Love After Divorce

Love After Divorce
Delapan Puluh Tujuh



"Sudah siap pulang sayang?"tanya William saat mendatangi ruangan istrinya yang masih terlihat sibuk membereskan meja kerjanya.


"Sebentar ya Mas,beresin ini dulu,"


"Ok,siap sayang."


William pun mengambil duduk didepan meja kerja Viona dan tampak memperhatiakan awajah cantik istrinya dari jarak dekat.


"Nggak ada yang berubah,meski sudah lima tahun berlalu,"ucap William tiba tiba tanpa mengalihkan pandangan nya pada wajah cantik itu.


"Maksudnya?"tanya Viona sembari membuka jas putih kebangganya lalu menggantung tepat dibelakang kursi meja kerjanya.


"Kamu tetap cantik kaya dulu,"jawab William yang langsung bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekat mengikis jarak di antara mereka.


"Terima kasih pujian nya,kamu juga tetap ganteng meski kurang terawat,"


"Makanya jangan pergi,rawatlah suamimu ini.Agar tidak terlihat menyedihkan."


Tidak tahan melihat istri yang terlihat sangat cantik hari ini.William pun langsung menarik Viona masuk kedalam dekapan nya.


Mencurahkan semua rasa rindu yang terpendam selama 5 tahun ini.William benar benar mendekap erat tubuh Viona seakan tidak mau kehilangan wanita itu lagi.


"Terima kasih,terima kasih karena sudah kembali padaku lagi.Aku mencintai kamu Viona,aku sangat mencintai kamu,dulu,kini,nanti dan selamanya.Hanya kamu wanitaku,"lirih William.


"Terima kasih karena sudah sabar menungguku kembali,aku juga mencintai kamu William Anderson dan hanya kamu lelakiku,"jawab Viona.


Bagaikan anak muda yang dimabuk cinta,William dan Viona pun menutup unkapan cinta mereka dengan sebuah ciuman mesra dan sedikit nakal.


Bahkan mereka seolah lupa jika mereka masih dilingkungan kerja mereka.Dan tanpa keduanya sadari,dibalik pintu tampak seorang gadis menatap nanar ke arah dua sejoli yang tengah saling memangut bibir satu sama lain itu.


Dengan membawa luka hati,gadis itu pun berlalu pergi.Berharap semoga bisa segera melupakan cinta sepihaknya.


🌸🌸🌸


Akhirnya mobil yang membawa William dam Viona pun akhirnya tiba dirumah mereka yang dulu.


Rumah dimana mengukir banyak kenangan disana.Mulai dari yang menyenangkan,sedih,bahkan menyakitkan pun ada dirumah itu.


Viona mengerutkan dahi nya saat William memarkirkan mobilnya dihalaman rumah itu.


"Kenapa kita pulang kesini By?bagaimana dengan Wilona?dia masih dirumah Bunda,"tanya Viona yang seketika dibuat panik oleh ulah suaminya.


Pasalnya,William belum memberi tahunya jika mereka akan langsung pindah kerumah mereka yang dulu.


"Mulai sekarang kita akan tinggal disini.Membangun kembali keluarga secara utuh disini.Kamu tenang saja sayang,Wilona sudah menunggu kita didalam.Tadi sebelum aku pulang,aku memberitahu Bi Sari untuk menjemput Wilona dirumah Bunda Ana.Sudah,ayo turun,Wilona pasti sudah menunggu kita didalam."jawab William langsung turun dari mobil di ikuti oleh Viona.


William membawa tangan sang istri dalam genggaman nya dan berjalan masuk secara berdampingan.


Namun saat masuk dan akan mengucap salam,baik William maupun Viona sama sama mengerutkan dahinya.


Saat mendengar suara putri kecilnya itu tengah berbincang asik dengan seseorang.Yang tentu saja itu bukan Bi Sari,karena William sudah tahu betul suara art nya itu meski tidak melihat orang nya.


Namun,suara itu juga begitu familiar ditelinga William.Suara yang sudah beberapa tahun ini tidak dia dengar karena dirinya yang tidak pernah datang berkunjung.


Akhirnya setelah berdiri di ambang pintu beberapa saat.Baik William dan Viona pun memutuskan untuk masuk dan mengucap salam terlebih dahulu.


"Assalamu'alaikum,"seru keduanya secara bersamaan dan mengalihkan perhatian satu gadis kecil dan wanita paruh baya yang tengah memangku tubuh mungil Wilona.


Deg...


Jantung Willian serasa terhenti saat netranya bertemu dengan tatapan tajam wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang tidak lagi muda.


"Mamah,"gumam William namun masih bisa didengar oleh Viona yang berdiri disamping nya.