Love After Divorce

Love After Divorce
Enam Puluh Empat



Ke esokan paginya,,,


William mulai mengerjapkan matanya dan tersenyum lega setelah menyadari jika dirinya terbangun dikamar miliknya sendiri yang itu artinya tadi malam dia pulang kerumah meski dalam kondisi tidak sadarkan diri.


William pun meregangkan otot ototnya lalu berbalik dan alangkah terkejutnya dia saat melihat wanita yang kini tertidur lelap disampingnya.


Deg...


"Ka_Kanaya?"tanya nya saat melihat gadis itu kini tidur dengan menggunakan kemeja yang kemari dia pakai untuk bekerja.


Jantung William kembali dibuat berdetak kencang saat menyadari keberadaan gadis itu didalam kamar utama didalam rumahnya.


Perasaan nya kian tidak karuan saat melihat kondisi tubuhnya yang polos tanpa sehelai bennag pun menempel ditubuhnya.


Seketika William pun langsung bangkit dari tidurnya dan langsung menyambar celana boxer yang tergeletak begitu saja di atas lantai untuk menutupi tubuh polosnya.


"Kamu mau kemana sayang?"tanya Kanaya yang terusik tidur nya oleh pergerakan William.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Kanaya,William langsung berlari menuju keluar kamar meninggalkan Kanaya yang masih berbaring diranjang nya.


William berlari menuju kekamar yang selama ini ditempati oleh nya bersama dengan Viona namun nihil,dia tidak menemukan sang istri disana.


"Shittt,"umpatnya saat melihat lemari milik Viona telah kosong sebagian.


William pun kembali mencari ke arah luar,dan berpapasan dengan Bi Sari yang baru saja masuk dari arah depan dengan mata yang sembab.


"Dimana Viona Bi?"tanya William dengan wajah paniknya.


"Sayang kamu mau kemana sih?kok langsung lari gitu ajah?"


Belum sempat Bi Sari menjawab pertanyaan dari William,Kanaya datang dan membuat Bi Sari jadi tahu apa alasan Viona pergi dari rumah itu.


Namun William tidak menghiraukan pertanyaan yang dilayangkan oleh Kanaya.William hanya fokus menanyakan dimana istrinya saat ini.


"Non Vio sudah pergi Den,"lirih Bi Sari dan itu membuat senyum diwajah Kanaya semakin mengembang.


"Pergi?pergi kemana Bi?"tanya William lagi yang kian panik.


William terduduk lemas saat mendapat jawaban sebuah gelengan kepala dari art nya itu.Bahkan tanpa mau menjelaskan apa apa lagi,Bi Sari pun langsung pergi begitu saja meninggalkan William yang terduduk lesu disofa ruang tamu.


"Saayang,,,"ucap Kanaya mencoba menyentuh tubuh William namun dengan segera WIlliam menghindar dan memberi jarak.


Tanpa kata lagi,William pun kembali beranjak dan masuk kedalam kamar yang selama ini ditempati oleh nya dan Viona lalu menguncinya dari dalam.


Namun seruan dan gedoran di pintu itu benar benar William abaikan.Kesal karena William tidak kunjung membuka pintu itu Kanaya pun kembali kekamar atas untuk berganti pakaian dengan pakaian nya sendiri.


Setelah selesai berganti pakaian,Kanaya kemabli turun kalantai bawah dan sudah menemukan William duduk disofa ruang tamu tengah menunggunya.


"Ayo,ikut aku."ujar William tanpa melirik sedikit pun pada wanita yang semalam tidur bersama dengan nya itu.


Tanpa menunggu jawaban dari Kanaya,William pun langsung pergi begitu saja menuju mobil miliknya.


Kanaya sendiri mengikuti langkah William dengan senyum yang mengembang diwajah cantiknya.


Dengan penuh percaya diri,Kanaya masuk kedalam mobil dan menempatkan diri disamping William.


William pun mulai melajukan mobilnya membawa kanaya kesuatu tempat yang akan membuktikan apa jika apa yang dia pikirkan salah dan semua itu tidak pernah terjadi.


Sementara Kanaya sendiri,begitu menikmati perjalanan nya dengan hati yang bahagia meski tidak tahu akan dibawa kemana oleh William.


Setelah menempiuh perjalanan hampir satu jam,akhirnya mobil William pun tiba ditempat yang dia tuju bersama dengan Kanaya.


Kanaya sendiri hanya bisa menatap bingung pada sebuah klinikyang dirinya dan William datangi.


"Turun,"titahnya dingin dan datar.


"Ke_kenapa kita kesini sayang?"tanya Kanaya gugup.


Tanpa menjawab,William langsung menarik tangan Kanaya agar ikut masuk kedalam sana.Sementara dokter yang didalam begitu dibuat terkejut dengan kedatangan sahabatnya namun bukan dengan sang istri melainkan dengan wanita lain.


"William?ada apa?"tanya dokter Widi bingung.


"Bantu aku,periksa keperawanan nya."ucap William mendorong tubuh Kanaya agar lebih mendekat pada dokter Widi.


"Apa?"


Ucap keduanya secara bersamaan dengan menatap ke arah William yang juga tengah menatap tajam pada arah Kanaya.


...****************...


"semoga puas ya dengan flash back nya dan Othor juga tidak setega itu membuat William harus menghamili diua saudara sekaligus,,,


Semoga yang mendoakan William ditingalkan oleh Viona juga merasa puas ya,,,kita lihat bagaimana perjuangan William dalam mencari anak dan istrinya nanti."