
"Tapi tidak seharusnya kan kamu melakukan hal se extrim itu?beruntung William mendapatkan wanita yang baik dan mencintainya dengan tulus,"
"Jika aku tidak melakukan itu,mana mungkin anak kita mau melepaskan Kanaya.Padahal hubungan mereka begitu toxic.William juga tidak benar benar cinta kan,hanya rasa tanggung jawab dan rasa terbiasa saja dengan gadis itu.Terbuktikan,kalau William benar benar mencintai gadia itu,dia tidak akan pernah berpaling.Bahkan hanya dalam hitungan minggu anak kita sudah jatuh cinta sama wanita yang bersama nya."
"Lalu,kenapa pura pura tidak tahu kalau putra kita sudah menikah dan punya anak?bahkan kamu menahan ku selama 5 tahun ini untuk tidak menemui cucuku,padahal aku sudah lama menginginkan nya?"
"Papah gila ya?kalau Papah waktu itu menemui mereka maka semua rencana kita akan ketahuan dan memang nya Papah pikir aku tidak mau menemui cucuku sendiri?cucu yang selama ini aku inginkan,tentu saja aku ingin sekali.
Tapi masalah nya,anak kita terlalu egois.Hamilin anak orang sampai menikah 2x mana ada dia berkomunikasi dengan kita.Dia pikir kita sudah mati apa,sampai sampai tidak pernah melibatkan kita dalam masalah hidupnya.Kesel aku tuh sama dia Pah,dasar anak kurang ajar."gerutu Mamah Kamila kala mengingat tahun tahun dimana dirinya dibuat pusing oleh ulah anaknya dan dirinya sendiri tentunya.
Seandainya dia tidak mengirim orang untuk mematai matai anaknya mungkin dia tidak akan pernah tahu kemelut yang dihadapi oleh putranya itu.
Namun karena William tidak menyukai hal itu,Mamah Kamila pun terpaksa melakukan itu sembunyi sembunyi.
Dan karena hal itulah,Mamah Kamila tidak bisa gegabah dalam mengambil tindakan.Bahkan saat anaknya terpuruk karena kehilangan istri dan calon anaknya,Mamah Kamila hanya bisa diam.
Menyaksikan apa yang akan putranya itu lakukan.Dan ternyata pikiran nya tepat sasaran,William kali ini benar benar mencintai Viona.
Karena setelah 5 tahun berlalu pun putranya itu tidak pernah berpaling pada wanita lain.Sedangkan saat bersama Kanaya,hanya dengan hitungan minggu saja William sudah berpaling pada Viona.
"Lalu,apa yang akan Mamah lakukan sekarang?William sudah menemukan cintanya dan kita juga sudah memiliki cucu?apa lagi yang kamu inginkan?"tanya Papah Diego.
"Tentu saja resepsi pernikahan anak kita,ya kali seorang putra tunggal dari keluarga Anderson menikah tanpa perayaan.Mau ditaruh dimana muka kita saat para relasi dan kerabat mengetahui William menikah tanpa perayaan,"
"Baiklah My Queen,atur semua seperti yang kamu inginkan.Aku akan selalu mendukungmu,cup."jawab Papah Diego merangkul bahu sang istri lalu mencium sayang kening sang istri.
...*****...
Sementara itu ditempat lain,kebingungan tampak dari raut wajah Viona saar mobil William memasuki sebuah gedung apartemen mewah yang ada dipusat kota.
William membawa Viona pulang ke apartemen miliknya yang pernah dia tempati semasa melajang dulu.
Dan ditempat itulah pertama kalinya William tahu jika dirinya akan menjadi seorang ayah dari anak yang dikandung wanita yang sama sekali tidak dia cintai.
"Kenapa kita pulang kesini By?"tanya Viona saat William sudah memarkirkan mobilnya dibaseman apartemen.
"Aku ingin kita hidup mandiri sayang,untuk sementara kita tinggal disini dulu ya?sebelum kita mendapatkan rumah yang nyaman untuk kita tempati.Ayo turun,kasihan Wilo sudah kelelahan,"
William turun lebih dulu lalu berjalan mengitari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk istri dan anaknya.
William mengangkat tubuh mungil Wilona yang terlelap dalam pangkuan sang istri lalu mengunci mobil itu setelah Viona keluar dari sana.
Keduanya berjalan bergandengan tangan menuju ke arah lift yang akan membawa mereka ke lantai dimana unit apartemen milik William berada.
Ceklek...
Pintu apartemen pun terbuka dan menampilkan suasana apartemen yang berbeda.Selama Viona pergi,rupanya William mengubah desain interior nya.
Dulu apartemen itu di desain oleh Kanaya,bahkan hingga perabotan yang ada didalam apartemen itu adalah hasil pembelian Kanaya.
Namun Kini,William sudah merubah semua nya.Entah mendapatkan info dari siapa,yang pasti kini desain apartemen itu begitu mirip dengan desain kesukaan Viona.
Mulai dari cat tembok,pas bunga,hingga lemari,meja makan,gorden dan yang lain nya.Semua itu merupakan kesukaan Viona.
Hingga tanpa terasa Viona mulai meneteskan air matanya saat menatap sekeliling sudut ruangan apartemen itu.