
Sementara disebuah Mension,tampak seorang pria bertubuh kekar dengan tatapan tajam nya tengah mengurung seorang gadis yang saat ini tengah hamil anaknya,darah daging.
Mereka adalah Kanaya dan Kenzo,Kenzo yang kembali dibuat marah oleh ulah gadis itu akhirnya mengurung Kanaya di mension nya.
"Buka pintu nya,aku mau pulang,"seru Kanaya yang berjarak hampir 2 meter dari posisi Kenzo berdiri saat ini.
Pria itu sendiri tampak begitu santai,dia mengabaikan teriakan Kanaya lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Melihat Kenzo masuk kedalam kamar mandi,Kanaya pun langsung berlari ke arah pintu dan sialnya kunci kamar itu tidak ada disana.
"Sial,,,"gumam Kanaya seraya menjambak rambutnya sendiri.
Jujur Kanaya sangat takut berdekatan dengan pria itu.Selain memiliki tatapan tajam,Kenzo juha pria berdarah dingin yang sanggup membunuh seseorang bahkan tanpa mengedipkan matanya,serem bukan.
Berulang kali Kanaya menoleh ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat itu,takut sekali jika tiba tiba pria jangkung itu keluar dari sana.
"Bagaimana ini?aku harus pulang,Mamah dan Papah pasti mencariku,"gumam nya lagi yang saat ini sudah terlihat frustasi didepan pintu kamar.
"Mereka sudah menyerahkan semua urusanmu padaku,jadi tenanglah,mereka tidak akan mencarimu sayang,"
Deg...
Jantung Kanaya seakan berhenti berdetak saat mendengar suara bariton itu tepat berada dibelakang nya.
Tubuhnya bergetar saat tangan kekar Kenzo mencengkram kedua bahunya dari arah belakang.
"Ja_jangan macam macam kamu,a_aku akan laporkan kamu pada polisi,"ucap Kanaya dengan nada bergetar dan juga terbata bata karena saking takutnya pada pria itu.
"Tenanglah,aku tidak akan menyakitimu.Aku tidak akan biarkan calon anakku terluka,jadi mana mungkin aku menyakitimu,hhmm,"bisik Kenzo yang membuat tubuh Kanayq semakin merinding dan bergetar.
Kenzo menarik tangan Kanaya lalu membawanya ke aeah ranjang super besar miliknya lalu mendudukkan paksa Kanaya disana.
Deg...
Rasa takut Kanaya semakin besar saat Kenzo kembali mengancamnya.Sungguh Kanaya merutuki dirinya dan menyesali kedatangan nya ke negara itu,negara yang membawanya pada seorang pria sadis dan juga kejam.
Tidak ingin mengulang apa yang suda pernah mereka lakukan,Kanaya pun akhirnya marangkah naik ke atas ranjang lalu membaringkan tubuhnya di sebelah kiri paling ujung agar tubuhnya berjauhan dengan tubuh Kenzo yang sejak Kanaya hamil anaknya.
Pria brewosan itu tidak pernah membiarkan Kanaya tidur sendiri.Kenzo selalu tidur diranjang yang sama dengan nya.Beruntungnya,ranjang yang pria itu miliki berukuran extra besar jadi Kanaya tidak perlu berdekatan meski tidur satu ranjang dengan nya.
...*****...
Dan ditempat lain,tampak suasana dingin masih menyelimuti pasangan pasutri baru itu.Bahkan hingga pagi menyapa,Viona masih bersikap dingin terhadap suaminya.
"Sayang,kamu masih marah?"tanya William memeluk istrinya dari arah belakang saat istrinya tengah bersiap untuk bekerja.
Hari ini adalah hari pertama Viona masuk kerja disebuah rumah sakit.Setelah sekian lama mengabdikan dirinya didesa terpencil kini Viona pun akhirnya memutuskan menerima tawaran sebuah rumah sakit besar untuk bergabung disana.
"Apa kamu yakin,selama kita berpisah,kamu tidak pernah berhubungan dengan Kanaya?"tanya Viona pada akhirnya membuka suaranya yang saat ini meragukan suaminya.
"Sumpah demi apapun sayang,hidup aku hanya fokus dengan mencarimu dan anak kita.Mana mungkin aku berhubungan dengan nya.Tahu kabarnya saja tidak,"jelas William yang kini sudah membalik tubuh sang istri jadi menghadapnya.
"Sejak kamu pergi,hidup aku serasa mati Vi,mana mungkin aku memikirkan hal lain sedangkan memikirkan hidupku saja tidak.Aku mohon,percaya padaku sayang.Hanya kamu yang aku pikirkan dan aku cinta,"lirih William menakup wajah Viona dengan kedua tangan kekarnya.
Melihat ketulusan dimata William,Viona pun tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak memeluknya.
"Maafkan aku,aku janji,aku tidak akan membuatmu dan Wilona pergi lagi dariku,cup."ucap William sambil membalas pelukan dari Viona lalu meninggalkan jejak sayang dikening nya.
Keduanya saling memeluk dan melepas rindu yang selama 5 tahun ini mereka pendam sendiri.