
Ceklek...
Sektika perhatian William yang awalnya menatap layar televisi kini tertuju pada sebuah pintu warna coklat yang kini ditempati oleh Viona.
William langsung mematikan televisi itu setelah melihat pintu kamar Viona terbuka.Seulas senyum langsung hadir diwajah tampan nya setelah melihat pintu itu terbuka.
Dengan langkah cepat William langsung berjalan menuju ke arah pintu kamar itu.Sementara Viona sendiri tampak kebingungan harus berbuat apa saat ini.
Rasanya terlalu aneh saja.Pria yang biasa menatap sinis penuh dengan kemarahan padanya kini akan mulai tidur disamping nya.
Viona pun memilih duduk dibibir ranjang setelah membukakan pintu untuk suaminya.Tak henti hentinya Viona meremas tangan nya demi menyalurkan rasa gugupnya.
Ceklek...
Deg....
Jantung Viona berdetak lebih cepat saat mendengar pintu kamar yang ditutup kembali yang pertanda,jika suaminya sudah masuk kedalam kamar itu.
Sungguh,kepala Viona terasa berat hanya sekedar untuk menoleh ke arah pintu,dimana seorang pria tampak berdiri kikuk disana.
Tidak kalah bingung nya dengan Viona,William bahkan merasa kakinya terasa berat untuk melangkah mendekati sang istri yang duduk dipinggir ranjang.
"Ka_kamu sudah minum obat?"tanya William memecah keheningan di antara mereka.
"Be_belum,sebentar saya ambil minum dulu,"
"tidak usah,tunggu saja,biar aku yang mengambilnya,"cegah William saat melihat Viona akan beranjak dari duduk nya.
Dengan sigap,William langsung kembali keluar kamar untuk mengambilkan air agar istrinya bisa minum obat.
Viona sendiri hanya bisa menatap penuh dengan kebingungan ke arah punggung William yang sudah hilang dibalik pintu.
Tidak lama,William pun sudah kembali lagi kekamar dengan Satu gelas air putih ditangan nya.
Setelah menutup pintu kamar itu,William segera mendekati Viona untuk memberikan air minum itu pada Viona.
"Ini,minum dulu obatnya,setelah itu tidur,"
"Iya By,terima kasih."
Blussshhhh
William langsung memalingkan wajahnya saat Viona lagi lagi memanggil nya dengan sebutan 'By'.
Dadanya berdebar debar,wajahnya memanas setiap kali bibir mungil itu menyebutnya dengan sebutan 'Hubby' dengan suara yang begitu lembut.
Viona pun segera mengeluarkan obat yang dia simpan dilaci nakas samping ranjang miliknya.Lalu meminum obat itu dengan segera.
William sendiri,langsung melangkah mengitari ranjang untuk menempati sisi bagiannya.Dengan sama sama kikuk,keduanya berbaring berdampingan dengan berjarak.
Viona paling ujung sisi kiri sedangkan William juga menempati sisi ujung sebelah kanan.Sedangkan dibagian tengah,mereka biarkan kosong.Seketika ranjang yang luas itu begitu terasa sempit untuk keduanya.
Berulang kali,baik Viona ataupun William menutup mata mereka namun tak kunjung bisa tertidur juga.
Bahkan keduanya begitu terlihat kompak saat berbalik saling memunggungi namun masih belum bisa tidur juga.
Dan kembali berbalik hingga kini kedua netra itu saling bertemu dalam keheningan malam yang kian larut.
"Kenapa?kenapa belum tidur?"tanya William dengan nada yang begitu lembut.
"Nggak bisa tidur,"
"Apa setiap malam seperti ini?"
"Tidak,biasanya normal saja.Begitu berbaring langsung bisa tidur,"
"Lalu,sekarang kenapa tidak bisa tidur?"
"Nggak tahu,"
"Mau aku usap usap perutnya?"
Sejenak,kedua netra itu kembali saling menatap dalam diam.Mencoba meresapi apa yang di inginkan hati masing masing.
Dengan perlahan,Viona menganggukan kepalanya.Perlahan William pun mulai menggeser posisi tidur nya menjadi lebih mendekat ke arah Viona.
Deg
Deg
Deg
Jantung Viona berdetak kencang saat tangan William mendarat tepat diatas perutnya lalu mulai mengusap lembut perut buncit yang sudah mulai terlihat membuncit itu.
Meski begitu gugup dan juga takut,namun seketika rasa nyaman pun tercipta dan begitu menenangkan.
"Tidurlah,kenapa masih belum juga tidur?"ucap William tanpa menghentikan gerakan tangan nya diatas perut Viona.
Viona terdiam namun kemudian menganggukkan kepala dan mulai memejamkan matanya.Ajaibnya,tidak lama pun mulai terdengar dengkuran halus yang menandakan jika gadis itu sudah terlelap damai dan masuk ke alam mimpinya.
...****************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...