajukan wajahnya hingga lebih dekat lagi dengan wajah Viona.


Dan saat bibir mereka hampir saja bertemu dan saling menyapa kembali sebuah seruan dari sang anak mengejutkan keduanya hingga dengan terpaksa keduanya memberi jarak satu sama lain dan kecanggungan pun kembali terjadi.


"Ayah,Ibu,,,kalian dimana?"seru Wilona yang baru saja bangun dan kini tengah mencari kedua orang tuanya.


Ceklek


Sebuah suara pintu yang dibuka mengalihkan pandangan putri kecil itu yang tengah celingukan ke arah dapur dan kini pandangan nya dia alihkan pada sebuah pintu.


Detik kemudian munculah William yang di ikuti oleh Viona dari balik pintu itu dan itu membuat senyuma bahagia langsung muncul dari wajah mungil nan cantik si kecil Wilona.


"Ayah,Ibu,,,"seru nya lagi yang langsung berlari ke arah kedua orang tuanya.


William langsung berjongkok demi menangkap tubuh mungil sang putri dan kembali membawanya dalam gendongan.


"Anak Ayah sudah bangun?ayo sekarang kita pulang dulu kerumah Oma.Besok,Wilo dan Ibu ikut ayah pulang kerumah kita ya?"ajak William yang sudah memutuskan untuk kembali meminta Viona untuk kembali menjadi istrinya pada BUnda Ana dan juga Ayah Bagas hari itu juga.


"By,,,"lirih Viona mencekal tangan William dan menghentikan langkah kaki pria itu.


Viona pun akhirnya mengangguk patuh dan mengikuti apa yang akan William lakukan.Ketiga nya pun kembali keluar dari apartemen untuk pergi menuju rumah keluarga Bunda Ana.


Sepanjang perjalanan menuju rumah itu,tidak henti hentinya Viona mengucapkan doa,semoga Ayah Bagas manerima William kembali setelah apa yang William lakukan pada Viona dan tentu saja hal itu membuat Ayah Bagas kecewa dan sedikit membenci suami dari cucunya itu.


Tanpa terasa kini mobil yang digunakan oleh ketiganya pun tiba di halaman rumah besar itu.Berulaang kali Viona tampak menghela nafas sebelum akhirnya turun dari mobil itu mengikuti langkah William.


"Kenapa aku yang merasa gugup ya?" gumam Viona dalam hatinya.


Bahkan saking gugupnya,Viona tidak henti hentinya meremas tangan nya sendiri.Dada nya terasa begitu berat dan sesak untuk bernafas.


Padahal saat ini Williamlah yang akan maju untuk berbicara langsung pada kedua kakek dan neneknya


Namun kenapa malah dia yang begitu gugup hingga rasanya sudah tidak karuan lagi.Takut,iya,Viona memang begitu takut jika Ayah bagas akan menolak itikad baik William untuk meminta restu keduanya untuk kembali rujuk dengan Viona.


Serua salam menggema membuat isi rumah itu menjawab dengan seumringah kepulangan sang cucu dan cicit mereka yang tadi ijin untuk pergi jalan jalan.


Namun senyum itu seketika hiilang berganti dengan tatapan tajam,apalagi tatapan Ayah Bagas yang begitu kentara jika dirinya tidak suka dengan kehadiran seseorang yang saat ini tengah menggendong cicitnya.


Rasa kecewa nya terhadap William masih belum hilang sampai saat ini.Belum lagi amarahnya saat kehilangan Viona membuat Ayah Bagas begitu enggan bersinggungan dengan pria itu.


Berbeda terbalik dengan BUnda Ana yang menyambut baik kedatangan cucu menantunya itu.


Meski kecewa dan marah,namun Bunda Ana masih menghargai usaha William selama ini yang begitu gigih dalam mencari keberadaan Viona dan juga anaknya.


Sehingga Bunda Ana pun masih bersikap baik meski tidak bisa dipungkiri hatinya masih menyimpan rasa kecewa pada pemuda itu.