Love After Divorce

Love After Divorce
Tujuh Puluh Satu



Saat William masih asik menikmari aroma tubuh dari sang istri yang selama 5 tahun ini dia rindukan,tiba tiba tubuhnya serasa ada yang menarik hingga pelukan itu terlepas.


William menatap tajam pada gadis yang saat ini menarik tangan nya hingga sedikit menjauh dari Viona dan juga Wilona.


Sementara Viona sendiri hanya bisa menatap nanar pemandangan itu,dimana William ditarik menjauh darinya oleh seorang gadis yang tampaknya tidak suka melihat kebersamaan mereka.


"Lepas,,,apa yang kamu lakukan?"bentak William menghempaskan tangan Tia hingga tautan tangan nya terlepas.


Bahkan tubuh Tia sampai limbung saat William menghempaskan tangan nya cukup keras dan bertenaga.


"Kita sudah ditunggu didalam Pak,kita harus segera masuk,"jawab Tia lagi yang tampaknya kekeh dengan pendirian nya.


Bahwa saat ini dirinya tidak akan membiarkan dokter pembimbing nya itu dekat dengan wanita mana pun.


"Persetan dengan acara itu,"jawab William berbalik kembali dan berlalu dari hadapan Tia.


"Tapi acara itu penting untuk kita,"seru gadis itu menghentikan langkah William lalu kembali menolah pada gadis itu.


"Bagi saya,hanya istri dan anak saya yang jauh lebih penting."


Deg...


Seketika tubuh Tia membeku saat mendengar kata istri dan anak dari mulut pria yang selama ini dia kagumi itu.


Bahkan hingga punggung William menghilang dari pandangannya pun gadis itu masih berdiri ditempatnya.


Sementara William sendiri kembali menghampiri ibu dan anak itu.William langsung membawa Wilona dalam gendongan nya dan membawa kedua wanita yang begitu berarti dalam hidupnya itu pergi.


"Ayo sayang,ikut sama Ayah,"ucapnya berjongkok didepan Wilona lalu merentangkan tangan nya agar gadis kecilnya mau memeluknya lagi.


Setelah mendapatkan anggukan dari sang ibu,Wilona pun langsung berhambur masuk kedalam pelukan sang ayah.


William mengangkat tubuh gadis kecilnya hingga kini ada dalam gendongan nya lalu berjalan mendekat pada Viona.


"Tunggu,kita mau kemana?"tanya Viona yang tiba tiba merasa tubuhnya merinding saat melihat tatapan tajam dan dingin dari William.


"Ketempat dimana kita bisa meluruskan semuanya."jawab William tanpa menghentikan langkahnya.


Sementara Viona sendiri hanya bisa pasrah mengikuti langkah William karena tangan nya digenggam dengan begitu eratnya oleh William.Ketiga nya pun mulai beranjak meninggalkan tempat itu.


"istri dan anak?"gumam Tia saat William sudah menghilang dari pandangan nya.


...*****...


"Ki_kita mau kemana By?"tanya Viona saat melihat jika jalan yang mereka lalu bukan arah jalan pulanng kerumah William atau pun kerumah Bunda Ana.


Deg...


Jantung William berdetaak kencang,hatinya bergetar saat mendengar Viona masih memanggilnya dengan sebutan 'By' atau Hubby.


"By,,,"


"Duduk saja dengan tenang,aku tidak akan membawa kalian ketempat yang berbahaya,jadi tenang lah dan berhenti berisik,kasihan anak kita tidurnya bisa terganggu."jawab William yang kini tengah melirik ke arah gadis kecil yang sudah tertidur dalam pelukan sang ibu.


Gadis itu begitu antusias dan bahagia saat pria yang dia temui tadi ternyata benar benar ayahnya.Sepanjang perjalanan menuju mobil hingga setelah perjalana mereka didalam mobil banyak hal yang dia ceritakan dan dia tanyakan pada William.


Dan tentu saja,William dengan senang hati menjawab dan mendengarkan segala ocehan nya.Hingga akhirnya gadis kecil itu tertidur setelah lelah bercerita.


Belum lagi,mobil yang mereka tumpangi ternyata menempuh perjalanan yang cukup jauh.Entah kan dibawa kemana mereka berdua oleh pria dingin itu.


Yang pasti,baik Viona maupun Wilona sama sama pasrah saat William tak kunjung memberi tahu kemana tujuan mereka pergi saat ini.


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih,akhirnya mobil yang dibawa oleh William pun tiba disebuah baseman sebuah apartemen.


Viona menyatukan kedua alisnya saat William membawa dirinya dan sang putri ke apartemen milik William,dimana untuk pertama kalinya dulu Viona memberi tahu jika dirinya hamil anak William.