Love After Divorce

Love After Divorce
Dua Puluh Enam



William terpaku diambang pintu sebuah ruangan rawat inap rumah sakit tempat nya bekerja.Niat hati mengambil lembur kerja demi menenangkan diri dengan menyibukkan diri dirumah sakit.


William malah menyaksikan mantan kekasihnya terkapar tak berdaya dengan jarum infus yang menempel dilengan nya.


"Kanaya kenapa Tante?"tanya William setelah berhasil mengendalikan dirinya saat melihat kondisi Kanaya yang tidak baik baik saja itu.


"Dia begitu terpukul karena pernikahan mu dengan Viona.Selama dua hari dia mengurung diri dikamar dan menolak untuk makan hingga akhirnya pingsan dan dibawa kemari."jawab Mamah Ratih tanpa mengalihkan pandangan nya dari putrinya yang terbaring lemah di atas brangkar rumah sakit.


"Tolong temani dia dulu,Tante mau menghubungi Papahnya Kanaya agar pulang kerja langsung kemari."tambah Mamah Ratih yang langsung beranjak dari duduknya tanpa menunggu jawaban dari William,Mamah Ratih pun meninggalkan ruangan itu dan meninggalkan William bersama dengan Kanaya saja.


"Maafkan aku Nay,aku juga tidak pernah berharap ini semua terjadi.Saat ini aku benar benar harus bertanggung jawab pada janin yang ada dirahim Viona."lirih William tanpa berani mendekatai Kanaya dan hanya berdiri terpaku diujung brangkar.


"Aku merindukan mu Mas,"jawab Kanaya seraya membuka matanya dan itu membuat William kaget.


"Naya,kamu sudah bangun?bagaimana keadaan kamu saat ini?"tanya William berjalan mendekat namun masih berjarak.


"Aku sakit Mas,aku rindu kamu.Bisakah peluk aku,aku sangat merindukanmu."jawab Kanaya sembari merentangkan kedua tangan nya.


Namun William hanya terpaku ditempatnya,tidak berani bahkan hanya menyentuh tangan Kanaya pun William seperti punya rem dalam tubuhnya agar tidak melakkan itu meski pun apa yang dirasakan oleh Kanaya sama hal nya yang dirasakan nya saat ini.


"Maafkan aku Nay,istirahatlah.Aku pergi dulu masih banyak pasien yang menungguku."


Tidak ingin semakin membuat Kanaya terluka dan sakit,akhirnya William pun memutuskan untuk pergi dari sana mengabaikan teriakan histeris dari Kanaya yang terus memanggil namanya.


Ingin sekali memeluk erat tubuh sang mantan kekasih yang masih begitu dia cintai itu,namun William sadar betul jika status nya saat ini sudah berbeda dengan yang dulu.


Meski dia dan sang istri menikah karena terpaksa dan tanpa cinta,namun William tetap harus menghargai status pernikahan itu.


Setidaknya sampai mereka benar benar berpisah nantinya.Karena William dan Viona sudah sepakat jika pernikahan diantara mereka akan berakhir setelah anak mereka lahir.


"Maaf Tante,Wiliam masih banyak tugas dan tidak bisa menemani Kanaya lebih lama.Permisi."ucap William saat berpapasan dengan Mamah Ratih yang baru saja akan kembali masuk keruangan itu.


Tanpa menunggu jawaban Willim pun langsung berlari dan meninggalkan tempat itu,sementara Kanaya sediri masih menangis tersedu di atas brangkar nya.


...***...


Setelah berpenampilan cukup rapih,Viona keluar dari kamar dan berjalan menuju ke arah dapur dimana sang art Bi Sari tengah sibuk menyiapkan sarapan.


"Emm,wangi sekali Bi,masak apa nih?"tanya Viona sembari menyimpan tas kerja nya di atas meja makan.


"Ini Non,bibi buatkan sayur bening dan juga goreng ayam ungkep,Bibi juga sudah kupaskan buah apel sama mangga.Itu bagus buat ibu hamil,makanan yang sarat akan gizi,biar sikecil tumbuh sehat."jelas Bi Sari yang membuat wajah Viona yang cantik berseri bertambah cerah dengan senyum mengembang diwajahnya.


"Wah,makasih loh Bi,sungguh calon nenek yang baik dan penuh perhatian."ucap Viona tersenyum haru.


"Ayo dimakan Non.Non mau kerja kan?jadi sebelum kerja diwajibkan untuk sarapan."


"Iya Bi,siap.Aku makan ya masakan bibinya,sepertinya ini enak banget."seru Viona kegirangan mendapati menu makan pagi yang begitu menggugah selera.


"Tunggu Non,biar bibi panggilkan dulu Den William,supaya sarapan bareng."ucap Bi Sari lagi menghentikan gerak tangan Viona.


"Jangan Bi.Tidak usah,nanti setelah saya selesai saja,baru kasih tahu Pak Dokter.Saya takut kehadiran saya malah membuat selera makan beliau hilang."jawab Viona manahan tangan Bi Sari agar menghentikan langkahnya memanggil William untuk sarapan bersama.


Melihat kecemasan diwajah Viona,akhirnya Bi Sar pun menurut dan kembali melakukan aktifitasnya didapur.


Viona pun dengan cepat menghabiskan makan nya karena takut bertemu dengan William.Tadi Viona cukup santai karena mengira jika William masih dirumah sakit dan belum kembali kerumah.


Tapi saat gadis itu tahu jika suaminya ada dirumah tentu itu membuatnya kurang nyaman dan memilih cepat cepat pergi agar tidak bersinggungan denga pria dingin itu.


"Bi,Vio berangkat dulu."ucap Viona segera bergerak cepat karena takut bertemu dengan William.


"Iya Non,hati hati,pelan pelan jalan nya.Ingat ada si kecil yang harus dijaga."seru Bi Sari yang melihat Viona pergi dengan sedikit berlari.


Dan tanpa Viona sadari jika apa yang dia lakukan tertangkap oleh netra William yang menatapnya cukup tajam dari lantai atas dimana kamar miliknya berada.


...****************...


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...